Dakwah KH Ahmad Dahlan Menyatu dengan Pemberdayaan Ekonomi Umat

Suara Muhammadiyah

10 September 2025

956
Istimewa

Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Dosen Prodi Akuntansi UM Bandung Hendriyana mengatakan bahwa ekonomi berkemajuan merupakan warisan penting KH Ahmad Dahlan sang pendiri Muhammadiyah yang harus terus dilanjutkan. Termasuk oleh Aisyiyah. Hal ini ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam program Gerakan Subuh Mengaji (GSM) Jawa Barat belum lama ini.

Menurut Hendriyana, dakwah yang diajarkan Ahmad Dahlan tidak hanya di mimbar, tetapi melalui pemberdayaan sosial dan ekonomi umat. Semangat ini kemudian diteruskan oleh Aisyiyah dengan fokus pada penguatan peran perempuan, keluarga, dan komunitas.

Ia menjelaskan bahwa ekonomi berkemajuan berarti umat Islam tidak boleh tertinggal, tetapi harus produktif, mandiri, dan kompetitif. Konsep ini memadukan spiritualitas, profesionalitas, serta keberpihakan pada umat sehingga dakwah ekonomi tidak hanya mengajak bersyukur, tetapi mendorong umat berdaya dan berkontribusi menghadirkan solusi nyata dan harapan bagi umat.

Hendriyana menegaskan ada empat pilar utama ekonomi berkemajuan, yaitu spiritualitas dan nilai, literasi dan kompetensi, ekosistem komunitas, serta inovasi sosial dan filantropi. Pilar-pilar ini diwujudkan melalui pendidikan finansial keluarga, penguatan UMKM dan koperasi, digitalisasi usaha, serta pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf secara produktif.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya profesionalisme dalam mengelola ekonomi umat. Transparansi, akuntabilitas, dan penerapan good governance menjadi syarat mutlak agar umat percaya dan ekosistem usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.

Hendriyana juga menyinggung fenomena terkini yang relevan, seperti program WEpreneur 3 by BCA Syariah yang membina UMKM perempuan, meningkatnya literasi keuangan perempuan, gerakan kedaulatan pangan, serta dorongan membangun komunitas ekonomi lokal yang resilien dan mandiri. Menurutnya, praktik-praktik baik ini dapat menjadi inspirasi bagi roadmap ekonomi berkemajuan.

Menurut Hendriyana, model pendampingan berkelanjutan seperti ini bisa diadaptasi menjadi program pendampingan UMKM anggota Aisyiyah, membangun komunitas kolaboratif, dan memfasilitasi pertumbuhan usaha secara terstruktur dan inklusif.

”Dengan mengambil inspirasi dari berbagai program, ditopang literasi keuangan, koperasi modern, kemandirian pangan lokal, dan semangat sosial entrepreneurship, Aisyiyah dapat membuktikan bahwa dakwah ekonomi bukan hanya teori, tetapi nyata, adaptif, dan berkemajuan,” ujarnya.

Hendriyana menekankan bahwa ekonomi berkemajuan adalah jalan dakwah kontemporer. ”Warisan Ahmad Dahlan dan Aisyiyah mengajarkan bahwa menolong sesama bukan hanya dengan doa, tetapi dengan daya dan karya. Harapan kita, Aisyiyah mampu menjadi komunitas ekonomi berdaulat, inklusif, syariah, dan berkelanjutan,” pungkasnya.***(FA)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MUI Mengajak Solidaritas dan Dukungan YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Krisis kemanusiaan yang luar....

Suara Muhammadiyah

15 September 2023

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah – Sudah 80 tahun Indonesia merdeka. Bahkan pasca-merdeka pun, m....

Suara Muhammadiyah

29 December 2025

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) senantiasa berkomitmen merawat da....

Suara Muhammadiyah

28 October 2024

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Suasana haru dan bahagia menyelimuti aula pertemuan pada Ahad, (15/6) s....

Suara Muhammadiyah

15 June 2025

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Kontingen santri dari Pesantren Modern Muhammadiyah Kwala Madu, berhasil....

Suara Muhammadiyah

31 January 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah