Dari Sekolah Muhammadiyah untuk Masa Depan Bangsa

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
86
Instagram @suaramuhammadiyah

Instagram @suaramuhammadiyah

Dari Sekolah Muhammadiyah untuk Masa Depan Bangsa

Ekorini Listiowati, Sekretaris MPKU PPM, Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Generasi unggul tidak dibentuk dalam satu hari. Ia tumbuh dari kebiasaan kecil yang dilakukan berulang-ulang. Bangun tepat waktu, berdoa sebelum belajar, bergerak aktif, makan dengan gizi seimbang—semua itu mungkin tampak sederhana. Namun dari kebiasaan sederhana itulah karakter besar dibangun.

Melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) yang diluncurkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, pembentukan karakter anak diarahkan pada rutinitas harian yang konkret dan mudah dilakukan. Melihat pentingnya gerakan ini, Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Malang, dan Universitas Muhammadiyah Palu mengambil peran aktif dalam mendukung implementasinya di sekolah-sekolah.

Program ini dilaksanakan di berbagai wilayah di Jawa Timur dan Sulawesi Tengah, melibatkan guru, siswa PAUD, TK, SD, serta orang tua. Pendekatannya sederhana namun strategis: memperkuat peran guru sebagai penggerak utama, sehingga tujuh kebiasaan tersebut tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar dipraktikkan dalam keseharian sekolah dan keluarga.

Apa saja tujuh kebiasaan itu?

Pertama, bangun pagi. Kebiasaan ini melatih disiplin waktu dan kesiapan menghadapi aktivitas harian. Anak yang terbiasa bangun pagi cenderung lebih teratur dan tidak tergesa-gesa memulai hari.

Kedua, beribadah. Ini bukan sekadar ritual, tetapi pembentukan karakter spiritual. Anak belajar mengenal Tuhannya, membangun kesadaran diri, dan menanamkan nilai moral sejak dini.

Ketiga, berolahraga. Tubuh yang aktif membantu pertumbuhan fisik, meningkatkan konsentrasi, dan menjaga kesehatan mental. Gerak adalah bagian penting dari tumbuh kembang anak.

Keempat, makan sehat dan bergizi. Anak diajak memahami pentingnya makanan seimbang agar tumbuh optimal, terhindar dari anemia, dan memiliki energi untuk belajar.

Kelima, gemar belajar. Belajar bukan hanya di kelas, tetapi sikap ingin tahu dan semangat mencari ilmu dalam kehidupan sehari-hari.

Keenam, bermasyarakat. Anak dibiasakan peduli lingkungan, menghargai teman, dan terlibat dalam kegiatan sosial. Ini membentuk kepekaan dan tanggung jawab sosial.

Ketujuh, tidur lebih awal. Istirahat yang cukup membantu perkembangan otak, menjaga emosi tetap stabil, dan mendukung kesiapan belajar keesokan hari.

Ketujuh kebiasaan ini membentuk satu kesatuan: disiplin, sehat, beriman, cerdas, dan peduli.

Membiasakan yang Baik, Menguatkan Generasi

Dalam pelaksanaan program yang digerakkan MPKU PP Muhammadiyah bersama UMY, UMM, dan UM Palu ini, hasil yang terlihat bukan hanya peningkatan pengetahuan siswa. Yang lebih penting adalah penguatan praktik sehari-hari.

Anak-anak mulai lebih teratur mengikuti jadwal, lebih aktif bergerak, lebih sadar membawa bekal sehat, dan lebih disiplin dalam berdoa serta belajar. Pada anak usia dini, perubahan terbesar justru terjadi pada pembiasaan, bukan pada penambahan teori. Ini menunjukkan bahwa karakter tidak dibentuk melalui ceramah panjang, melainkan melalui keteladanan dan rutinitas yang konsisten.

Bagi Muhammadiyah, gerakan ini sejalan dengan misi pendidikan yang holistik. Sekolah bukan hanya tempat mengejar nilai akademik, tetapi pusat pembentukan insan berkemajuan. Tujuh kebiasaan ini menyatukan dimensi kesehatan fisik, spiritualitas, kedisiplinan, dan kepedulian sosial—nilai-nilai yang sejak lama hidup dalam tradisi pendidikan Muhammadiyah.

Kolaborasi antara Majelis dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah juga menunjukkan bahwa gerakan kesehatan masyarakat dapat berjalan selaras dengan kebijakan nasional. Dengan jaringan sekolah yang luas, Muhammadiyah memiliki potensi besar menjadikan 7KAIH sebagai budaya bersama, bukan sekadar program sementara.

Masa depan bangsa tidak ditentukan oleh satu kebijakan besar, tetapi oleh kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari. Jika anak-anak terbiasa bangun pagi, beribadah, bergerak aktif, makan sehat, gemar belajar, peduli sesama, dan tidur cukup, maka kita sedang membangun fondasi generasi yang kuat.

Dan dari sekolah-sekolah Muhammadiyah, kebiasaan baik itu diharapkan tumbuh menjadi gerakan yang lebih luas—gerakan kecil yang membentuk Indonesia yang lebih hebat.

 


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Oleh: Nur Ngazizah Dosen UM Purworejo Frugal living adalah praktik gaya hidup hemat yang bertujuan ....

Suara Muhammadiyah

13 November 2024

Wawasan

Oleh: Muhammad Utama Al Faruqi, Lc., MPd Ingat Idul adha, ingat milad Muhammadiyah. Barangkali ungk....

Suara Muhammadiyah

14 June 2024

Wawasan

Gonjang Ganjing Negeri Oleh: Rumini Zulfikar (GusZul), Penasehat PRM Troketon, Pedan, Klaten. "Lan....

Suara Muhammadiyah

30 August 2025

Wawasan

Oleh: Donny Syofyan, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas Tulisan ini akan mengupas salah....

Suara Muhammadiyah

3 June 2025

Wawasan

Mensyukuri Kemerdekaan  Oleh: Dr Amalia Irfani, Sekretaris LPP PWM Kalbar/Dosen IAIN Pontianak....

Suara Muhammadiyah

21 August 2025