FILIPINA, Suara Muhammadiyah - Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Pascasarjana Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memperluas kiprah internasional melalui pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Kolaborasi Internasional di Filipina.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Hibah Internal Perguruan Tinggi Unismuh Makassar tersebut melibatkan dua perguruan tinggi mitra di Filipina, yakni University of Luzon, Dagupan City, dan Virgen Milagrosa University Foundation, San Carlos City, Provinsi Pangasinan, pada 28 September sampai dengan 2 Oktober 2026.
Program mengangkat tema “Pendampingan Integrasi Kearifan Lokal dalam Pembelajaran untuk Memperkuat Literasi Budaya Mahasiswa.”
Ketua tim PKM, Prof. Dr. Dra. Munirah Muin, M.Pd, mengatakan program tersebut diarahkan untuk menjadikan kearifan lokal sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran bahasa dan sastra.
Kepada media, Sabtu (3/10/2026), Prof Munirah menjelaskan kegiatan tersebut mempertemukan nilai-nilai budaya Sulawesi Selatan dan Filipina sebagai sumber pembelajaran sekaligus penguatan komunikasi lintas budaya.
Dalam materi pendampingan, sejumlah nilai kearifan lokal Sulawesi Selatan diperkenalkan sebagai sumber pembelajaran.
Di antaranya sipakatau, yang menekankan sikap saling memanusiakan dalam interaksi sosial, serta sipakalebbi, yakni nilai saling menghargai dan menghormati.
Nilai mappalette bola juga diangkat sebagai representasi semangat gotong royong dan solidaritas sosial.
Selain nilai sosial tersebut, Pinisi dan Tari Padduppa diperkenalkan sebagai bagian dari identitas dan ekspresi budaya Sulawesi Selatan yang dapat dikembangkan menjadi sumber kajian bahasa dan sastra.
Kearifan lokal Sulawesi Selatan tersebut kemudian dipertemukan dengan nilai budaya masyarakat Filipina, antara lain adab dan budi bahasa, musyawarah, gotong royong, serta harmoni sosial.
Pendekatan lintas budaya tersebut diharapkan memperluas perspektif mahasiswa. Pembelajaran bahasa tidak berhenti pada aspek linguistik, tetapi juga diarahkan pada kemampuan memahami nilai, identitas, dan keragaman budaya.
Akademisi Unismuh Jadi Narasumber di University of Luzon
Rangkaian kegiatan di University of Luzon juga diisi Lecture Series yang mempertemukan akademisi Unismuh Makassar dan Filipina.
Pada sesi pertama, Prof Agustan, Head of Research Division Unismuh Makassar, membawakan materi bertema “Advancing the Sustainable Development Goals (SDGs) through Education and Research.”
Sesi kedua menghadirkan Dr Amalia G. Dela Cruz, Dean College of Business Administration and Hospitality & Tourism Management, dengan materi “SDG’s Best Practices from UL.”
Sementara pada sesi ketiga, Prof Dr Hj Munirah Muin, M.Hum. bersama Assoc. Prof. Dr. Andi Paida, M.Pd. tampil membawakan materi “Mentoring the Integration of Local Wisdom into Learning to Strengthen Student’s Cultural Literacy.”
Rangkaian tersebut dilanjutkan dengan Research Collaboration Meeting antara delegasi Unismuh Makassar dengan pimpinan dan para dekan University of Luzon.
Turut hadir dalam rombongan Unismuh Makassar, Wakil Rektor IV Dr Burhanuddin, M.Si., bersama unsur lainnya.
Kontribusi Prof Munirah sebagai narasumber mendapat apresiasi dari University of Luzon.
Ia menerima penghargaan Pisasalamat sebagai resource speaker pada kegiatan yang berlangsung di University of Luzon, Dagupan City, Pangasinan, Filipina, 30 September 2026.
Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusinya dalam membawakan materi mengenai pendampingan integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran untuk memperkuat literasi budaya mahasiswa.
Dorong Kolaborasi yang Berkelanjutan
PKM internasional Prodi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unismuh dirancang tidak berhenti pada seminar dan pertukaran gagasan.
Program juga mencakup penyusunan modul kolaboratif, kelas transnasional secara hybrid, esai reflektif, kajian kasus kebudayaan lintas negara hingga evaluasi literasi budaya mahasiswa.
Dalam pelaksanaannya, Prof Dr Hj Munirah Muin, M.Hum. bertindak sebagai ketua tim dan mengoordinasikan program, pengembangan kurikulum modul serta komunikasi antarinstitusi.
Dr Andi Paida, M.Pd. berperan dalam bidang pedagogi bahasa dan evaluasi, sementara Nining Kusnadi terlibat dalam penyusunan materi kearifan lokal, aktivitas pembelajaran dan publikasi.
Program tersebut juga diarahkan menghasilkan luaran akademik berupa artikel pada jurnal atau prosiding internasional, modul integrasi kearifan lokal, penguatan kerja sama kelembagaan, serta dokumentasi dan diseminasi digital.
Melalui kegiatan ini, Prodi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Pascasarjana Unismuh Makassar memperkuat internasionalisasi Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah.
Kolaborasi dengan perguruan tinggi di Filipina sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Selatan dalam forum akademik internasional serta mengembangkan pembelajaran bahasa dan sastra yang berpijak pada kearifan lokal dan terbuka terhadap dialog lintas budaya. (yahya).

