Dosen UM Buton Berdayakan Nelayan dengan Teknologi

Publish

30 October 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1329
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BUTON, Suara Muhammadiyah - Desa Lamaninggara, Kecamatan Siompu Barat, Kabupaten Buton Selatan, kini menjadi saksi dari upaya pemberdayaan ekonomi nelayan melalui program yang digagas oleh tim dosen Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton). Program bertajuk Menuju Kemandirian Ekonomi melalui Pelatihan sebagai Landasan Pemberdayaan Nelayan Desa Lamaninggara melalui Program Kemitraan Masyarakat di Sektor Perikanan ini digawangi oleh Muhammad Chaiddir Hajia, S.T., M.T., bersama Ismail Failu, S.Pi., M.Si., dan Muh. Sayfullah, S., S.T., M.T.

didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, melalui skema pemberdayaan berbasis masyarakat tahun anggaran 2024, dengan nomor kontrak induk  072/E5/PG.02.00/PM.BATCH2/2024 dan nomor kontrak turunan 1097/LL.9/PK.00.PPM.BATCH.2/2024, B/16/UMB.3.2/PT.01.03/2024.

Program ini memberi wawasan baru bagi kelompok nelayan setempat, khususnya Kelompok Nelayan Bersatu yang diketuai oleh Sadam Husain, tentang pentingnya teknologi GPS dalam mencari lokasi penangkapan ikan yang optimal. Sebelumnya, nelayan di Desa Lamaninggara terbiasa menggunakan alat sederhana seperti handphone untuk navigasi. Dengan adanya pelatihan ini, mereka dibekali teknologi GPS yang mampu terhubung dengan aplikasi penangkapan ikan, yang diyakini memudahkan identifikasi area tangkapan yang lebih baik.

Muhammad Chaiddir Hajia menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan nelayan dalam menggunakan teknologi yang relevan, termasuk penggunaan jaring pukat nilon yang lebih kuat dibandingkan jaring tradisional. “Dengan teknologi ini, kami ingin nelayan di Lamaninggara bisa menangkap ikan lebih efektif dan aman. Program ini kami rancang sebagai landasan untuk menciptakan kemandirian ekonomi mereka di sektor perikanan,” ujarnya.

Sadam Husain, Ketua Kelompok Nelayan Bersatu, mengungkapkan harapan dan antusiasmenya terhadap program ini. “Kami sangat bersyukur atas program ini karena selama ini kami belum pernah menggunakan GPS atau jaring yang lebih baik. Dengan pelatihan ini, hasil tangkapan kami meningkat, dan kami kini bisa menjual ikan tidak hanya di desa, tapi juga ke wilayah kecamatan yang lebih luas,” tuturnya.

Tidak hanya dalam teknologi penangkapan ikan, program ini juga mengajarkan strategi pemasaran untuk memperluas jaringan penjualan ikan hasil tangkapan. Melalui pelatihan ini, para nelayan diharapkan tidak hanya mandiri dalam hal produksi, tetapi juga dalam hal pemasaran hingga mampu mengangkat kesejahteraan ekonomi mereka dan desa Lamaninggara secara keseluruhan.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, UM Buton menunjukkan komitmennya untuk berperan aktif dalam menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan di masyarakat, terutama di kawasan pesisir yang menjadi penopang ekonomi setempat.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

TELUK BINTUNI, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah Papua Barat mencatatkan sejarah baru. Pasalnya Univ....

Suara Muhammadiyah

10 June 2025

Berita

Delegasi 15 Perguruan Tinggi Lakukan Dialog Ilmiah dengan KJRI Penang soal Perlindungan PMI Non-Pros....

Suara Muhammadiyah

24 April 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - ‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan yang bernaung di bawah....

Suara Muhammadiyah

25 October 2024

Berita

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majelis Pembinaan Kesehatan Umum P....

Suara Muhammadiyah

18 July 2025

Berita

Aktif dan Pelopor Kebangkitan Hizbul Wathan TUBABA, Suara Muhammadiyah - Susilo Aris Nugroho, Ketua....

Suara Muhammadiyah

14 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah