Dosen UAD Latih Guru SMK Muhammadiyah Berbah Terapkan Modul Multikultural Anti Diskriminasi

Suara Muhammadiyah

18 May 2026

215

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Isu intoleransi dan diskriminasi di lingkungan pendidikan masih menjadi tantangan serius. Merespons hal tersebut, tim dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar pelatihan penerapan Modul Pendidikan Multikultur dan Anti Diskriminasi bagi para guru di SMK Muhammadiyah Berbah, Sleman.

Ketua Tim Pengabdian UAD, Sri Roviana menjelaskan, program ini hadir untuk membekali tenaga pendidik dengan perangkat ajar yang mampu menjawab isu diskriminasi berbasis SARA dan gender di sekolah.

"Permasalahan mendasar di lapangan saat ini adalah kurangnya materi ajar praktis untuk mengatasi isu-isu sosial-keagamaan. Oleh karena itu, pelatihan ini dirancang agar guru-guru memiliki panduan yang jelas dan kontekstual," ujar Sri Roviana dalam keterangannya, Rabu (13/5).

Pelatihan ini mengintegrasikan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), khususnya konsep Tauhid sebagai fondasi keadilan sosial dan visi Risalah Islam Berkemajuan yang menjunjung inklusivitas. Pendekatan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terkait pendidikan berkualitas dan pengurangan kesenjangan.

Dalam pelaksanaannya, para guru diajak membedah studi kasus dan mempraktikkan teknik fasilitasi kelas yang multikultur dan inklusif. Program ini merupakan bentuk kolaborasi lintas disiplin. Selain Sri Roviana, tim ini beranggotakan pakar Ilmu Kesehatan Masyarakat Ns. Nurul Kodriati, Ph.D. yang menyoroti isu perilaku remaja, dan pakar Psikologi Pendidikan Islam Sutipyo R.

Kepala SMK Muhammadiyah Berbah, Wagiman menyambut baik inisiatif ini. "Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi guru dalam merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang Multikultur Anti Diskriminasi," tuturnya.

Melalui sinergi antara akademisi dan praktisi pendidikan ini, ruang-ruang kelas di sekolah menengah diharapkan dapat bertransformasi menjadi ruang yang ramah keragaman. Dengan demikian, perbedaan tidak lagi dipandang sebagai penghalang, melainkan kekuatan untuk membangun kohesi sosial di masyarakat. (LN)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Lebih dari 30 mahasiswa UM Bandung Prodi Ilmu Komunikasi yang....

Suara Muhammadiyah

2 July 2025

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Berawal dari gagasan sederhana sepulang menjadi relawan di Kuala Lumpur....

Suara Muhammadiyah

8 November 2025

Berita

TUBABA, Suara Muhammadiyah - Pondasi utama spirit berkemajuan adalah kokohnya akidah. Momen Idul Adh....

Suara Muhammadiyah

19 June 2024

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - SMA Taruna Muhammadiyah (SMA Tarunamu) Gunungpring Muntilan mengawali....

Suara Muhammadiyah

24 June 2026

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Suasana penuh kehangatan dan ketenangan menyelimuti pelaksa....

Suara Muhammadiyah

21 May 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah