Dulu Tulis-Menulis, Kini Berbisnis, Suara Muhammadiyah Bidik Kans Pasar Pariwisata

Suara Muhammadiyah

11 August 2026

202
Masyarakat berkunjung ke Toko Oleh-oleh 1915 Khas Jogja di Grha Suara Muhammadiyah. Foto: Pras

Masyarakat berkunjung ke Toko Oleh-oleh 1915 Khas Jogja di Grha Suara Muhammadiyah. Foto: Pras

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tiada yang dapat menerka, Suara Muhammadiyah yang dikatakan Agus Taufiqurrahman, dulu bergerak di dakwah bil qalam (tulisan), kini bertransformasi ke konteks dengan ejawantah sektor perdagangan dan industri pariwisata.

"SM niku dimulai dari dakwah Bil Kitabah, tulisan. Dan kalau Bapak Ibu menemukan edisi-edisi awal justru malah tersimpan di Leiden, Belanda, itu tersimpan rapi," tuturnya Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.

Salah satu tulisan yang disorot Agus yaitu Halal bi halal. Dulu tulisannya chalal bil chalal. "Tahun 1924, SM sudah memuat sebutan halal bi halal itu," bongkar Agus.

Itulah ciri khas Suara Muhammadiyah awal kelahirannya. "Memang budaya awal untuk dakwah dengan tulisan. Nah, tulisan itu yang ditulis huruf menjadi kata, kata menjadi kalimat," tuturnya.

Kini, tidak sekadar mandeg di sektor tulis-menulis (literasi). Dakwahnya dilebarkan lagi yang digerakkan pasa bisnis ekonomi umat; Toko Oleh-oleh 1915 Khas Jogja.

Diresmikan Selasa (11/8), animo masyarakat terbilang cukup tinggi. Bahkan, sebelum dilaunching saja, sudah ada yang berkunjung. Adalah, Siti Supah Marwah, wisatawan dari Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

"Kebetulan lewat pasnya, ih kayaknya ada pusat oleh-oleh baru gitu. Mampir ke sini sekalian lihat juga SM Tower gitu," bebernya.

Ia sangat senang bisa mampir ke toko tersebut. Lebih-lebih, menjadi pengunjung pertama. "Bisa menikmati berbagai produk UMKM yang ada di Suara Muhammadiyah. Banyak banget varian-variannya, terutama bakpia ini," terangnya.

Sisi lain, Aris Madani juga sangat puas dengan ragam rupa produk yang tersaji di Toko Oleh-oleh 1915 Khas Jogja ini. "Melihat gerainya ini keren banget, sangat menarik," ungkap Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta itu.

Begitu juga dalam hal ihwal display penataan barang-barangnya, kata Aris, tertata dengan baik, demikian halnya harganya, cukup bersaing.

"Saya yakin dengan tempat yang strategis, kemudian nanti juga pelayanan yang baik, produk-produk yang bagus, insyaallah akan laris toko 1915," ujar Aris, optimis.

Demikian juga disingkap kader muda Muhammadiyah, Bhisma Rahaditya Handoko. "Mantap banget. Ini gerai pertama dari suara Muhammadiyah dan cukup lengkap untuk produk-produknya," bebernya.

Wakil Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Jetis Kota Yogyakarta itu menilai, Muhammadiyah begitu rupa mengembangkan ekonomi umat. Karena itu, ia mengajak para kader muda Muhammadiyah, khususnya PCPM Jetis untuk mengcopy-paste bisnis ekonomi yang diejawantahkan Suara Muhammadiyah.

"Mungkin bisa jadikan percontohan juga bagi teman-teman pemuda, teman-teman di lingkungan Persyarikatan," ujar Bhisma, seraya berharap bisnis baru Suara Muhammadiyah ini berjalan dengan lancar ke depannya.

"Semoga ke depan bisa sukses selalu Suara Muhammadiyah dan juga unit bisnisnya," tandas Bhisma. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANYUWANGI, Suara Muhammadiyah – Berbagi kebahagiaan di bulan Ramadhan sesuai dengan semangat ....

Suara Muhammadiyah

23 March 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah sebagai organisasi Islam modern dituntut untuk tida....

Suara Muhammadiyah

15 May 2026

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Spirit menuntut ilmu meniscayakan bagian fundamental dalam kehidupan. D....

Suara Muhammadiyah

25 June 2026

Berita

BARRU, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Barru bersama Organis....

Suara Muhammadiyah

18 April 2026

Berita

PULANG PISAU, Suara Muhammadiyah - Guna menggelorakan kembali semangat literasi, tradisi membaca dan....

Suara Muhammadiyah

3 December 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah