Di Tengah Maraknya Kekerasan, UMY Tekankan Integritas dalam Pelantikan 100 Apoteker Baru

Suara Muhammadiyah

21 April 2026

423
Dok Istimewa

Dok Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Maraknya kasus kekerasan di lingkungan pelayanan kesehatan menjadi peringatan serius bagi para apoteker baru agar membentengi diri dari potensi pelanggaran etik sejak awal karier. Pesan tersebut disampaikan dalam prosesi Pengambilan Sumpah Apoteker Periode XVIII Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang berlangsung di Sportorium UMY, Selasa (21/4).

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY, Prof. Dr. Zuly Qodir, M.Ag., menegaskan bahwa prestasi akademik yang tinggi dapat runtuh seketika apabila tidak disertai integritas dan etika profesi yang kuat.

“Belakangan ini kita melihat banyak kasus kekerasan di lingkungan pelayanan kesehatan, baik kekerasan verbal, seksual, maupun simbolik. Ini menjadi peringatan bagi kita semua,” ujar Zuly dalam sambutannya.

Sebanyak 100 lulusan Program Studi Profesi Apoteker UMY resmi diambil sumpahnya dalam kesempatan tersebut. Seluruh lulusan angkatan ke-17 ini mencatatkan capaian luar biasa dengan predikat cum laude.

Zuly mengapresiasi capaian akademik tersebut, namun sekaligus mengingatkan bahwa keberhasilan tersebut harus diimbangi dengan tanggung jawab moral yang besar dalam praktik profesional.

Ia menekankan tiga pilar utama yang harus dipegang teguh oleh setiap apoteker, yaitu integritas, kejujuran, dan komitmen untuk menolak segala bentuk kekerasan dalam praktik pelayanan kesehatan.

“Di mana pun Anda berada, junjung tinggi integritas. Pegang teguh kejujuran. Jangan sampai terjebak pada tindakan yang melanggar etika, karena hal tersebut dapat merusak masa depan Anda sendiri,” tegasnya.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut bersifat universal dan diajarkan oleh seluruh agama, sebagaimana tercermin dari keberagaman latar belakang lulusan yang mengikuti prosesi sumpah.

Dengan dilantiknya 100 apoteker baru yang seluruhnya berpredikat cum laude, UMY menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menghasilkan tenaga kefarmasian yang unggul secara akademik, tetapi juga profesional yang menjunjung tinggi etika dan integritas.

Zuly menutup sambutannya dengan menegaskan bahwa kualitas pengabdian seorang apoteker di tengah masyarakat tidak hanya ditentukan oleh kompetensi, tetapi juga oleh karakter dan nilai moral yang dipegang teguh. (ID)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Bertempat di Aula atas SMA Muhammadiyah 3 Wirobrajan Yogyakarta, di....

Suara Muhammadiyah

29 January 2024

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Dua Lembaga Badan Pembantu Pimpinan (BPP) Aisyiyah Sumatera Utara, LBSO ....

Suara Muhammadiyah

10 December 2023

Berita

Dosen Manajemen UMY Gelar Pelatihan Bersama PRA Aisyiyah Sidomulyo SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Dos....

Suara Muhammadiyah

7 April 2024

Berita

BANDAACEH, Suara Muhammadiyah - Rektor Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) Dr. Aslam Nur. MA resm....

Suara Muhammadiyah

19 February 2024

Berita

Prodi MH UAD Bekerjasama Dengan Prodi MH UMMAT, Dispar NTB & Yayasan Palmitri Budapest Hungaria ....

Suara Muhammadiyah

16 February 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah