Kenangan Tak Terlupakan Haedar Nashir Bersama SM

Suara Muhammadiyah

14 August 2024

2050
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Haedar Nashir, MSi. Foto: Cris

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Haedar Nashir, MSi. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Haedar Nashir, MSi mengaku bangga melihat kemajuan yang dicapai oleh Suara Muhammadiyah (SM) sampai menapak di usia ke-109. Menurutnya, kemajuan ini merupakan manifestasi dari dedikasi dan kerja keras seluruh keluarga besar SM.

“Kami atas nama PP Muhammadiyah menyampaikan Jazakumullah Ahsanal Jaza. Tentu setelah kita milad, kita harus semakin tinggi lagi keikhlasan, pengkhidmatannya, dan kerja kerasnya yang dilandasi semangat untuk bekerja lebih unggul dan berkemajuan,” ujarnya saat memberikan amanat Tasyakuran Milad ke-109 SM, Rabu (14/8) di SM Tower Malioboro Yogyakarta.

Haedar mengatakan, milad bukan sekadar momentum mengenang perjalanan SM, tetapi mesti menghayati proses perjalanan panjang yang telah dicapai sampai sekarang. Bagi Haedar, ini penting dikontemplasikan oleh generasi baru yang akan melanjutkan perjuangan SM di masa depan dengan tantangan zaman sangat berat.

“Saya lihat ini sudah mulai lahir generasi baru. Yang generasi lama ada beberapa, setelah itu generasi baru. Tentu harus harus bersambung spiritnya, karena tantangannya juga lebih besar,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Haedar bercerita pengalamannya yang tumbuh dan menjadi bagian dari perjalanan SM. Haedar masuk SM dan menjadi wartawan sejak tahun 1984. Pada waktu itu, Pemimpin Redaksi SM yaitu Djazman Al Kindi. 

“Saat itu saya masih muda, lulus kuliah. Tapi masih magang saat itu sebagai wartawan pocokan, wartawan belum resmi. Wartawan yang masih ngintil mengikuti wartawan yang sudah ada di SM,” kenangnya.

Selama jadi wartawan, Haedar terjun ke daerah terjauh dengan menggunakan kereta, bus, angkot untuk mencari berita. “Itu perjalanan menjadi wartawan, termasuk mewawancarai Prof Nakamura,” imbuhnya. 

Selama jadi wartawan, Haedar menulis berita menggunakan mesin tik. Ini tantangan tidak mudah yang dihadpinya. “Capek sekali. Bayangkan sering kita mengetik pakai mesin tik, lalu menggunakan tenaga keras, kemudian energi kita habis,” tuturnya.

Haedar terus menggembleng dirinya di SM. Mulai dari wartawan pocokan, sampai akhirnya menjadi penulis tetap Rubrik Bingkai Majalah SM cum pemimpin redaksi. Maka tak ayal, menyaksikan transformasi SM sekarang niscaya menjadi jejak pengalaman penting dan berharga bagi Haedar. “Ke depan tentu harus lebih bagus lagi,” tegasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Dalam memperingati HUT RI Ke 79, SMK SPP SNAKMA Muhammadiyah Tanjung Ano....

Suara Muhammadiyah

19 August 2024

Berita

SMP UMP Bersinar di Olimpiade Sains Muhammadiyah (OSM) 2024 PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - SMP UM....

Suara Muhammadiyah

6 September 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Bertempat di Lahan Laboratorium integrated Farming UNISA, Majelis P....

Suara Muhammadiyah

31 December 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — “Kalau kita berhemat, manfaatnya ada dua. Di dunia, kita b....

Suara Muhammadiyah

23 September 2026

Berita

KARANGANYAR, Suara Muhammadiyah – Denting semangat relawan perempuan menggema dari lereng Lawu....

Suara Muhammadiyah

30 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah