Semarak Milad ke-113, IMM Boyolali Refleksikan Peran Strategis Persyarikatan

Suara Muhammadiyah

8 December 2025

694
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BOYOLALI, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Boyolali menggelar Seminar Semarak Milad Muhammadiyah ke-113 pada Sabtu, 7 Desember 2025, bertempat di SMK Muhammadiyah 04 Boyolali. Kegiatan ini diikuti kurang lebih 100 peserta dari PC IMM se-Solo Raya, serta turut dihadiri Pimpinan Daerah Muhammadiyah Boyolali, Ketua Umum dan Sekretaris Umum DPD IMM Jawa Tengah beserta jajaran Pimpinan DPD IMM Jawa Tengah.

Acara tersebut bertujuan menjadi ruang refleksi bagi kader IMM Boyolali dan IMM se-Solo Raya mengenai kontribusi dan peran strategis mereka terhadap Persyarikatan Muhammadiyah. Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum penguatan jejaring organisasi dan konsolidasi gerakan kader di tingkat cabang dan daerah.

Ketua MPKSDI Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Boyolali, H. Mahmuduzzaman, dalam sambutannya menegaskan bahwa IMM memiliki posisi yang khas dalam Persyarikatan. Ia menyebut IMM sebagai “minoritas ijtima’iyah”, namun harus tetap menghasilkan karya besar.

“IMM itu merupakan minoritas ijtima’iyah, namun meskipun sedikit, karyanya tetap harus banyak. Gerakan IMM tidak boleh berhenti di ruangan ini. Kontekstualisasi gerakannya di luar harus hidup,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kader IMM perlu tumbuh sebagai “intelektual tercerahkan, aktivis berkeadaban, pemimpin masa depan, dan pelopor gerakan.”

Sementara itu, Ketua DPD IMM Jawa Tengah, Nia Nur Pratiwi, S.Pd., M.M., menekankan pentingnya kesinambungan perkaderan sebagai proses metamorfosis dalam tubuh IMM. Menurutnya, tanpa proses tersebut, IMM tidak akan memiliki kader yang tangguh.

“Perkaderan harus terus berjalan sebagai sebuah bentuk roadmap atau metamorfosa dalam Ikatan. Tanpa metamorfosa, kita tidak dapat menjadi kader yang tangguh,” tuturnya. Ia juga mendorong kader untuk terus naik tingkat kepemimpinan. “Yang hari ini masih di komisariat, berproseslah menjadi pimpinan komisariat. Yang hari ini masih di cabang, berproseslah menjadi pimpinan cabang. Atau yang sedang berproses di kota lain, kembalilah berproses menjadi kader IMM di Boyolali.”

Dari internal PC IMM Boyolali, Bendahara Umum PC IMM Boyolali menyampaikan bahwa IMM Boyolali saat ini masih dalam fase awal perkembangan organisasi. Ia mengibaratkan kondisi saat ini sebagai fase “metamorfosis telur”.

“Kami masih belajar untuk berjalan, sehingga perlu dukungan moral dan material dari seluruh pihak,” jelasnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PC IMM se-Solo Raya yang telah hadir dan memberikan dukungan. “Ini akan kami maksimalkan untuk membangun keberadaan IMM di Boyolali dan menguatkan relasi di Solo Raya,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, IMM Boyolali berharap dapat memperkuat posisi organisasi serta memperluas kontribusi kader dalam gerakan dakwah ilmu dan amal di Boyolali serta wilayah Solo Raya. Acara ditutup dengan komitmen bersama untuk mengembangkan gerakan IMM secara lebih progresif dan kolaboratif. (M. Fatahillah)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PONOROGO, Suara Muhammadiyah - Ribuan warga Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, memada....

Suara Muhammadiyah

29 March 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Menjelang perayaan 80 tahun kemerdekaan Indonesia, kita diingatk....

Suara Muhammadiyah

15 August 2025

Berita

KUALA KAPUAS, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kapuas H.Kamaruddin AK m....

Suara Muhammadiyah

30 October 2023

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melantik para pengurus Organisas....

Suara Muhammadiyah

7 February 2024

Berita

BANTUL, Suara Muhamadiyah –  Pimpinan Rating Muhammadiyah Tirtonirmolo Barat bekerja sama....

Suara Muhammadiyah

10 July 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah