YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Transformasi menuju ekonomi berbasis inovasi (innovation-driven economy) terus diperkuat melalui kerja sama antar-lembaga. Terbaru, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah meresmikan kolaborasi strategis pendanaan riset melalui skema RISPRO Invitasi Berkemajuan.
Penandatanganan perjanjian tersebut dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Kamis (19/2), sebagai bagian dari komitmen bersama dalam mendorong daya saing nasional menuju Indonesia Emas 2045. Sebanyak 26 proposal penelitian dari 13 perguruan tinggi terpilih dalam skema ini, tidak hanya dari jaringan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), tetapi juga dari perguruan tinggi negeri seperti Universitas Indonesia dan Universitas Jenderal Soedirman.
Kolaborasi ini tidak sekadar menjadi seremoni penandatanganan kontrak pendanaan, melainkan menandai penguatan sinergi antara negara dan organisasi kemasyarakatan dalam membangun fondasi ekonomi masa depan yang bertumpu pada riset, inovasi, serta hilirisasi teknologi.
Direktur Fasilitasi Riset LPDP, Dr. Ayom Widipaminto, menyatakan bahwa penguatan ekonomi berbasis inovasi membutuhkan kolaborasi multipihak yang berkelanjutan. Menurutnya, model pendanaan bersama ini menunjukkan bahwa pembiayaan riset tidak harus sepenuhnya bergantung pada skema konvensional berbasis APBN, melainkan dapat dikembangkan melalui kemitraan strategis yang setara.
“Pendanaan bersama ini menjadi langkah konkret untuk mempercepat transformasi ekonomi nasional. Inovasi yang dihasilkan harus berdampak nyata dan berkontribusi pada penguatan daya saing Indonesia di tingkat global,” ujar Ayom.
Sementara itu, Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si., menegaskan bahwa kolaborasi ini mencerminkan komitmen Muhammadiyah dalam mengambil peran aktif pada pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia menekankan bahwa riset harus menjadi instrumen perubahan sosial sekaligus penggerak kemajuan ekonomi bangsa.
“Kolaborasi ini merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus kontribusi nyata Muhammadiyah dalam mendukung pembangunan nasional berbasis inovasi,” kata Bambang.
Program RISPRO Invitasi Berkemajuan didukung dengan total pendanaan sebesar Rp20 miliar melalui skema pooling fund dengan kontribusi berimbang antara LPDP dan Muhammadiyah. Skema ini memperlihatkan model kemitraan setara antara lembaga negara dan organisasi masyarakat dalam membiayai inovasi strategis nasional.
Pelaksanaan penandatanganan di UMY juga mempertegas posisi perguruan tinggi sebagai simpul penguatan ekosistem riset dan inovasi. Sebagai salah satu perguruan tinggi unggulan Muhammadiyah, UMY menjadi ruang pertemuan strategis antara pembuat kebijakan, pengelola riset, dan akademisi dalam merumuskan arah pembangunan berbasis pengetahuan.
LPDP dan Muhammadiyah berharap kolaborasi ini dapat mempercepat peningkatan belanja riset nasional sekaligus memperkuat fondasi ekonomi berbasis teknologi dan inovasi. Upaya tersebut dinilai krusial mengingat belanja riset Indonesia saat ini masih berada di bawah satu persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). (ID)

