Gaungkan Syiar Wasathiyah, UMJ Tuan Rumah Pengkajian Ramadhan PP Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

6 March 2025

1329
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah -  Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ)  kembali menjadi tuan rumah kedua kalinya dalam agenda Pengkajian Ramadan 1446 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Agenda ini berlangsung pada tanggal 6-8 Maret 2025. Acara yang diselenggarakan di Auditorium K.H. Ahmad Azhar Bayir,M.A. Gedung Cendekia UMJ ini mengusung tema ‘Pengembangan Wasathiyah Islam Berkemajuan: Tujuan Teologis, Ideologis, dan Praksis’. Pengkajian Ramadan ini diikuti 644 peserta yang berasal dari seluruh unsur pimpinan pusat, wilayah, daerah, serta unsur pembantu pimpinan pusat Muhammadiyah dan Aisyiyah. Pesebaran peserta ini berasal dari wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat hingga Sumatera.

Kegiatan yang berlangsung 3 hari ini menghadirkan beberapa tokoh, diantaranya Prof. Haedar Nashir, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, Prof. Dr. Din Syamsuddin,M.A., Prof. Dr. M. Amin Abdullah, Dr. Adi Hidayat, Prof. Dr. Syafiq A. Mugni, Prof. Ai Fathimah Nur Fuad, Dr. Atiyatul Ulya, Dr. Amirsyah Tambunan, Dr. Imam Addaruqutni.

Turut hadir juga para Menteri Kabinet Merah Putih, antara lain Prof.Dr.Abdul Mu’ti,M.Ed (Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah), Ir. Sakti Wahyu Trenggono, M.M.,IPU. (Menteri Kelautan dan Perikanan), dan Nusron Wahid,S.S.,M.Si (Menteri ATR/BPN).

Sebagai organisasi islam berkemajuan, Muhammadiyah berkomitmen untuk mengembangkan konsep islam wasathiyah atau islam moderat dari tinjauan teologis, ideologis hingga secara praksis ditengah fenomena global saat ini. Adanya penanaman konsep Islam wasathiyah bagi warga persyarikatan Muhammadiyah dapat menjadi penengah untuk menghadapi segala persoalan global. Sisi lain, penguatan tentang Islam Berkemajuan yang dibahas dari hasil Muktamar Surakarta sejalan dengan konsep islam wasathiyah atau islam moderat, yaitu bagaimana posisi Islam Wasathiyah secara teologis oleh Muhammadiyah dapat menjadi jalan tengah di tengah fenomena global keagamaan dan tidak terjebak dalam ekstremisme kanan atau kiri. 

Pada sisi ideologis, Islam Wasathiyah dimaknai secara mendalam oleh pimpinan, aktivis, dan kader Muhammadiyah. Hal ini agar konsep Islam moderat ini benar-benar dipahami oleh seluruh jamaah Muhammadiyah, baik dalam pikiran, ucapan, maupun tindakan. Dalam hal ini, secara praksis baik di bidang sosial,politik dan ekonomi ini dapat diimplementasikan oleh para kader Muhammadiyah dan mensyiarkan kembali kepada masyarakat di tengah persoalan dan fenomena global saat ini.Harapannya dengan adanya Pengkajian Ramadan 1446 H ini, para kader Muhammadiyah menjadi pelopor bahkan influencer yang positif untuk mendengungkan islam yang moderat dan berkemajuan. 

Sebagai kampus Unggul, UMJ memfasilitasi kegiatan Pengkajian Ramadan 1446 H untuk wadah diskusi dan pengembangan konsep islam berkemajuan bagi warga persyarikatan Muhammadiyah. Sehingga, dari hasil diskusi ini dapat disyiarkan melalui publikasi hasil pemikiran para peserta. Hal ini selaras dengan fungsi kampus  agar dapat mensosialisasikan ideologi Islam Wasathiyah hingga langkah praksis.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah – Sekolah Dasar Muhammadiyah 1 Solo me-launching ambulans melalui Lem....

Suara Muhammadiyah

25 July 2024

Berita

BARITO UTARA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU)....

Suara Muhammadiyah

6 March 2026

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - MI Muhammadiyah 25 (MIM 25) Surabaya menggelar Grand Launching S....

Suara Muhammadiyah

1 November 2025

Berita

KEBUMEN, Suara Muhammadiyah - Seperti pepatah, sekali dayang, dua, tiga pulau terlampaui. Berbarenga....

Suara Muhammadiyah

20 September 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kemajuan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan signifik....

Suara Muhammadiyah

25 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah