JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Karakteristik manusia bertakwa salah satunya senantiasa mendirikan shalat. Menurut Abdul Mu’ti, shalat selalu berimplikasi dengan sabar (Qs al-Baqarah [2] ayat 45-46).
“Ini ada kaitannya dengan puasa. Kalau kita berpuasa, kita melaksanakan sesuatu yang hanya kita dan Allah saja yang tahu,” kata Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.
Menukil hadis qudsi dikemukakan dengan kentara, bahwa puasa itu untuk Allah, dan Dia sendiri yang akan memberikan ganjarannya (HR at-Tirmidzi).
Hadis ini memiliki makna tentang kemuliaan pahala berpuasa. Di lain sisi, sebut Mu’ti, menjadi pokong pangkal dari disiplin diri dan komitmen seorang hamba untuk melaksanakan sesuatu yang baik.
“Puasa itu soal disiplin diri. Puasa itu soal bagaimana kita melakukan sesuatu karena faktor-faktor internal (iman, spiritual), bukan karena faktor-faktor eksternal,” jelasnya, Kamis (26/2) di TvMu Channel dalam program Jendela Ramadhan.
Kontekstualisasi hal tersebut dengan shalat, sambung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah itu, sebagai ibadah yang secara durasi sangat singkat. Namun, yang singkat itu, justru memiliki impresi (pengaruh) yang sangat kuat dalam kehidupan.
“Pengaruh dari sesuatu yang singkat, yang rutin dikerjakan, itu sangat besar terhadap sikap mental dan kepribadian kita,” tekan Mu’ti.
Di sinilah puasa dan shalat saling bersandingan. “Dan itu, kunci kita sukses,” tegas Mu’ti, singkat. Dan, Al-Qur’an mengingatkan untuk mendidik anak-anak senantiasa memiliki kesabaran.
Demikian Nabi Luqman menasihati anaknya agar senantiasa melaksanakan shalat, amar makruf nahi mungkar, dan bersabar atas segala musibah yang terjadi (Qs Luqman [31] ayat 17).
“Dan itu adalah perkara yang harus kita bulatkan, kita tanamkan dengan penuh kesungguhan. Karena melaksanakannya tidak mudah,” ujarnya.
Menggarisbawahi kehidupan sarat dengan kompleksitas yang bobotnya beranekaragam. Untuk itu, Mu’ti berpesan agar menghadapinya dengan sabar. “Insyaallah ada jalan keluar,” tuturnya.
Dengan sabar, niscaya memberikan stamina moral, mental, dan intelektual untuk mencapai sesuatu dengan motivasi dan semangat yang tinggi. (Cris)

