Deklarasi IKAJI, Dorong Pembentukan Dewan Media Sosial

Suara Muhammadiyah

12 December 2023

1578
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Peran organisasi kewartawanan semakin penting di tengah pesatnya perkembangan media digital. Karena itulah, kehadiran Ikatan Jurnalis Indonesia (IKAJI) diharapakan bisa memberi warna baru dan menguatkan kiprah organisasi yang sudah ada.

Sebagai organisasi baru, IKAJI akan secara resmi dideklarasikan Rabu besok (13/12/2023) di Gedung RRI Jakarta. Akan hadir tokoh bangsa yang juga Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi, Ketua Umum IKAJI Rommy Fibri, dan tokoh lainnya.

Dalam kesempatan itu, Haedar Nashir akan menyampaikan orasi kebangsaan. Sebagai keynote speaker, Budi Arie akan menyampaikan pidatonya di depan para tokoh dan wartawan . Selain itu, akan dibacakan Manifesto IKAJI oleh sang Ketua Umum Rommy Fibri. 

Rommy mengatakan, perkembangan teknologi Informatika adalah keniscayaan. "Kita harus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Digitalisasi tak hanya mengubah platform atau medium media massa, melainkan juga lanskap bisnis dan profesionalisme media," terangnya.

Untuk itulah, kata Rommy, IKAJI hadir untuk menyelaraskan diri dengan perkembangan zaman. Menurutnya, ada beberapa perhatian utama IKAJI atas digitalisasi. Pertama, aspek profesionalisme. Hal itu menjadi tantangan besar, karena baik pembuat (produsen) dan penikmat (konsumen) media sama-sama terdegradasi alur pikirnya. 

Dia mengatakan, sulit membedakan mana yang sifatnya informasi, dan mana yang benar-benar berita. "Bahkan marak muncul hoaks yang mengubah tatanan pola pikir masyarakat," bebernya.

Perhatian kedua adalah aspek bisnis. Dengan pesatnya digitalisasi, konsep bisnis media massa pun berubah. Oleh karena itu, keanggotaan IKAJI tidak hanya para jurnalis, namun juga seluruh tim yang terlibat dalam bagian media massa tersebut.

Ketiga, lanjut Rommy, adalah aspek etika. Kini sengketa di lingkup media (termasuk medsos) tidak hanya soal tulisan dan berita, melainkan juga aspek bisnis dan etika. Tak sedikit kasus di area medsos berkaitan erat dengan soal penagihan suatu transaksi yang sewenang-wenang, bahkan cenderung tidak manusiawi. 

"Oleh karena itu, IKAJI mendorong segera dibentuknya Dewan Media Sosial, yang cakupannya tak hanya berita melainkan juga seluruh aspek yang melingkupinya," tegas Rommy. (*)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Semarang menyelenggarakan ....

Suara Muhammadiyah

24 August 2026

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Suasana penuh keceriaan menyelimuti keluarga besar SD Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

13 February 2026

Berita

BENGKULU, Suara Muhammadiyah - Komitmen Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) dalam mewujudkan tra....

Suara Muhammadiyah

9 July 2026

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah – Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah kembali meng....

Suara Muhammadiyah

29 September 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Fa....

Suara Muhammadiyah

29 September 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah