Dari Garut, Wamendikdasmen Serukan Lompatan Mutu Pendidikan

Suara Muhammadiyah

6 June 2026

269
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Dari Garut, Wamendikdasmen Serukan Lompatan Mutu Pendidikan melalui Budaya Ihsan dan Pembelajaran Mendalam

GARUT, Suara Muhammadiyah - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan perlu diarahkan dari sekadar mengejar kuantitas menuju penguatan kualitas pembelajaran yang bermakna.

Pesan itu disampaikan Wamendikdasmen saat bersilaturahmi dan berdialog dengan jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut, Majelis Dikdasmen dan PNF, kepala sekolah, guru, serta pengelola amal usaha pendidikan Muhammadiyah se-Kabupaten Garut, Sabtu (6/6/2026).

Menurut Fajar, lompatan mutu pendidikan hanya dapat dicapai melalui budaya ihsan, budaya mutu, dan pembelajaran mendalam (deep learning). Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan membaca tantangan pendidikan berbasis data, termasuk masih rendahnya rata-rata lama sekolah dan angka putus sekolah yang perlu terus ditekan.

“Setiap kebijakan pendidikan harus memberi ruang yang sama bagi sekolah negeri maupun swasta. Ini bukan soal siapa yang berada di pemerintahan, tetapi amanat konstitusi bahwa seluruh anak Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang bermutu,” ujarnya.

Ia menilai Muhammadiyah memiliki modal historis dan sosial yang kuat untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan. Namun, ia mengingatkan agar semangat kemandirian persyarikatan tetap dijaga.

“Jangan sampai keberadaan tokoh Muhammadiyah di pemerintahan justru mengurangi semangat kemandirian gerakan. Kemandirian, konsistensi, dan kemampuan beradaptasi itulah yang membuat Muhammadiyah mampu bertahan dan memberi manfaat bagi bangsa selama lebih dari satu abad,” ungkapnya.

Di sisi lain, ia juga menekankan perlunya pergeseran orientasi pendidikan dari kuantitas menuju kualitas.

“Mari pelan-pelan menggeser orientasi dari kuantitas menuju kualitas. Bangun budaya mutu dan budaya ihsan. Yang paling berat bukan mencapai keunggulan, tetapi menjaga keunggulan itu secara berkelanjutan,” tegasnya.

Terkait Pembelajaran Mendalam, Fajar menjelaskan bahwa proses belajar tidak boleh berhenti pada hafalan, melainkan harus membuat siswa memahami, menerapkan, dan merefleksikan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak-anak tidak cukup hanya mengetahui. Mereka harus memahami makna dari apa yang dipelajari, menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari, lalu mampu menggunakannya untuk menghadapi persoalan kehidupan,” jelasnya.

Menurutnya, guru harus menjadi arsitek pembelajaran yang membangun pengalaman belajar aktif, kreatif, dan bermakna. Siswa perlu dibiasakan bertanya, berpikir kritis, mengolah informasi, dan melahirkan gagasan.

Usai berdialog dengan keluarga besar Muhammadiyah Garut, Wamendikdasmen Fajar mengunjungi SMA dan Pesantren Welas Asih Garut. Ia berdiskusi langsung dengan siswa mengenai proyek pembelajaran, pengembangan karakter, dan rencana bisnis yang mereka susun.

Fajar mengaku terkesan dengan perubahan dan kemajuan Welas Asih dalam membangun ekosistem pendidikan yang menumbuhkan kreativitas, kepemimpinan, dan kemandirian siswa.

“Saya banyak belajar dari paparan adik-adik semua. Apa yang saya lihat di sini menunjukkan bahwa pembelajaran mendalam bukan sekadar konsep, tetapi telah dipraktikkan dalam proses belajar sehari-hari,” ujarnya.

Ia juga menilai kemampuan siswa dalam menyusun proyek kewirausahaan dan perencanaan usaha sudah sangat baik.

“Ketika saya melihat rencana bisnis yang disusun, termasuk rincian dan perhitungannya, saya melihat kemampuan yang sangat baik. Bahkan ada yang sudah mendekati cara berpikir mahasiswa,” katanya.

Menurut Fajar, SMA Welas Asih menunjukkan bahwa pendidikan bermutu tidak hanya menghasilkan siswa yang menguasai materi, tetapi juga membentuk karakter, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan keberanian mewujudkan gagasan.

“Saya percaya SMA Welas Asih merupakan sekolah yang menerapkan pendidikan holistik. Inilah praktik baik yang dapat menjadi benchmark bagi pendidikan Indonesia. Jika semakin banyak sekolah yang tumbuh seperti Welas Asih, saya optimistis pendidikan kita akan semakin maju,” pungkasnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Klaten men....

Suara Muhammadiyah

25 April 2024

Berita

Pengenalan Kegiatan Keislaman dan Kemuhammadiyahan YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - SMP Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

20 July 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar menyampaikan ucapan selamat milad ke....

Suara Muhammadiyah

18 November 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Salmah Orbayinah me....

Suara Muhammadiyah

9 March 2026

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Para peneliti dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS, Indonesi....

Suara Muhammadiyah

23 November 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah