Gen Z dan Pencarian Jati Diri

Publish

9 March 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
42
Dok Istimewa

Dok Istimewa

Kajian Ramadhan di MTs Muhammadiyah Pontren Imam Syuhodo

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah – Kegiatan Ramadhan Spark Camp 1447 H di MTs Muhammadiyah Pontren Imam Syuhodo diawali dengan berbagai aktivitas pembinaan spiritual bagi para siswa. Rangkaian kegiatan dimulai dengan shalat dhuha berjamaah, dilanjutkan halaqah Al-Qur’an bersama para pendamping, serta kajian keislaman yang menjadi bagian utama dari program pembinaan selama bulan suci Ramadhan.

Kajian yang disampaikan oleh Burhanudin Ahmad mengangkat tema “Gen Z Mencari Jati Diri”, yang menyoroti pentingnya proses menemukan identitas diri bagi generasi muda di tengah perkembangan zaman dan pengaruh teknologi digital.

Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa mencari jati diri merupakan proses menemukan identitas yang sesungguhnya, yang harus didasarkan pada pemahaman tentang hakikat manusia dalam Islam. Ada beberapa hal mendasar yang perlu disadari dalam proses tersebut.

Pertama, manusia harus memahami dirinya sebagai makhluk ciptaan Allah. Sebagai makhluk, manusia memiliki keterbatasan dan kelemahan, serta tidak mampu menentukan sendiri awal maupun akhir kehidupannya. Kesadaran ini penting agar manusia tidak bersikap sombong dan selalu bergantung kepada Allah SWT.

Kedua, manusia memiliki unsur akal, hati, hawa nafsu, dan kemampuan memilih. Keempat unsur ini menjadikan manusia memiliki potensi untuk menentukan jalan hidupnya, namun sekaligus menuntut tanggung jawab atas setiap pilihan yang diambil.

Ketiga, manusia adalah hamba Allah SWT yang memiliki kewajiban utama untuk beribadah dan menaati perintah-Nya. Identitas sebagai hamba Allah menjadi dasar dalam membangun kepribadian yang beriman dan berakhlak.

Keempat, kesadaran sebagai seorang Muslim juga harus menjadi landasan dalam bersikap dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial.

Kelima, manusia memiliki amanah sebagai khalifatullah di bumi, yaitu menjadi pemimpin dan pengelola yang membawa kebaikan serta manfaat bagi sesama.

Selain membahas tentang pencarian jati diri, kajian tersebut juga menyinggung fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang banyak dialami oleh generasi muda akibat penggunaan media sosial secara berlebihan. Untuk menghindari dampak negatif tersebut, pemateri menyampaikan beberapa langkah yang dapat dilakukan.

Pertama, mengurangi bahkan meninggalkan penggunaan media sosial yang tidak bermanfaat. Kedua, mengatur waktu dalam berinteraksi dengan media sosial agar tidak mengganggu kegiatan yang lebih penting seperti belajar dan beribadah. Ketiga, membangun kegiatan baru yang lebih positif, seperti membaca Al-Qur’an, mengikuti kajian, serta aktivitas pengembangan diri lainnya.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Safari Ramadhan UMSi di Bone, Rektor Prof Umar Congge Tegaskan Komitmen Bangun SDM Daerah BONE, Sua....

Suara Muhammadiyah

26 February 2026

Berita

Kerjasama dengan PMI Sleman dan Unisa Yogyakarta YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Keselamatan dan K....

Suara Muhammadiyah

18 October 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal TNI Agus Subiyanto,....

Suara Muhammadiyah

25 April 2024

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

22 May 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Majelis Pembinaan Kader (MPK) Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) M....

Suara Muhammadiyah

13 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah