Empat Langkah Hadapi Kemajuan di Era AI

Suara Muhammadiyah

24 January 2026

785
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pengajian Pimpinan Pusat Muhammadiyah edisi Januari pekan ketiga tahun 2026 menyuguhkan tema yang menarik sekaligus penting. Mengenai masa depan Muhammadiyah di era kecerdasan buatan atau yang akrab disebut AI. Tema ini bukan tanpa alasan untuk diulas, khususnya terkait dengan bagaimana kemudian kader-kader Muhammadiyah memanfaatkan AI dan kemudian mengembangkannya menjadi media dakwah yang beretika membawa keberkahan dan kemajuan peradaban. 

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad mengatakan bahwa Muhammadiyah di abad pertama berbeda dengan Muhammadiyah di abad kedua. Tantangan yang dihadapi Muhammadiyah era sekarang sungguh sangat luar biasa. Oleh karena itu diperlukan sebuah transformasi di segala aspek untuk menghadapi era yang sangat cepat berubah ini. 

Meminjam Kiai Ahmad Dahlan, Dadang pun mengajak seluruh aktivis dan kader Muhammadiyah untuk menghadapi segala tantangan yang ada dengan ilmu pengetahuan. Ada empat hal menurutnya yang perlu segera dilakukan. Pertama, memulai penguatan literasi digital. “Anak-anak harus mulai dikenalkan dengan dunia itu,” pesannya. 

Kedua, pemanfaatan AI bagi dakwah Muhammadiyah. Pemanfaatan dunia baru ini berkorelasi dengan tren generasi muda saat ini, dimana rata-rata, selama 8 jam mereka bercengkrama dengan Handphone. Jika Muhammadiyah tidak segera menggarap persoalan ini, maka dapat dipastikan informasi tentang Islam dan Muhammadiyah tidak akan sampai kepada mereka. 

“Saya tidak tahu apakah generasi Z, Alpha masih tahu Muhammadiyah. Ada teman saya yang mencoba mengadakan penelitian di Bekasi. Anak-anak SMP dan SMA yang non sekolah Muhammadiyah, ternyata hampir 72 persen mereka tidak tahu Muhammadiyah, tidak tahu NU, Al-Irsyad, Persis. Yang mereka tahu adalah ustad-ustad yang ada di Youtube. Ini menjadi suatu fenomena yang harus kita perhatikan,” ujarnya. 

Ketiga, transformasi AUM (Amal Usaha Muhammadiyah). Yang mana kedepannya, segala sesuatu tidak berbasis kepada bangunan megah nan indah, melainkan sudah mengadopsi teknologi mutakhir. Keempat, penguatan advokasi kebencanaan dan kemanusiaan universal. 

“Tentu ini menjadi tema yang menarik dan menjadi ilmu yang baru bagi saya,” tegasnya. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PADANG, Suara Muhammadiyah — Satu jiwa, dua potensi. Bisa menjadi bintang, bisa menjadi debu. ....

Suara Muhammadiyah

18 February 2026

Berita

ENREKANG, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Enrekang (Unimen) menggelar Kuliah Umum deng....

Suara Muhammadiyah

8 November 2023

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah – Energi tidak semata-mata hanya dipahami sebagai pemenuhan kebut....

Suara Muhammadiyah

30 September 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (D....

Suara Muhammadiyah

23 June 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung melalui Lembaga Pengembang....

Suara Muhammadiyah

28 September 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah