Di Ranah Minang, Wamen Dikdasmen Dorong Mahasiswa Muhammadiyah Maksimalkan Fungsi Otak

Publish

23 September 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
573
Foto Istimewa

Foto Istimewa

PADANG, Suara Muhammadiyah - Saat mendarat dan menginjakkan kaki di ranah Minang (22/09), Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq langsung mengisi Simposium Kebangsaan di Convention Hall Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif, Kampus I Padang Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB).

Di hadapan ribuan mahasiswa baru, Wamen Fajar mengatakan bahwa kampus menjadi kawah candradimuka untuk menempa karakter. Selain itu, sambungnya, kampus merupakan tempat untuk melatih kompetensi sosial dan kompetensi kepemimpinan. 

“Salah satu tantangan adik-adik setelah lulus dari kampus ini adalah tentu persaingan dunia kerja. Kalau semua berpikir menjadi ASN, menjadi PNS, tentu hanya kurang dari 10% yang bisa diterima sebagai ASN. Lantas, adik-adik larinya ke mana? Ke dunia profesional. Ke dunia wirausaha,” ungkapnya.

Menurut Wamen Fajar yang juga Ketua Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis (LKKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini, di antara hal yang menjadi nilai tambah ketika bergabung dengan kampus Muhammadiyah ialah menjadi bagian dari jaringan besar Persyarikatan Muhammadiyah yang tersebar mulai dari Aceh sampai Papua. Bahkan, juga ada di banyak negara. 

“Muhammadiyah sampai hari ini sudah memiliki pimpinan cabang istimewa di banyak negara. Jumlahnya puluhan negara. Sehingga, adik-adik kalau kelak nanti pergi ke suatu negara, itu akan menjumpai yang namanya PCIM: Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah. Selain itu, adik-adik yang sekarang diterima di kampus ini, kelak di kemudian hari akan menjadi pemimpin di republik ini,” tutur Wamen Fajar.

Fajar menilai banyak sosok-sosok berotak besar yang lahir dari rahim Minangkabau. Oleh karena itu, Fajar mengajak para mahasiswa untuk memperkuat pengetahuan dan memaksimalkan fungsi otak sehingga suatu saat nanti mampu melahirkan otak-otak besar yang sudah lama tersembunyi.

“Dulu, di ranah Minang pernah mekar berkembang apa yang disebut dengan industri otak. Kini kita tidak tahu ke mana otak-otak itu bersembunyi. Maka dari itu, saya menekankan pentingnya industri otak Minang diperkuat dan diperbesar,” pesan Wamen Fajar.

Setelah memberikan kuliah umum, Wamen Fajar melanjutkan membuka acara BGTK, meninjau revitalisasi di SMAN 6 Padang, serta mengunjungi SMK 1 Muhammadiyah Padang. Kemudian bertolak ke Kabupaten Padang Pariaman untuk mengunjungi sekolah bersejarah SMA INS Kayu Tanam yang didirikan oleh Engku Muhammad Sjafei, Menteri Pendidikan Republik Indonesia Ketiga setelah Ki Hadjar Dewantara dan Todung Sutan Gunung Mulia.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SERUYAN, Suara Muhammadiyah – Jelang Musyawarah Pimpinan Wilayah (Musypimwil) Muhammadiyah Kal....

Suara Muhammadiyah

25 April 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Kegiatan belajar mengajar tak terbatas pada ruang kelas. Outin....

Suara Muhammadiyah

20 September 2023

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Program Studi Hubungan Masyarakat angkatan 2023 Fakultas I....

Suara Muhammadiyah

21 January 2026

Berita

Kritisi Diplomasi Publik dan Peran Diaspora YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Prof. Dr. Tulus W....

Suara Muhammadiyah

9 November 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Masyarakat sudah lama memiliki aspirasi supaya biaya haji -ya....

Suara Muhammadiyah

17 May 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah