Dosen UAD Latih Guru SMK Muhammadiyah Berbah Terapkan Modul Multikultural Anti Diskriminasi

Suara Muhammadiyah

18 May 2026

273

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Isu intoleransi dan diskriminasi di lingkungan pendidikan masih menjadi tantangan serius. Merespons hal tersebut, tim dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar pelatihan penerapan Modul Pendidikan Multikultur dan Anti Diskriminasi bagi para guru di SMK Muhammadiyah Berbah, Sleman.

Ketua Tim Pengabdian UAD, Sri Roviana menjelaskan, program ini hadir untuk membekali tenaga pendidik dengan perangkat ajar yang mampu menjawab isu diskriminasi berbasis SARA dan gender di sekolah.

"Permasalahan mendasar di lapangan saat ini adalah kurangnya materi ajar praktis untuk mengatasi isu-isu sosial-keagamaan. Oleh karena itu, pelatihan ini dirancang agar guru-guru memiliki panduan yang jelas dan kontekstual," ujar Sri Roviana dalam keterangannya, Rabu (13/5).

Pelatihan ini mengintegrasikan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), khususnya konsep Tauhid sebagai fondasi keadilan sosial dan visi Risalah Islam Berkemajuan yang menjunjung inklusivitas. Pendekatan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terkait pendidikan berkualitas dan pengurangan kesenjangan.

Dalam pelaksanaannya, para guru diajak membedah studi kasus dan mempraktikkan teknik fasilitasi kelas yang multikultur dan inklusif. Program ini merupakan bentuk kolaborasi lintas disiplin. Selain Sri Roviana, tim ini beranggotakan pakar Ilmu Kesehatan Masyarakat Ns. Nurul Kodriati, Ph.D. yang menyoroti isu perilaku remaja, dan pakar Psikologi Pendidikan Islam Sutipyo R.

Kepala SMK Muhammadiyah Berbah, Wagiman menyambut baik inisiatif ini. "Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi guru dalam merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang Multikultur Anti Diskriminasi," tuturnya.

Melalui sinergi antara akademisi dan praktisi pendidikan ini, ruang-ruang kelas di sekolah menengah diharapkan dapat bertransformasi menjadi ruang yang ramah keragaman. Dengan demikian, perbedaan tidak lagi dipandang sebagai penghalang, melainkan kekuatan untuk membangun kohesi sosial di masyarakat. (LN)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan ....

Suara Muhammadiyah

10 October 2023

Berita

Perkuat sebagai Pusat Pendidikan yang Berkualitas SURAKARTA - Universitas Muhammadiyah Surakarta (U....

Suara Muhammadiyah

23 December 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Patriotisme dimaknai sebagai pantulan cinta kepada bangsa dan ta....

Suara Muhammadiyah

28 August 2026

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Ribuan warga Muhammadiyah Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) an....

Suara Muhammadiyah

12 April 2026

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Acara pelatihan Dai sekaligus menjadi rangkaian acara dalam Rapat Ke....

Suara Muhammadiyah

18 December 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah