Gempa NTT, Kolaborasi Muhammadiyah Rampungkan Pendataan Dampak Bencana

Suara Muhammadiyah

18 August 2026

218
Foto Istimewa

Foto Istimewa

MANGGARAI TIMUR, Suara Muhammadiyah — Di tengah situasi pascabencana, kolaborasi lintas elemen menjadi bagian penting dalam memastikan penanganan warga terdampak berjalan tepat sasaran. Hal itu dilakukan para guru SMK Muhammadiyah Manggarai Timur bersama Sekretaris Camat (Sekcam) dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) serta Universitas Muhammadiyah Kupang (UM Koe).

Mereka bergotong royong melakukan pemutakhiran dan pengolahan data dampak bencana di posko pelayanan data. Di antara deretan komputer dan berkas laporan, tim melakukan verifikasi terhadap informasi yang diperoleh dari lapangan untuk memastikan data yang dihimpun akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kepala SMK Muhammadiyah Manggarai Timur, Wahyudin, mengatakan keterlibatan sekolah dalam proses pemutakhiran data merupakan bentuk kepedulian sekaligus pengabdian Muhammadiyah kepada masyarakat, khususnya dalam situasi darurat.

Menurutnya, data menjadi salah satu kebutuhan paling mendasar dalam proses penanganan bencana. Tanpa data yang akurat, penyaluran bantuan maupun perencanaan pemulihan berpotensi tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

“Kami berupaya membantu pemerintah dalam memastikan data warga dan fasilitas yang terdampak benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Data ini nantinya menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan dan prioritas penanganan,” ujar Wahyudin, Senin (17/8).

Proses pendataan dilakukan secara terperinci dengan mencakup berbagai aspek dampak bencana. Tim melakukan rekonsiliasi data korban jiwa dan kondisi kesehatan warga, termasuk korban meninggal dunia, korban luka berat, serta korban luka ringan.

Selain itu, pendataan juga mencakup kondisi rumah warga yang terdampak. Kerusakan diklasifikasikan berdasarkan tingkatannya, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat. Klasifikasi tersebut diperlukan agar kebutuhan pemulihan dapat dipetakan secara lebih tepat.

Tidak hanya korban dan permukiman, fasilitas umum serta infrastruktur juga menjadi bagian dari pemutakhiran data. Jalan, jembatan, tempat ibadah, dan fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan didata dan diklasifikasikan berdasarkan tingkat kerusakannya.

Wahyudin menilai keterlibatan mahasiswa KKN UMY dan UM Koe memberikan kontribusi penting dalam mempercepat proses tersebut. Para mahasiswa bersama guru memanfaatkan kemampuan teknologi informasi untuk membantu menginput, memeriksa, dan mengolah data yang berasal dari lapangan.

“Kolaborasi antara guru, mahasiswa, dan pemerintah kecamatan sangat membantu. Mahasiswa memiliki kemampuan teknis yang dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pengolahan data, sementara guru juga ikut memastikan proses pendataan berjalan dengan baik,” katanya.

Data Menentukan Arah Pemulihan

Data yang telah diverifikasi selanjutnya akan menjadi bahan penyusunan Laporan Resmi Perkembangan Dampak Bencana. Laporan tersebut memiliki peran penting sebagai salah satu dasar pemerintah dalam menentukan kebijakan pemulihan, penyaluran bantuan, serta penanganan pascabencana.

Karena itu, proses pemutakhiran tidak sekadar berkaitan dengan angka. Setiap data yang masuk menggambarkan kondisi nyata warga dan fasilitas yang membutuhkan perhatian.

“Ketelitian data di lapangan sangat penting karena dari data itulah kebutuhan masyarakat bisa terlihat dengan jelas. Jangan sampai ada warga yang seharusnya mendapatkan bantuan justru terlewat karena datanya tidak tercatat dengan baik,” tutur Wahyudin.

Ia menambahkan, proses verifikasi juga dilakukan untuk menghindari adanya data ganda atau informasi yang tumpang tindih. Dengan demikian, laporan yang dihasilkan dapat memberikan gambaran kondisi bencana secara lebih utuh.

Keterlibatan SMK Muhammadiyah Manggarai Timur bersama mahasiswa KKN UMY dan UM Koe sekaligus menunjukkan peran perguruan tinggi dan lembaga pendidikan Muhammadiyah dalam merespons persoalan masyarakat. Pengabdian tidak berhenti pada kegiatan akademik, tetapi dapat diwujudkan dalam kontribusi nyata ketika masyarakat menghadapi situasi darurat.

Para guru dan mahasiswa bekerja bersama jajaran pemerintah kecamatan untuk menyelesaikan proses pendataan. Mereka memastikan informasi mengenai korban, rumah warga, fasilitas umum, serta infrastruktur terdampak dapat dihimpun secara sistematis.

Wahyudin berharap kolaborasi tersebut dapat membantu pemerintah mempercepat penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak.

“Kami berharap data yang dihimpun ini benar-benar bisa membantu pemerintah dalam mengambil keputusan dan mempercepat bantuan kepada masyarakat. Ini adalah bentuk kecil dari ikhtiar kami untuk hadir bersama warga dalam situasi sulit,” pungkasnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Unismuh Makassar (RS Unismuh)....

Suara Muhammadiyah

9 November 2023

Berita

ABUDHABI, Suara Muhammadiyah - Zayed Award for Human Fraternity hari ini mengumumkan penerima pengha....

Suara Muhammadiyah

2 February 2024

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta (UTM Jakarta) kembali menunj....

Suara Muhammadiyah

11 June 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam upaya memperkuat fondasi keilmuan di lingkungan Pesantren Muh....

Suara Muhammadiyah

29 April 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) di Muhammadiyah, merupakan....

Suara Muhammadiyah

22 November 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah