Dibalik Gagahnya Muhammadiyah, karena Ada Spirit Kemandirian, Bukan Ketergantungan

Suara Muhammadiyah

18 March 2026

572
Deni Asy’ari, MA., Dt Marajo. Foto: Cris

Deni Asy’ari, MA., Dt Marajo. Foto: Cris

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah itu organisasi Islam terbesar. Kuncinya terletak pada dimensi kemandiriannya.

"Muhammadiyah besar, Muhammadiyah berkembang karena disokong dan didorong oleh DNA kemandirian," demikian tegas Deni Asy'ari, Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media/Suara Muhammadiyah.

Cikal bakal kemandirian itu berpokok pangkal dari para saudagar. Deni mengisahkan kala itu, Kiai Dahlan memukul kentongan sebagai sinyalemen Muhammadiyah butuh dana untuk sekolah dan tenaga pendidikan.

"Oleh karena itu, saya pukul kentongan ini saya mau melelang harta-harta saya," kata Dahlan, dinukil Deni.

Kauman pada saat itu bukanlah kampung pinggiran. Tapi Kauman itu adalah kampung saudagar. "Banyak tokoh-tokoh pengusaha sukses di Kauman," jelas Deni.

Tetapi, Kiai Dahlan tidak berpangku tangan pada para saudagar. Prinsip fundamental dipegangnya: yadul 'ulyaa khairun minal yadis sufla, "tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah."

Pada episode berikutnya, Muhammadiyah semakin menunjukkan taringnya. Makin mekar dan berkembang amat pesat di daerah-daerah. 

"Memang di situ tumbuh subur saudagar-saudagar Muhammadiyah," bebernya, Selasa (17/3) saat Kajian I'tikaf Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Piyungan di Musala Darussalam Jolosutro, Srimulyo, Piyungan, Bantul.

Dari situlah kemudian, mulai bermunculan para saudagar-saudagar lainnya. Mereka adalah Kiai Haji Abdurrahman, Kiai Haji Jamhari, Sutan Mansur, Mansur Al-Yamani, dan sebagainya.

"Semua ini adalah orang-orang yang mandiri. Kenapa dia mandiri? Karena memiliki latar belakang saudagar," ungkapnya.

Inilah basic dasar titik awal perkembangan Muhammadiyah. Yang terasah sedemikian rupa dari koridor kemandirian. 

"Muhammadiyah bisa tumbuh berkembang di daerah-daerah itu karena disokong oleh kemandirian. Saya haqqul yaqin, kejayaan Islam, kemajuan Islam salah satu faktornya basicnya adalah kemandirian," tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BENGKULU, Suara Muhammadiyah - Nici Jarsi, seorang staf Kantor Urusan Internasional (KUI) Universita....

Suara Muhammadiyah

9 January 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Dalam upaya memperkuat peran keluarga sebagai sekolah pertama da....

Suara Muhammadiyah

24 October 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Abdul Razaq Fakhruddi....

Suara Muhammadiyah

12 September 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Di....

Suara Muhammadiyah

3 June 2026

Berita

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah - “Masjid! makmur memakmurkan. Masjid! dari masjid kita bangkit.....

Suara Muhammadiyah

11 November 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah