SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Warga Muhammadiyah perlu tampil menjadi pemersatu bangsa. Demikian Abdul Mu’ti, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah menekankan di tengah kompleksitas era digital yang begitu rupa.
Lebih jauh lagi, muncul fenomena doomscrolling atau doomsurfing. Yakni aktivitas menggulir layar ponsel selama berjam-jam secara impulsif untuk membaca berita dan konten negatif di media sosial.
“Kita itu cenderung nyari berita yang isinya itu negatif,” beber Mu’ti, Ahad (31/5) saat Pengajian Hari Bermuhammadiyah PDM Kota Surakarta di Gedung Dakwah Balai Muhammadiyah Surakarta, Teuku Umar, Keprabon, Surakarta, Jawa Tengah.
Bahkan, tipikal masyarakat saat ini justru cenderung menyukai berita-berita bernada negatif. Fenomena ini menjadi salah satu kepelikan di era digital yang perlu diwaspadai.
“Tanpa kita sadari kita itu punya kecenderungan kalau ada berita negatif itu terus kita scroll,” singkapnya.
Meskipun impak yang dihasilkan membuat rasa cemas dalam ritme yang cepat berubah, tetapi tampilan dipermukaan menampakkan orang kian masif menyibak tentang berita tersebut.
“Kita kemudian harus tampil sebagai gerakan yang tidak hanya meng-entertain kekurangan. Tapi harus menutup kekurangan dan mencari solusi bagaimana yang tepat,” tuturnya.
Banjir informasi yang menjalar luas di layar ponsel, jika tidak ada antisipatif dari masyarakat, jelas akan membuat kehidupan centang-perenang.
“Kalau tidak hati-hati, kita bisa diadu domba,” tegas Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah itu.
Terlebih, saat ini muncul akun-akun yang memuji eksistensi dakwah Muhammadiyah. Tetapi sebetulnya, di balik itu, bermisi mengadu domba Muhammadiyah dengan kelompok lain.
“Isinya itu kadang-kadang nyanjung-nyanjung Muhammadiyah tapi menjelek-jelekan yang lain. Jadi mengadu domba sesama umat,” bongkar Mu’ti.
Di sinilah Mu’ti mengajak untuk berhati-hati dalam menjalani kehidupan di era digital, lebih-lebih di tengah menyeruaknya fenomena doomscrolling.
“Sehingga dalam konteks inilah Bapak Ibu sekalian, saya mengajak warga persyarikatan Muhammadiyah untuk senantiasa menjaga amanahnya, menjadi teladan di mana pun kita berada,” tandas Mu’ti. (Cris)

