MANOKWARI, Suara Muhammadiyah – SMA Muhammadiyah Conservation (SMAMCO) Manokwari melakukan terobosan dalam dunia pendidikan baik di Indonesia maupun di Papua Barat. Hal ini sejalan dengan komitmen Papua Barat sebagai Provinsi Konservasi, yang menempatkan perlindungan alam dan keberlanjutan sebagai fondasi pembangunan daerah.
Komitmen Papua Barat sebagai Provinsi Konservasi membutuhkan dukungan dari berbagai sektor, termasuk pendidikan. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui penyelenggaraan Forum Group Discussion (FGD) untuk merancang modul pembelajaran konservasi di SMA Muhammadiyah Conservation (SMAMCO) Manokwari. Forum ini menjadi wadah berbagi gagasan, pengalaman, dan praktik baik dalam mengembangkan pendidikan berbasis konservasi.
Selama diskusi berlangsung, peserta secara aktif berbagi pandangan mengenai arah visi, misi, materi pembelajaran, serta praktik-praktik baik yang relevan dengan konteks lingkungan di Papua Barat, khususnya Manokwari. Berbagai ide dituangkan melalui metode partisipatif menggunakan papan ide dan catatan refleksi yang kemudian dikelompokkan menjadi beberapa tema utama.
Selain membahas aspek kurikulum dan materi pembelajaran, diskusi juga menyoroti pentingnya peran kolaborasi lintas iman dalam memperkuat kesadaran konservasi. Para peserta menilai bahwa nilai-nilai kepedulian terhadap alam sesungguhnya hadir dalam berbagai ajaran agama, sehingga pendekatan lintas iman dapat menjadi kekuatan penting dalam menumbuhkan tanggung jawab bersama untuk menjaga lingkungan hidup.
Dari proses diskusi tersebut, muncul sejumlah gagasan penting, antara lain pentingnya membangun karakter peduli lingkungan pada siswa, memperkuat pemahaman tentang hubungan manusia dengan alam, serta mendorong praktik nyata konservasi dalam kehidupan sehari-hari. Nilai kearifan lokal, pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, serta kesadaran ekologis juga menjadi bagian penting dalam pengembangan materi pembelajaran.
Perwakilan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Muhammadiyah Papua Barat menyampaikan, pendidikan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap isu lingkungan.
“Upaya menjaga alam tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Melalui pendidikan dan dialog lintas iman, kita ingin menanamkan pemahaman bahwa konservasi adalah tanggung jawab bersama. Sekolah menjadi ruang strategis untuk menumbuhkan nilai kepedulian terhadap lingkungan sejak dini,” ujarnya.
Hasil dari FGD ini akan menjadi bahan awal penyusunan draft modul konservasi SMAMCO Manokwari yang selanjutnya akan melalui proses penyempurnaan, uji coba, serta evaluasi sebelum digunakan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Inisiatif ini sekaligus menjadi langkah nyata dalam memperkuat peran pendidikan sebagai sarana membangun kesadaran ekologis dan tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan hidup bagi generasi sekarang dan masa depan. (intan)
