Dakwah Harus Menyapa dari Lorong Gelap hingga Lorong Gemerlap

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
376
Ketua PWM Jawa Tengah dalam pembukaan Rakornas LDK PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Semarang (29/1).

Ketua PWM Jawa Tengah dalam pembukaan Rakornas LDK PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Semarang (29/1).

SEMARANG, Suara Muhammadiyah — Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, KH Tafsir, menegaskan bahwa dakwah Muhammadiyah harus hadir sebagai gerakan yang membumi dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, tanpa membeda-bedakan latar belakang sosial maupun kondisi kemanusiaan.

Hal itu disampaikan KH Tafsir dalam salah satu sesi Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Semarang. Menurutnya, dakwah harus menghidupkan kesadaran, menumbuhkan daya ubah, serta menghadirkan harapan bagi mereka yang selama ini berada di pinggiran.

Tafsir menekankan bahwa inti dakwah adalah menyapa manusia apa adanya. Ia mengingatkan bahwa para dai Muhammadiyah perlu berani hadir di ruang-ruang sosial yang sering dihindari. Dakwah, kata dia, tidak boleh eksklusif dan hanya menyasar kelompok yang sudah mapan secara sosial maupun keagamaan.

Ia kemudian membagikan pengalamannya saat masih menjabat sebagai Sekretaris Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah, ketika ia memilih untuk menyapa komunitas waria. Bagi Tafsir, langkah tersebut bukan tanpa alasan. Komunitas ini, menurutnya, merupakan salah satu kelompok yang paling termarjinalkan dan kerap dipandang sebelah mata.

“Mereka ini jarang disapa. Padahal, justru di sanalah dakwah diuji. Dakwah itu menyapa dari lorong gelap sampai lorong gemerlap,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tafsir mengingatkan pentingnya pengelolaan dakwah yang terorganisasi dengan baik. Ia menegaskan bahwa kebenaran nilai-nilai Islam harus disampaikan secara sistematis, terstruktur, dan berkelanjutan agar mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Kebenaran yang tidak terorganisasi bisa kalah dengan kebatilan yang terorganisir,” tandasnya.

Menurut KH Tafsir, Rakornas LDK menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi dakwah komunitas Muhammadiyah agar semakin terarah, inklusif, dan relevan dengan tantangan sosial zaman. Dakwah, kata dia, harus menjadi jalan pembebasan dan pemuliaan martabat manusia. (diko)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah - Bertempat di Dome Universitas Muhammadiyah Lamongan, Pimpinan Wilayah....

Suara Muhammadiyah

10 March 2025

Berita

TELUK KUANTAN, Suara Muhammadiyah – Pada Selasa, 21 Rajab 1446 H atau bertepatan dengan 21 Jan....

Suara Muhammadiyah

30 January 2025

Berita

GORONTALO, Suara Muhammadiyah - Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pendidikan Non Formal (Dikdasm....

Suara Muhammadiyah

17 December 2024

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - “Komitmen, ini merupakan fondasi yang menguatkan hubungan keluarg....

Suara Muhammadiyah

18 November 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Lazismu berkolaborasi dengan BCA Syariah dalam Program Qurbanmu ....

Suara Muhammadiyah

13 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah