BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung sukses menggelar Festival Management (Fegent) 2026 di Auditorium KH Ahmad Dahlan. Mengusung tema "Multiverse", kegiatan ini memadukan kompetisi akademik, bazar mahasiswa, dan hiburan dalam satu rangkaian acara.
Festival dibuka dengan penampilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Rumpaka Sahita yang membawakan dua lagu. Penampilan tersebut menjadi pembuka kemeriahan acara yang dihadiri mahasiswa, dosen, serta peserta lomba dari berbagai jenjang pendidikan.
Kaprodi Manajemen UM Bandung Indra Sasangka mengapresiasi dedikasi dan kerja keras seluruh panitia dalam menyukseskan Fegent 2026. Menurutnya, festival tahun ini menghadirkan inovasi melalui kompetisi akademik yang terintegrasi dengan kurikulum perkuliahan.
Inovasi tersebut diwujudkan melalui skema konversi nilai pada mata kuliah Business Plan dan Bisnis Internasional. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya berkompetisi, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang aplikatif.
Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Faisal Taufiqurrohman mengatakan penyelenggaraan Fegent tahun ini mengalami peningkatan. Khususnya pada lomba akademik yang melibatkan dosen sebagai bagian dari proses pembelajaran.
"Ada peningkatan yang cukup signifikan. Lomba akademik kami tahun ini bekerja sama dengan dosen sehingga bisa dikonversi menjadi nilai mata kuliah Business Plan dan Bisnis Internasional," ujar Faisal, dikutip dari laman Bewara Pers, Senin (29/06/2026).
Kompetisi business plan tidak hanya diikuti mahasiswa UM Bandung, tetapi juga menarik minat pelajar tingkat SMA. Kehadiran peserta dari berbagai jenjang pendidikan membuat persaingan berlangsung lebih kompetitif sekaligus memperluas jangkauan festival.
Selain kompetisi akademik, Fegent 2026 turut menghadirkan bazar yang diikuti delapan belas stan kuliner mahasiswa. Bazar tersebut menjadi sarana praktik kewirausahaan sekaligus menambah semarak suasana festival.
Salah seorang peserta bazar, Ali Rahman Fauji, mahasiswa Manajemen angkatan 2023, mengaku terkesan dengan konsep kegiatan yang mampu menghidupkan atmosfer kampus. Dia berharap penataan stan pada penyelenggaraan mendatang dapat ditempatkan lebih dekat dengan jalur utama agar lebih mudah dijangkau pengunjung.
Di balik kesuksesan acara, panitia sempat menghadapi sejumlah kendala. Namun, kendala tersebut tidak membuat jalannya acara terganggu. Seluruh rangkaian Fegent 2026 tetap berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari peserta dan pengunjung.
Keberhasilan Fegent 2026 diharapkan menjadi bekal untuk menghadirkan penyelenggaraan yang lebih inovatif dan berkualitas pada tahun-tahun mendatang.
Festival ini sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan melalui pengalaman belajar yang lebih aplikatif.*(Ali/Gina/Rakan/Naya)

