Dakwah di Era Digital Jadi Fokus Pelatihan Mubaligh Hijrah Ummul Mukminin

Suara Muhammadiyah

10 February 2026

646
Foto Istimewa

Foto Istimewa

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah di Sulawesi Selatan menyelenggarakan pelatihan mubaligh hijrah pada Sabtu, 7 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti sekitar 45 santri yang nantinya akan dikirim ke Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Bantaeng untuk berdakwah di lingkungan masyarakat pedesaan selama bulan Ramadan mendatang.

Ketua Panitia Pelaksana, Ustaz Tauhid, S.Ag., M.M., menjelaskan bahwa pengiriman santri bertujuan memberikan kesempatan bagi mereka untuk menyampaikan dakwah sekaligus memahami kehidupan masyarakat dari dekat. Menurutnya, pengalaman ini akan membantu santri mengenali kondisi sosial dan budaya pedesaan secara nyata, sehingga dakwah yang mereka sampaikan lebih kontekstual dan relevan.

Pelatihan dipandu oleh Haidir Fitra Siagian, S.Sos., M.Si., Ph.D., dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar. Dalam materinya, Haidir menguraikan strategi dakwah di era digital, perubahan media komunikasi, serta tantangan menghadapi audiens modern yang lebih dinamis.

Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan ini menekankan bahwa dakwah merupakan proses komunikasi nilai-nilai Islam yang dirancang secara sadar, sistematis, dan berkesinambungan agar pesan keislaman dapat dipahami, dihayati, dan diamalkan. Dakwah tidak hanya dilakukan melalui ceramah lisan, tetapi juga bisa diwujudkan lewat tulisan, tindakan nyata, dan keteladanan perilaku. Tujuan utama dakwah adalah mengajak manusia menuju kebaikan, membimbing mereka di jalan Allah, serta menjadi teladan dalam akhlak dan perilaku Islami.

Selain itu, alumni Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) ini, mengemukakan pentingnya menyesuaikan metode dakwah dengan perkembangan zaman. Perubahan sosial, budaya, dan teknologi menuntut pendekatan dan media yang relevan, agar pesan dakwah tetap efektif dan komunikatif. Materi pelatihan juga menekankan perbedaan antara dakwah konvensional dan digital, di mana dakwah tatap muka biasanya terbatas ruang dan waktu serta bersifat satu arah, sementara dakwah digital memungkinkan penyebaran pesan lebih luas dan interaktif.

Para santri dibekali strategi praktis untuk berdakwah di pedesaan dengan cara yang sesuai karakter lokal dan memanfaatkan media digital. Diharapkan, pelatihan ini akan menyiapkan mereka sebagai agen dakwah yang kreatif, adaptif, dan mampu menjangkau masyarakat secara nyata.***


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Masa tanggap darurat pasca gempa bumi kabupaten Bandung telah dilewati....

Suara Muhammadiyah

31 October 2024

Berita

PEKALONGAGN, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Semara....

Suara Muhammadiyah

3 December 2025

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah – Komitmen SMA Muhammadiyah Pacitan dalam menghadirkan pendidikan....

Suara Muhammadiyah

21 June 2026

Berita

CIANJUR, Suara Muhammadiyah - Kegiatan Aksi Nyata Peduli Lingkungan dilakukan oleh PDA Cianjur. Tepa....

Suara Muhammadiyah

29 November 2025

Berita

PALEMBANG, Suara Muhammadiyah - Ketimpangan regulasi antara tenaga kerja asing (TKA) dan tenaga kerj....

Suara Muhammadiyah

21 July 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah