Dari Manokwari, SMAMCO Gagas Pendidikan Konservasi untuk Generasi Masa Depan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
268
Siswa SMAMCO Manokwari

Siswa SMAMCO Manokwari

MANOKWARI, Suara Muhammadiyah – SMA Muhammadiyah Conservation (SMAMCO) Manokwari melakukan terobosan dalam dunia pendidikan baik di Indonesia maupun di Papua Barat. Hal ini sejalan dengan komitmen Papua Barat sebagai Provinsi Konservasi, yang menempatkan perlindungan alam dan keberlanjutan sebagai fondasi pembangunan daerah. 

Komitmen Papua Barat sebagai Provinsi Konservasi membutuhkan dukungan dari berbagai sektor, termasuk pendidikan. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui penyelenggaraan Forum Group Discussion (FGD) untuk merancang modul pembelajaran konservasi di SMA Muhammadiyah Conservation (SMAMCO) Manokwari. Forum ini menjadi wadah berbagi gagasan, pengalaman, dan praktik baik dalam mengembangkan pendidikan berbasis konservasi.

Selama diskusi berlangsung, peserta secara aktif berbagi pandangan mengenai arah visi, misi, materi pembelajaran, serta praktik-praktik baik yang relevan dengan konteks lingkungan di Papua Barat, khususnya Manokwari. Berbagai ide dituangkan melalui metode partisipatif menggunakan papan ide dan catatan refleksi yang kemudian dikelompokkan menjadi beberapa tema utama.

Selain membahas aspek kurikulum dan materi pembelajaran, diskusi juga menyoroti pentingnya peran kolaborasi lintas iman dalam memperkuat kesadaran konservasi. Para peserta menilai bahwa nilai-nilai kepedulian terhadap alam sesungguhnya hadir dalam berbagai ajaran agama, sehingga pendekatan lintas iman dapat menjadi kekuatan penting dalam menumbuhkan tanggung jawab bersama untuk menjaga lingkungan hidup.

Dari proses diskusi tersebut, muncul sejumlah gagasan penting, antara lain pentingnya membangun karakter peduli lingkungan pada siswa, memperkuat pemahaman tentang hubungan manusia dengan alam, serta mendorong praktik nyata konservasi dalam kehidupan sehari-hari. Nilai kearifan lokal, pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, serta kesadaran ekologis juga menjadi bagian penting dalam pengembangan materi pembelajaran.

Perwakilan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Muhammadiyah Papua Barat menyampaikan, pendidikan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap isu lingkungan.

“Upaya menjaga alam tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Melalui pendidikan dan dialog lintas iman, kita ingin menanamkan pemahaman bahwa konservasi adalah tanggung jawab bersama. Sekolah menjadi ruang strategis untuk menumbuhkan nilai kepedulian terhadap lingkungan sejak dini,” ujarnya.

Hasil dari FGD ini akan menjadi bahan awal penyusunan draft modul konservasi SMAMCO Manokwari yang selanjutnya akan melalui proses penyempurnaan, uji coba, serta evaluasi sebelum digunakan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Inisiatif ini sekaligus menjadi langkah nyata dalam memperkuat peran pendidikan sebagai sarana membangun kesadaran ekologis dan tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan hidup bagi generasi sekarang dan masa depan. (intan)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

TEGAL, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bantul berkunjung ke ....

Suara Muhammadiyah

4 December 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 49 orang terdiri dari guru dan tenaga pendidik KB/TK Aisyi....

Suara Muhammadiyah

9 March 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhamamdiyah – Persoalan hal ihwal radikalisme menjadi salah satu kompleksit....

Suara Muhammadiyah

5 December 2023

Berita

Menguatkan Kepedulian dan Mengajak Jamaah Terus Berbagi SIKKA, Suara Muhammadiyah - LAZISMU PD....

Suara Muhammadiyah

19 March 2026

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Hari Film Nasional diperingati setiap tanggal 30 Maret. Untuk memeriahk....

Suara Muhammadiyah

30 March 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah