Diktilitbang PP Muhammadiyah Dorong FORDEK FISIP PTMA Perkuat Misi Kebangsaan dan Internasionalisasi

Publish

24 January 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
56
Istimewa

Istimewa

BENGKULU, Suara Muhammadiyah - Anggota Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Nurhadi, S.Sos., Ph.D., secara resmi membuka Kongres Forum Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (FORDEK FISIP PTMA) Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Jumat, 23 Januari 2026, di Aula Hasan Din Kampus 4 Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB).

Dalam sambutannya, Nurhadi menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada FORDEK FISIP PTMA atas terselenggaranya kongres tersebut. Ia juga menyampaikan pesan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah beserta pleno Majelis Diktilitbang.

“Menyampaikan pesan dari Pak Ketua dan juga Pleno Majelis, kami mengucapkan selamat kepada Forum Dekan FISIP PTMA yang telah berhasil menggelar Kongres FORDEK FISIP PTMA Tahun 2026. Semoga acaranya berjalan lancar, dan Majelis sangat berterima kasih kepada forum-forum asosiasi yang selama ini berkontribusi nyata dalam memajukan PTMA,” ujarnya.

Nurhadi menegaskan bahwa FORDEK FISIP PTMA mengemban sejumlah misi strategis, salah satunya adalah misi kebangsaan. Menurutnya, para dekan FISIP memiliki peran penting dalam mengawal isu-isu krusial bangsa.

“Forum Dekan FISIP PTMA ini memiliki banyak misi. Yang pertama tentu saja misi kebangsaan. Banyak kontribusi yang telah dilakukan para dekan dalam mengawal bangsa ini, terutama dalam isu demokratisasi, korupsi, kerusakan lingkungan, hingga tata kelola pemerintahan. Setiap individu memiliki ekspertise yang bisa dimanfaatkan untuk kemajuan bangsa,” jelasnya.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya pengembangan jejaring FISIP PTMA, baik di tingkat nasional maupun internasional. Meskipun jejaring internasional telah terbangun, tantangan efisiensi anggaran perlu disikapi dengan strategi yang tepat.

“FISIP PTMA sebenarnya sudah memiliki jaringan yang luas, termasuk di Asia Tenggara dan kawasan non-Asia. Namun, kita juga mendengar adanya keluhan terkait efisiensi anggaran, sehingga perlu strategi yang lebih adaptif,” ungkap Nurhadi.

Dalam konteks tersebut, Nurhadi mendorong FORDEK FISIP PTMA untuk mengembangkan strategi internasionalisasi yang relevan dengan keterbatasan sumber daya, khususnya melalui pendekatan internationalization at home.

“Dalam manajemen pendidikan tinggi, ada dua strategi internasionalisasi, yaitu internationalization abroad dan internationalization at home. Yang pertama membawa dosen dan mahasiswa ke luar negeri, sedangkan yang kedua membawa standar kurikulum dan SDM internasional ke dalam negeri. Dalam kondisi sumber daya yang terbatas, internationalization at home justru sangat strategis,” paparnya.

Ia menambahkan bahwa strategi tersebut dapat diterapkan secara menyeluruh, mulai dari budaya akademik, kurikulum, riset, pengabdian kepada masyarakat, hingga tata kelola dan pengembangan sumber daya manusia.

“Forum Dekan dapat mengembangkan internationalization at home dari budaya akademiknya, kurikulumnya, risetnya, pengabdian masyarakat, hingga tata kelola dan SDM,” lanjutnya.

Nurhadi juga menekankan kontribusi FORDEK FISIP PTMA dalam pengembangan PTMA secara institusional, khususnya dalam meningkatkan mutu dan daya saing global.

“Tema yang diangkat, unggul di dalam namun kompetitif di global, saya kira sangat tepat. Keunggulan akreditasi menjadi daya tarik sekaligus strategi internal untuk menjaring mahasiswa. Forum Dekan juga dapat menjadi ruang bersama untuk merumuskan strategi peningkatan jumlah mahasiswa,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan peran strategis FISIP sebagai anchor institution atau institusi jangkar di daerah.

“FISIP sebagai bagian dari universitas harus mampu menjadi anchor institution, yakni penghubung antara pengembangan ilmu pengetahuan dan pengembangan masyarakat. Produksi pengetahuan saat ini tidak hanya dilakukan di perguruan tinggi, tetapi melalui knowledge co-production bersama pemerintah daerah, NGO, dan pusat-pusat riset,” jelas Nurhadi.

Melalui peran tersebut, ia berharap FISIP PTMA dapat memperkuat kontribusi perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di daerah masing-masing.

Menutup sambutannya, Nurhadi berharap Kongres FORDEK FISIP PTMA Tahun 2026 dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan kepengurusan yang semakin baik.

“Kita berdoa bersama semoga FORDEK FISIP PTMA dapat berjalan lancar dan menghasilkan kepengurusan yang lebih baik dari sebelumnya. Bukan berarti yang sebelumnya kurang baik, tetapi continuous improvement itu selalu baik,” pungkasnya.

 

 


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - PS Hizbul Wathan (PSHW) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) b....

Suara Muhammadiyah

24 February 2025

Berita

TAMIANG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah Dr. Apt. Salmah Orbayinah, M.Kes., melaku....

Suara Muhammadiyah

13 January 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Kajian Jelang Berbuka ke-16 yang diselenggarakan di Masjid Is....

Suara Muhammadiyah

17 March 2025

Berita

KAMPAR, Suara Muhammadiyah - Haji Bustanul Arifin kader Muhammadiyah Kampar, Riau yang berprofe....

Suara Muhammadiyah

9 March 2024

Berita

PALANGKA RAYA, Suara Muhammadiyah - Pos Bantuan Hukum (Posbakum) 'Aisyiyah Kalimantan Tengah menggel....

Suara Muhammadiyah

23 February 2025