Dari Manokwari, SMAMCO Gagas Pendidikan Konservasi untuk Generasi Masa Depan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
226
Siswa SMAMCO Manokwari

Siswa SMAMCO Manokwari

MANOKWARI, Suara Muhammadiyah – SMA Muhammadiyah Conservation (SMAMCO) Manokwari melakukan terobosan dalam dunia pendidikan baik di Indonesia maupun di Papua Barat. Hal ini sejalan dengan komitmen Papua Barat sebagai Provinsi Konservasi, yang menempatkan perlindungan alam dan keberlanjutan sebagai fondasi pembangunan daerah. 

Komitmen Papua Barat sebagai Provinsi Konservasi membutuhkan dukungan dari berbagai sektor, termasuk pendidikan. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui penyelenggaraan Forum Group Discussion (FGD) untuk merancang modul pembelajaran konservasi di SMA Muhammadiyah Conservation (SMAMCO) Manokwari. Forum ini menjadi wadah berbagi gagasan, pengalaman, dan praktik baik dalam mengembangkan pendidikan berbasis konservasi.

Selama diskusi berlangsung, peserta secara aktif berbagi pandangan mengenai arah visi, misi, materi pembelajaran, serta praktik-praktik baik yang relevan dengan konteks lingkungan di Papua Barat, khususnya Manokwari. Berbagai ide dituangkan melalui metode partisipatif menggunakan papan ide dan catatan refleksi yang kemudian dikelompokkan menjadi beberapa tema utama.

Selain membahas aspek kurikulum dan materi pembelajaran, diskusi juga menyoroti pentingnya peran kolaborasi lintas iman dalam memperkuat kesadaran konservasi. Para peserta menilai bahwa nilai-nilai kepedulian terhadap alam sesungguhnya hadir dalam berbagai ajaran agama, sehingga pendekatan lintas iman dapat menjadi kekuatan penting dalam menumbuhkan tanggung jawab bersama untuk menjaga lingkungan hidup.

Dari proses diskusi tersebut, muncul sejumlah gagasan penting, antara lain pentingnya membangun karakter peduli lingkungan pada siswa, memperkuat pemahaman tentang hubungan manusia dengan alam, serta mendorong praktik nyata konservasi dalam kehidupan sehari-hari. Nilai kearifan lokal, pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, serta kesadaran ekologis juga menjadi bagian penting dalam pengembangan materi pembelajaran.

Perwakilan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Muhammadiyah Papua Barat menyampaikan, pendidikan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap isu lingkungan.

“Upaya menjaga alam tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Melalui pendidikan dan dialog lintas iman, kita ingin menanamkan pemahaman bahwa konservasi adalah tanggung jawab bersama. Sekolah menjadi ruang strategis untuk menumbuhkan nilai kepedulian terhadap lingkungan sejak dini,” ujarnya.

Hasil dari FGD ini akan menjadi bahan awal penyusunan draft modul konservasi SMAMCO Manokwari yang selanjutnya akan melalui proses penyempurnaan, uji coba, serta evaluasi sebelum digunakan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Inisiatif ini sekaligus menjadi langkah nyata dalam memperkuat peran pendidikan sebagai sarana membangun kesadaran ekologis dan tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan hidup bagi generasi sekarang dan masa depan. (intan)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Hadirkan Pesantren Darul Arqom dan Pengajian Akbar Penuh Haru PURWOREJO, Suara Muhammadiyah –....

Suara Muhammadiyah

14 February 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar menyampaikan ucapan selamat milad ke....

Suara Muhammadiyah

18 November 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Solo menggelar seminar bertema M....

Suara Muhammadiyah

14 June 2024

Berita

LLHPB PP Aisyiyah Kolaborasi dengan Lazismu PP Muhammadiyah DEMAK, Suara Muhammadiyah - Lembaga Lin....

Suara Muhammadiyah

13 May 2024

Berita

BREBES, Suara Muhammadiyah - Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Brebes Selatan sejak ....

Suara Muhammadiyah

17 November 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah