Di Rakornas MPKSDI, Wamendikdasmen RI Tekankan Perlunya Pola Perkaderan yang Inovatif

Suara Muhammadiyah

24 October 2025

911
Sesi Talk Show bersama Wakil Menteri Pendidikan Fajar Riza Ul Haq dan Rektor UIN Salatiga Zakiyuddin Baidhawy (24/10).

Sesi Talk Show bersama Wakil Menteri Pendidikan Fajar Riza Ul Haq dan Rektor UIN Salatiga Zakiyuddin Baidhawy (24/10).

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pada sebuat Talk Show dalam rangka Rakornas Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Fajar Riza Ul Haq sempat menyebut sebuah buku terbitan tahun 2024 yang ditulis Jonathan Haidt berjudul The Anxious Generation. Buku ini mengulas tentang fenomena generasi cemas yang belakangan ini menjadi kekhawatiran masyarakat. Fenomena ini tak lain merupakan dampak dari perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan yang kian masif akhir-akhir ini. 

Dalam konteks ini, Fajar mencoba mensinkronkan antara peluang dan tantangan perkaderan yang dihadapi Muhammadiyah ke depan. Saat ini, menurutnya, fokus perkaderan di Muhammadiyah adalah tentang bagaimana membangun resiliensi generasi baru, di samping juga membangun daya kritis, kemampuan penyelesaian masalah, dan menumbuhkan semangat kolaborasi. 

“Kalau organisasi perkaderan kita bisa melakukan keterampilan-keterampilan dasar itu pada anak-anak kita. Mereka relatif akan bisa survive di era kecerdasan buatan,” tegasnya kepada Suara Muhammadiyah (24/10). 

Untuk memuluskan upaya tersebut, Fajar pun mendorong agar pola perkaderan di Muhammadiyah mampu menyajikan perkaderan yang dapat menjawab persoalan generasi baru. 

Menurutnya, banyak sekali pola perkaderan saat ini yang tidak lagi relevan untuk generasi kekinian. “Tak jarang yang menilai perkaderan kita terlalu rumit dan memiliki muatan yang terlampau ideologis untuk anak muda. Pola perkaderan semacam ini tentu tidak banyak diminati oleh generasi muda,” pungkasnya. 

Menanggapi persoalan ini, Fajar berpendapat bahwa perlu adanya terobosan dalam proses perkaderan yang inovatif.  Sehingga pola perkaderan menjadi lebih meluas dan melintas batas organisasi otonom Muhammadiyah. 

“Anak-anak sekarang sangat fungsional. Apakah pola perkaderan semacam ini akan berdampak kepada pendangkalan ideologi organisasi. Kalau kita ubah orientasinya, saya rasa tidak. Tergantung bagaimana kita melihatnya,” papar alumni Pondok Sobron tersebut. 

Sehingga perlu ada reformulasi teologi Al-Ma’un dalam proses kaderisasi di Muhammadiyah. Yang mana proses ini berorientasi kepada terciptanya ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan. “Setiap ortom, hemat saya, harus punya prinsip dasar ini. Bahwa proses perkaderan yang kita lakukan adalah sebuah proses yang berkelanjutan. Yang itu membangun satu ekosistem nilai,” ungkapnya. 

Oleh sebab itu, melihat perbedaan antar generasi yang sangat signifikan, ajaran Islam harus lebih fungsional. Bagaimana seluruh pihak yang terlibat dalam perkaderan mampu membaca perubahan perilaku pada generasi baru. 

Zakiyuddin Baidhawy, Rektor UIN Salatiga mengatakan, berdakwah menurutnya bukan sekadar untuk memperbanyak jamaah. Tapi yang tak kalah penting dalam konteks saat ini adalah terkait bagaimana Muhammadiyah mampu untuk memperluas pengaruhnya di masyarakat. Maka dalam hal ini influence memiliki kedudukan yang sangat penting dalam menyemarakkan upaya perkaderan di Muhammadiyah. (diko)

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAROS, Suara Muhammadiyah - Kegiatan Aksi Bergizi Sehat Berkemajuan merupakan kegiatan yang dilakuka....

Suara Muhammadiyah

17 November 2023

Berita

WONOGIRI, Suara Muhammadiyah - Gayung biru yang tampak kusam itu terus disiduk. Perlu keringat ....

Suara Muhammadiyah

12 October 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Surplus informasi tak sepenuhnya mengandung vitamin literasi bag....

Suara Muhammadiyah

5 March 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pada hari ini, tanggal 31 Januari 2025, Majelis Dikdasmen dan PNF P....

Suara Muhammadiyah

31 January 2025

Berita

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPwr) terus memperluas ja....

Suara Muhammadiyah

4 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah