Desa Wisata Zero Waste Jadi Role Model, UMY Dorong Edukasi Sampah Berkelanjutan

Suara Muhammadiyah

16 September 2025

731
Istimewa

Istimewa

BANTUL, Suara Muhammadiyah– Tantangan sampah di kawasan wisata kini semakin mendapat perhatian serius. Tak terkecuali bagi Desa Wisata Edukasi Ikan Hias Dewi Kajii, Kadisoro, Bantul yang menjadi salah satu lokasi pemberdayaan masyarakat melalui program “Desa Wisata Zero Waste”. Sebuah inisiatif pemberdayaan masyarakat yang digagas oleh tim pengabdian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di bawah koordinasi Dr. Ratih Herningtyas, salah satu penerima program dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Sebagai bagian dari program tersebut, baru-baru ini digelar seminar bertema “Mengubah Sampah Menjadi Berkah: Edukasi, Ekonomi, dan Lingkungan”. Seminar ini menghadirkan Ananto Isworo, S.Ag., pendiri Gerakan Sedekah Sampah yang akrab disapa Ustadz Sampah, sekaligus penerima penghargaan Kalpataru dari Pemerintah DIY.

Dalam sesi edukasi, Ananto menekankan pentingnya perubahan pola pikir sejak dari rumah tangga. “Delapan puluh persen persoalan sampah selesai jika ada kesadaran bersama. Keluarga adalah titik awal,” ujarnya. 

Ia juga menggarisbawahi perbedaan antara bank sampah dan sedekah sampah. Menurutnya, sedekah sampah tidak hanya memberi nilai ekonomi, tetapi juga berdampak sosial karena hasilnya dialokasikan untuk kegiatan kemanusiaan.

Salah satu peserta, Rini Sutriasih, juga mengaku mendapat perspektif baru. “Saya sadar sekarang bahwa sampah bisa jadi sarana ibadah sekaligus pemberdayaan ekonomi. Dari rumah, saya akan mulai membiasakan anak-anak memilah sampah dan mengurangi plastik sekali pakai,” ungkapnya.

Gerakan ini diharapkan tidak berhenti pada satu kali kegiatan. Ketua tim pengabdian, Dr. Ratih Herningtyas, menargetkan agar praktik baik di Dewi Kajii bisa berkembang menjadi model pengelolaan sampah terpadu bagi desa wisata lain di DIY bahkan nasional. Melalui program BIMA (Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat), pendekatan zero waste ini dirancang tidak sekadar kampanye sesaat, melainkan budaya baru yang berkelanjutan.

“Desa wisata harus tetap menjadi sumber ekonomi tanpa menambah beban lingkungan. Inovasi pengelolaan sampah berbasis edukasi dan komunitas adalah kuncinya,” jelas Dr. Ratih.

Dengan dukungan akademisi, komunitas, dan tokoh agama, semangat Desa Wisata Zero Waste kini semakin relevan sebagai jawaban atas isu lingkungan yang terus berkembang. Dewi Kajii diharapkan menjadi contoh nyata bahwa sampah bukan lagi ancaman, melainkan berkah bagi masyarakat.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Dr. Abd. Rak....

Suara Muhammadiyah

13 February 2026

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - Jumat, (27/9) tim mahasiswa dari program studi S1 Informatika Unive....

Suara Muhammadiyah

2 October 2024

Berita

LAMPUNG TENGAH, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka Semarak Milad Muhammadiyah ke-111 tahun, Pim....

Suara Muhammadiyah

6 December 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Islam melarang orang pesismis, hal itu disampaikan oleh Ketua Pi....

Suara Muhammadiyah

16 April 2025

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Direktur MBS Zam-Zam, Ustadz Arif Fauzi, Lc., M.Pd., membuka kegiatan....

Suara Muhammadiyah

25 May 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah