BANTUL, Suara Muhammadiyah — Kepedulian terhadap korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) akan diwujudkan Tapak Suci Putera Muhammadiyah Bantul melalui aksi penggalangan dana kemanusiaan, Jumat sore, 4 September 2026. Aksi akan dipusatkan di Perempatan Klodran, Bantul, dengan melibatkan sekitar 60 santri dari dua pesantren Muhammadiyah.
Aksi tersebut merupakan kolaborasi Tapak Suci MBS Muhiba dan Tapak Suci Pesantren Muhammadiyah Al Mansyur Bantul. Para santri akan turun langsung ke jalan untuk mengajak masyarakat dan pengguna jalan turut memberikan bantuan bagi saudara-saudara di NTT yang tengah menghadapi dampak bencana gempa.
Bagi Tapak Suci Bantul, aksi ini bukan sekadar kegiatan penggalangan dana. Di balik kegiatan tersebut terdapat misi pendidikan yang lebih mendasar, yakni menanamkan nilai kepedulian, empati, dan kemanusiaan kepada para santri.
Mudir Pesantren Muhammadiyah Al Mansyur Bantul, Ustadz Muhajir, menjelaskan bahwa keterlibatan santri dalam aksi kemanusiaan merupakan bagian dari proses pendidikan karakter yang penting.
“Melalui aksi ini kami ingin membekali santri dengan kepekaan rasa dan empati kemanusiaan sebagai nilai yang dijunjung tinggi oleh agama Islam,” jelasnya.
Menurut Muhajir, nilai-nilai kemanusiaan tidak cukup hanya disampaikan melalui pembelajaran di dalam kelas. Para santri perlu mendapatkan pengalaman nyata untuk melihat, merasakan, dan terlibat langsung dalam persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
Dengan turun langsung ke tengah masyarakat, para santri belajar bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari pengamalan ajaran agama.
Muhammadiyah Selalu Hadir dalam Gerakan Kemanusiaan
Dukungan terhadap aksi tersebut juga disampaikan Pengasuh MBS Muhiba, Ustadz Ahmad Mujahid. Ia menegaskan bahwa pihaknya sangat mendukung berbagai gerakan kemanusiaan yang dilaksanakan Muhammadiyah.
“Kami sangat mendukung setiap gerakan kemanusiaan yang dilaksanakan oleh Muhammadiyah,” ujarnya.
Menurutnya, gerakan kemanusiaan menjadi ruang penting bagi para santri untuk mengembangkan kepedulian sosial sekaligus memahami bahwa keberagamaan harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
Keterlibatan dua pesantren Muhammadiyah dalam aksi ini sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan pesantren tidak hanya berorientasi pada penguatan pengetahuan dan keagamaan, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan.
Agar bantuan masyarakat dapat dihimpun dan disalurkan secara tertib, seluruh dana yang diperoleh dari aksi tersebut akan dikumpulkan melalui Lazismu PDM Bantul.
Ketua Lazismu PDM Bantul, Zainal Arifin, menyambut baik aksi kemanusiaan yang dilaksanakan Tapak Suci bersama para santri tersebut.
“Kami mendukung aksi yang dilaksanakan Tapak Suci ini. Semoga mendapatkan sambutan baik dari masyarakat dan semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT,” katanya.
Untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat, dalam aksi penggalangan dana di Perempatan Klodran akan disediakan kaleng infak Lazismu. Selain itu, masyarakat juga dapat menyalurkan bantuan secara digital melalui QRIS Lazismu yang ditampilkan pada banner di lokasi aksi.
Bagi masyarakat yang ingin berdonasi secara langsung melalui rekening, bantuan kemanusiaan dapat disalurkan melalui:
REKENING KEMANUSIAAN
LAZISMU DAERAH BANTUL
BSI: 7591001188
BCA Syariah: 0469988000
Konfirmasi Donasi: 0822-2186-6002
Masyarakat juga dapat menunaikan infak melalui QRIS Lazismu yang tersedia pada banner aksi. Dengan demikian, masyarakat tetap dapat berpartisipasi meskipun tidak membawa uang tunai.
Bantuan tidak harus dalam jumlah besar. Setiap infak yang diberikan merupakan bentuk kepedulian dan ikhtiar untuk meringankan beban mereka yang sedang menghadapi musibah.
Lebih dari sekadar mengumpulkan dana, aksi ini diharapkan menjadi pengingat bahwa di tengah berbagai kesibukan kehidupan, masih ada ruang untuk berhenti sejenak, menengok penderitaan sesama, kemudian mengulurkan tangan.
Para santri akan membawa pesan sederhana dari Bantul, bahwa kepedulian adalah bagian dari iman dan membantu sesama merupakan wujud nyata kemanusiaan.
Besok Jumat sore itu, Perempatan Klodran bukan hanya menjadi tempat para santri berdiri menggalang donasi. Dari tempat itu, diharapkan tumbuh sebuah pesan bahwa jarak tidak boleh menjadi penghalang untuk peduli.
Dari Klodran, Bantul, untuk saudara-saudara di NTT. Bersama Tapak Suci dan Lazismu PDM Bantul kita berbagi, bersama untuk meringankan.

