Kenangan Tak Terlupakan Haedar Nashir Bersama SM

Suara Muhammadiyah

14 August 2024

1987
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Haedar Nashir, MSi. Foto: Cris

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Haedar Nashir, MSi. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Haedar Nashir, MSi mengaku bangga melihat kemajuan yang dicapai oleh Suara Muhammadiyah (SM) sampai menapak di usia ke-109. Menurutnya, kemajuan ini merupakan manifestasi dari dedikasi dan kerja keras seluruh keluarga besar SM.

“Kami atas nama PP Muhammadiyah menyampaikan Jazakumullah Ahsanal Jaza. Tentu setelah kita milad, kita harus semakin tinggi lagi keikhlasan, pengkhidmatannya, dan kerja kerasnya yang dilandasi semangat untuk bekerja lebih unggul dan berkemajuan,” ujarnya saat memberikan amanat Tasyakuran Milad ke-109 SM, Rabu (14/8) di SM Tower Malioboro Yogyakarta.

Haedar mengatakan, milad bukan sekadar momentum mengenang perjalanan SM, tetapi mesti menghayati proses perjalanan panjang yang telah dicapai sampai sekarang. Bagi Haedar, ini penting dikontemplasikan oleh generasi baru yang akan melanjutkan perjuangan SM di masa depan dengan tantangan zaman sangat berat.

“Saya lihat ini sudah mulai lahir generasi baru. Yang generasi lama ada beberapa, setelah itu generasi baru. Tentu harus harus bersambung spiritnya, karena tantangannya juga lebih besar,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Haedar bercerita pengalamannya yang tumbuh dan menjadi bagian dari perjalanan SM. Haedar masuk SM dan menjadi wartawan sejak tahun 1984. Pada waktu itu, Pemimpin Redaksi SM yaitu Djazman Al Kindi. 

“Saat itu saya masih muda, lulus kuliah. Tapi masih magang saat itu sebagai wartawan pocokan, wartawan belum resmi. Wartawan yang masih ngintil mengikuti wartawan yang sudah ada di SM,” kenangnya.

Selama jadi wartawan, Haedar terjun ke daerah terjauh dengan menggunakan kereta, bus, angkot untuk mencari berita. “Itu perjalanan menjadi wartawan, termasuk mewawancarai Prof Nakamura,” imbuhnya. 

Selama jadi wartawan, Haedar menulis berita menggunakan mesin tik. Ini tantangan tidak mudah yang dihadpinya. “Capek sekali. Bayangkan sering kita mengetik pakai mesin tik, lalu menggunakan tenaga keras, kemudian energi kita habis,” tuturnya.

Haedar terus menggembleng dirinya di SM. Mulai dari wartawan pocokan, sampai akhirnya menjadi penulis tetap Rubrik Bingkai Majalah SM cum pemimpin redaksi. Maka tak ayal, menyaksikan transformasi SM sekarang niscaya menjadi jejak pengalaman penting dan berharga bagi Haedar. “Ke depan tentu harus lebih bagus lagi,” tegasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SIDENRENG RAPPANG, Suara Muhammadiyah - Kemah Tahfidz dan Bahasa VIII Pesantren Muhammadiyah–A....

Suara Muhammadiyah

15 May 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Himpunan Mahasiswa Program Studi Psikologi (HIMAPSI) Universitas Muham....

Suara Muhammadiyah

4 February 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) berhasil meraih akreditasi ungg....

Suara Muhammadiyah

8 March 2024

Berita

Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) menggelar kegiatan Pengajian Akhir Ramadan 1446 H ....

Suara Muhammadiyah

22 March 2025

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Klaten kembali menggelar Penga....

Suara Muhammadiyah

21 September 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah