Dulu Tulis-Menulis, Kini Berbisnis, Suara Muhammadiyah Bidik Kans Pasar Pariwisata

Suara Muhammadiyah

11 August 2026

118
Masyarakat berkunjung ke Toko Oleh-oleh 1915 Khas Jogja di Grha Suara Muhammadiyah. Foto: Pras

Masyarakat berkunjung ke Toko Oleh-oleh 1915 Khas Jogja di Grha Suara Muhammadiyah. Foto: Pras

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tiada yang dapat menerka, Suara Muhammadiyah yang dikatakan Agus Taufiqurrahman, dulu bergerak di dakwah bil qalam (tulisan), kini bertransformasi ke konteks dengan ejawantah sektor perdagangan dan industri pariwisata.

"SM niku dimulai dari dakwah Bil Kitabah, tulisan. Dan kalau Bapak Ibu menemukan edisi-edisi awal justru malah tersimpan di Leiden, Belanda, itu tersimpan rapi," tuturnya Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.

Salah satu tulisan yang disorot Agus yaitu Halal bi halal. Dulu tulisannya chalal bil chalal. "Tahun 1924, SM sudah memuat sebutan halal bi halal itu," bongkar Agus.

Itulah ciri khas Suara Muhammadiyah awal kelahirannya. "Memang budaya awal untuk dakwah dengan tulisan. Nah, tulisan itu yang ditulis huruf menjadi kata, kata menjadi kalimat," tuturnya.

Kini, tidak sekadar mandeg di sektor tulis-menulis (literasi). Dakwahnya dilebarkan lagi yang digerakkan pasa bisnis ekonomi umat; Toko Oleh-oleh 1915 Khas Jogja.

Diresmikan Selasa (11/8), animo masyarakat terbilang cukup tinggi. Bahkan, sebelum dilaunching saja, sudah ada yang berkunjung. Adalah, Siti Supah Marwah, wisatawan dari Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

"Kebetulan lewat pasnya, ih kayaknya ada pusat oleh-oleh baru gitu. Mampir ke sini sekalian lihat juga SM Tower gitu," bebernya.

Ia sangat senang bisa mampir ke toko tersebut. Lebih-lebih, menjadi pengunjung pertama. "Bisa menikmati berbagai produk UMKM yang ada di Suara Muhammadiyah. Banyak banget varian-variannya, terutama bakpia ini," terangnya.

Sisi lain, Aris Madani juga sangat puas dengan ragam rupa produk yang tersaji di Toko Oleh-oleh 1915 Khas Jogja ini. "Melihat gerainya ini keren banget, sangat menarik," ungkap Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta itu.

Begitu juga dalam hal ihwal display penataan barang-barangnya, kata Aris, tertata dengan baik, demikian halnya harganya, cukup bersaing.

"Saya yakin dengan tempat yang strategis, kemudian nanti juga pelayanan yang baik, produk-produk yang bagus, insyaallah akan laris toko 1915," ujar Aris, optimis.

Demikian juga disingkap kader muda Muhammadiyah, Bhisma Rahaditya Handoko. "Mantap banget. Ini gerai pertama dari suara Muhammadiyah dan cukup lengkap untuk produk-produknya," bebernya.

Wakil Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Jetis Kota Yogyakarta itu menilai, Muhammadiyah begitu rupa mengembangkan ekonomi umat. Karena itu, ia mengajak para kader muda Muhammadiyah, khususnya PCPM Jetis untuk mengcopy-paste bisnis ekonomi yang diejawantahkan Suara Muhammadiyah.

"Mungkin bisa jadikan percontohan juga bagi teman-teman pemuda, teman-teman di lingkungan Persyarikatan," ujar Bhisma, seraya berharap bisnis baru Suara Muhammadiyah ini berjalan dengan lancar ke depannya.

"Semoga ke depan bisa sukses selalu Suara Muhammadiyah dan juga unit bisnisnya," tandas Bhisma. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Pelaksanaan Baitul Arqam di Muhammadiyah menjadi sangat penting....

Suara Muhammadiyah

15 June 2026

Berita

BULUKUMBA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) menggelar keg....

Suara Muhammadiyah

6 March 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Kaprodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah (U....

Suara Muhammadiyah

11 September 2024

Berita

GOWA, Suara Muhammadiyah - Cabang Muhammadiyah Pallangga Gowa terus menggerakkan dan menyebarkan syi....

Suara Muhammadiyah

24 April 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Di Bawah teriknya matahari, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM....

Suara Muhammadiyah

23 November 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah