Dari Desa Semelako, Buku Menyalakan Harapan

Suara Muhammadiyah

9 September 2026

116
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Kepala Badan Bahasa Kunjungi Komunitas Literasi YSSP di Lebong

LEBONG, Suara Muhammadiyah - Gerakan literasi tidak selalu lahir dari ruang-ruang besar. Di Desa Semelako I, Kecamatan Lebong Tengah, Kabupaten Lebong, Bengkulu, gerakan itu tumbuh dari ruang sederhana yang dipenuhi buku, anak-anak, guru, dan relawan.

Gambaran tersebut terlihat saat Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPPB) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Hafidz  Muksin, S.Sos., M.Si., mengunjungi Yayasan Surya Semesta Pena (YSSP), Jumat (4/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat secara langsung praktik baik gerakan literasi yang tumbuh dari masyarakat. Hafidz Muksin bersama rombongan menyaksikan aktivitas di Rumah Baca Pena dan Rumah Belajar Semesta, dua ruang yang dikembangkan YSSP untuk mendekatkan anak-anak dengan buku, pengetahuan, dan kegiatan pembelajaran.

"Di sini, buku tidak sekadar menjadi koleksi yang tersusun di rak. Buku hadir sebagai bagian dari aktivitas belajar dan ruang perjumpaan anak-anak dengan pengetahuan. Mereka membaca, belajar, bercerita, dan mengikuti berbagai kegiatan yang dikembangkan oleh komunitas" ungkap Hafidz, Kepala Badan Bahasa Kemendikdasmen 

Kehadiran Kepala Badan Bahasa ini menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam membangun ekosistem literasi. 

"Budaya membaca tidak hanya dapat dibangun melalui sekolah dan program pemerintah, tetapi juga melalui inisiatif masyarakat yang tumbuh dari kebutuhan dan lingkungan setempat" tambah Hafidz.

Dalam kunjungan tersebut, Hafidz Muksin menyerahkan buku bacaan bermutu kepada YSSP. Buku-buku tersebut diharapkan memperkaya koleksi Rumah Baca Pena sekaligus mendukung kegiatan pembelajaran yang berlangsung di Rumah Belajar Semesta.

Menyapa Anak-Anak Lewat Buku

Dari Desa Semelako, perjalanan literasi berlanjut ke TK ABA 11 Lebong di Desa Danau Liang, Kecamatan Lebong Tengah. Sekolah pendidikan anak usia dini tersebut merupakan salah satu lembaga yang dibina YSSP.

Di sana, Hafidz Muksin bersama rombongan kembali menyerahkan buku bacaan bermutu untuk mendukung kegiatan pembelajaran anak usia dini.

Bagi anak-anak, perjumpaan dengan buku sejak usia dini menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman membaca yang positif. Karena itu, ketersediaan bacaan yang bermutu perlu diiringi dengan lingkungan belajar yang menyenangkan serta pendampingan guru dan orang dewasa.

Penyerahan buku kepada TK ABA 11 Lebong menjadi bagian dari upaya memperluas akses terhadap bahan bacaan bermutu sekaligus memperkuat ekosistem literasi di tingkat masyarakat.

Buku yang hadir di sekolah dan rumah baca diharapkan tidak berhenti sebagai koleksi di rak. Lebih dari itu, buku dapat menjadi bagian dari keseharian anak—dibaca, diceritakan kembali, didiskusikan, dan menjadi pintu masuk untuk mengenal dunia yang lebih luas.

Dari pihak YSSP, buku diterima oleh Maya Veri Oktavia, M.Pd., Ketua YSSP, bersama Dhea Hajaru Maredita, pengelola Rumah Baca Pena dan Rumah Belajar Semesta.

"Melalui Rumah Baca Pena, Rumah Belajar Semesta, serta pembinaan terhadap lembaga pendidikan anak usia dini, YSSP berupaya menghadirkan ruang belajar dan literasi yang lebih dekat dengan masyarakat" ujar Maya.

Ketika Literasi Tumbuh dari Desa

Kunjungan ke YSSP memperlihatkan bahwa gerakan literasi dapat tumbuh dari tempat-tempat yang sederhana. Ia bisa dimulai dari sebuah rumah baca, dari guru yang meluangkan waktu, dari relawan yang menemani anak membaca, atau dari masyarakat yang percaya bahwa buku dapat mengubah cara anak melihat dunia.

Di tengah derasnya arus informasi digital, kehadiran buku bacaan bermutu menjadi semakin relevan. Buku memberi ruang bagi anak untuk mengenal gagasan, memperkaya imajinasi, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, sekaligus memahami dunia secara lebih mendalam.

Karena itu, penguatan budaya literasi membutuhkan kolaborasi. Pemerintah, sekolah, keluarga, dan komunitas memiliki peran masing-masing dalam menciptakan lingkungan yang membuat membaca menjadi pengalaman yang dekat dan menyenangkan bagi anak.

Kunjungan Kepala BPPB ke YSSP dan TK ABA 11 Lebong menjadi bagian dari perhatian terhadap praktik-praktik baik literasi yang tumbuh di tengah masyarakat. Kehadiran pemerintah di ruang-ruang seperti ini juga menunjukkan bahwa penguatan literasi tidak hanya berbicara tentang program, tetapi tentang bagaimana buku benar-benar sampai ke tangan anak dan menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Dari Desa Semelako, sebuah pesan sederhana mengemuka: masa depan bangsa bisa saja dimulai dari sebuah buku yang dibuka oleh seorang anak.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Suasana kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta pada Sabtu (1/....

Suara Muhammadiyah

2 August 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Prof DR. HAMKA (Uhamka) bersama Perguruan Tin....

Suara Muhammadiyah

2 December 2025

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Program Gramedia Goes to Campus hadir dengan beragam kegiatan menarik b....

Suara Muhammadiyah

25 October 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Industri di Indonesia memainkan peran yang sangat penting dan strat....

Suara Muhammadiyah

20 March 2025

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Manusia dan pendidikan adalah dua hal yang saling terkait dan tidak....

Suara Muhammadiyah

2 May 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah