JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Sekretaris Forum Guru Muhammadiyah (FGM) sekaligus Tim Pengembang EduMu, Agus Suroyo, S.Pd.I., M.Pd.I., melakukan kunjungan dan pertemuan strategis dengan Dewan Pakar Majelis Pendidikan Dasar, Menengah dan Nonformal (Dikdasmen PNF) PP Muhammadiyah, H. Dr. Sungkowo, pada Jum’at, 9 Januari 2025 di Jakarta. Pertemuan ini menjadi forum penting dalam membahas arah pengembangan EduMu sebagai platform utama Edukasi Digital Muhammadiyah.
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Alpha Amirrachman, M.Phil., Ph.D., Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah, serta Hendra Apriyadi, M.Pd., anggota Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah. Diskusi berlangsung dalam suasana terbuka, reflektif, dan konstruktif, mencerminkan keseriusan Majelis dan FGM dalam memperkuat fondasi transformasi digital pendidikan Muhammadiyah.
Dalam paparannya, Agus Suroyo menegaskan bahwa EduMu merupakan platform digital strategis yang berada di bawah badan usaha Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah. Oleh karena itu, EduMu tidak boleh diposisikan semata sebagai aplikasi teknologi, melainkan sebagai instrumen transformasi tata kelola pendidikan Muhammadiyah yang menyeluruh, mulai dari aspek akademik, manajerial, keuangan, hingga pembinaan karakter dan ideologi persyarikatan.
Agus menekankan bahwa keberlanjutan EduMu sangat ditentukan oleh kemampuannya dalam membaca kebutuhan riil sekolah dan madrasah Muhammadiyah di berbagai konteks daerah. Ia menilai bahwa pengelolaan EduMu tidak cukup jika hanya bertumpu pada tim IT, tetapi harus melibatkan konsultan pendidikan, ahli konten, serta pakar manajemen pendidikan yang memahami dinamika praksis pendidikan Muhammadiyah.
“EduMu harus hadir sebagai solusi yang memudahkan kerja sekolah, guru, dan persyarikatan. Ia harus menjawab kebutuhan siswa, guru, karyawan, orang tua, pimpinan sekolah, hingga mitra eksternal,” ujar Agus. Menurutnya, pendekatan ini penting agar EduMu benar-benar menjadi platform yang hidup dan digunakan secara luas.
Dalam forum tersebut, Agus memaparkan 13 area strategis manajemen sekolah yang berpotensi dikembangkan dan didigitalisasi melalui EduMu. Area tersebut meliputi manajemen akademik, absensi, keuangan, sumber daya manusia, komunikasi, perpustakaan, ekstrakurikuler, keamanan, supervisi, penilaian kinerja, sarana prasarana, kesiswaan, serta manajemen Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Ketiga belas area ini diusulkan sebagai kerangka evaluasi sekaligus peta jalan pengembangan EduMu ke depan.
Menanggapi paparan tersebut, H. Dr. Sungkowo menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kerangka pengembangan yang disampaikan. Ia menilai bahwa gagasan EduMu telah bergerak ke arah yang tepat, terutama jika diarahkan sebagai sistem manajemen pendidikan Muhammadiyah yang terintegrasi secara nasional. Namun demikian, ia menekankan pentingnya kejelasan tata kelola, standar operasional, serta kesinambungan kebijakan.
“EduMu perlu ditempatkan secara jelas dalam ekosistem kebijakan pendidikan Muhammadiyah. Jika dikelola dengan baik, EduMu dapat menjadi instrumen strategis pemetaan data dan dasar pengambilan keputusan Majelis,” ujar Sungkowo.
Sementara itu, Alpha Amirrachman menegaskan bahwa EduMu harus dilihat sebagai instrumen transformasi kelembagaan pendidikan Muhammadiyah. Ia menyambut baik gagasan menjadikan EduMu sebagai aplikasi wajib bagi sekolah dan madrasah Muhammadiyah, namun menekankan pentingnya kesiapan institusional, literasi digital, serta desain implementasi yang bertahap dan berkeadilan.
“EduMu memiliki potensi besar sebagai tulang punggung data dan manajemen pendidikan Muhammadiyah secara nasional. Karena itu, pengembangannya harus berbasis kebutuhan nyata sekolah dan selaras dengan visi peningkatan mutu serta akuntabilitas pendidikan Muhammadiyah,” ujar Alpha.
Diskusi juga mencakup aspek keberlanjutan bisnis EduMu melalui skema iuran berbasis kategori jumlah siswa. Skema ini dinilai realistis dan berpotensi menopang operasional serta pengembangan sistem, sepanjang dikelola secara transparan dan memberikan manfaat nyata bagi sekolah.
Pertemuan ini ditutup dengan kesepahaman untuk melanjutkan pembahasan teknis secarahet lebih lanjut, termasuk penyusunan roadmap, model tata kelola, serta penguatan sinergi antara FGM dan Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah. Seluruh peserta sepakat bahwa EduMu merupakan fondasi penting bagi masa depan Edukasi Digital Muhammadiyah. *

