Dosen UMJ Bahas Strategi Pencegahan Ekstremisme di Forum Internasional

Suara Muhammadiyah

11 June 2026

147
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta (FAI UMJ), Dr. Ismail, S.Sos., M.Pem.I., bahas Extraordinary crime di Indonesia pada International Conference On Islamic Civilisational Studies. kegiatan ini diselenggarakan oleh Univeristas Islam Selangor (UIS) di Hotel Nilai Springs Resort, Malaysia, pada Rabu (10/06/2026).

Konferensi ke 12 tahun ini mengusung tema “Transformation of Islamic Studies in The Digital Era Tradition of Knowledge Integrity and Innovation”. Konferensi ini merupakan salah satu ajang akademik unggul di Asia Tenggara, yang diikuti oleh delegasi dan pembicara dari beberapa negara Asia Tenggara.

Dalam paparannya, Ismail mengangkat topik yang berjudul “Community Based Extremism Prevention Strategies Through Social Media and Religious Moderation Education in Support of Asta Cita.” Ia menjelaskan tentang tantangan serta ancaman terbesar di Indonesia dan negara-negara lain pada umumnya yaitu Extraordinary crime. Kejahatan tersebut meliputi kejahatan korupsi, narkoba, dan virus ideologi kekerasan lainnya seperti intoleran, radikalisme, dan terorisme.

“Virus ektremisme ini masih menjadi tantangan serius bagi ketahanan nasional, persatuan masyarakat, serta keberlangsungan kehidupan berbangsa yang damai. Sehingga diharapkan ada kewaspadaan dan kepedulian di tengah perkembangan teknologi digital telah memperluas ruang penyebaran ideologi ekstrem melalui media sosial, terutama kepada generasi muda yang menjadi pengguna aktif platform digital,” jelasnya.

Ismail menjelaskan penelitiannya yang mendorong dan mendukung program asta cita dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Asta cita tersebut antara lain memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya, serta peningkatan toleransi antarumat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan Makmur.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa untuk mengaktulasikan program pada asta cita Presiden tersebut dibutuhkan sinergi dan kolaborasi dari elemen bangsa secara pentahelix untuk menjaga keutuhan NKRI dan menuju Indonesia maju. Indonesia hari ini mengalami fase bonus demografi, dimana jumlah penduduk Indonesia terdiri dari sekitar 68% dari total penduduknya berada dalam usia produktif (15-64 tahun).

Ia mengatakan total pengguna internet di Indonesia mencapai 235,26 juta jiwa, estimasi jumlah pengguna internet untuk masing-masing kelompok demografi tersebut adalah Generasi Z: sekitar 80,9 juta pengguna, Milenial: sekitar 72,0 juta pengguna. Sehingga dibutuhkan literasi media sosial yang arif, bijaksana dan kontrol penggunaan media sosial dalam kontra ideologi, kontra narasi, dan kontra propaganda.

“Pendekatan moderasi beragama dipandang memiliki dampak positif dalam mitigasi virus ekstremisme berbaisis kekerasan mengarah pada terorisme menjadikan agama sebagai tunggangan (alat legitimasi) untuk menyebarkan virus tersebut,” Jelasnya.

Ismail memaparkan bahwa pendidikan moderasi beragama yang dimaksud adalah memiliki empat pilar, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan keserasian nilai-nilai budaya lokal. Dalam konteks toleransi umat beragama, dibutuhkan semangat inovasi dan transformasi dalam perspektif ukhuwah basyariyah, wathaniyah, dan Islamiyah.

Kemudian dalam pandangan ijtihad Muhammadiyah dicetuskan gagasan Darul Ahdi Wa Syahadah adalah konsep pemahaman kebangsaan dengan menjadikan Pancasila dan NKRI sebagai hasil konsensus atau perjanjian luhur (kesepakatan) antara para pendiri bangsa dan seluruh elemen masyarakat Indonesia.

Sedangkan Darus Syahadah dipahami dengan pemikiran setelah bersepakat, umat Islam memiliki kewajiban moral dan tanggung jawab teologis untuk membuktikan komitmennya dengan cara mengisi, membangun, dan memajukan bangsa melalui karya-karya nyata dan berkemajuan di tengah-tengah perbedaan suku, agama, ras, dan antar kelompok.

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) bersama Pimpinan Cabang M....

Suara Muhammadiyah

28 January 2026

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Menghadapi era yang serba cepat, IMM tidak bisa bergerak sendiri. Sebes....

Suara Muhammadiyah

29 October 2025

Berita

TOKYO, Suara Muhammadiyah – SMK Muhammadiyah 2 Muntilan terus memperkuat komitmennya dalam men....

Suara Muhammadiyah

27 June 2026

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah -  SMK SPP SNAKMA Muhammadiyah Tanjung Anom menggelar kegiatan Job-Fa....

Suara Muhammadiyah

18 November 2023

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Tinjau persiapan launching TK ABA Semesta di Gamping, Sleman pada....

Suara Muhammadiyah

12 May 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah