Go Internasional, SMP Muhammadiyah 5 Surabaya Kirim Delegasi ke Korea

Suara Muhammadiyah

12 November 2024

1731
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SEOUL, Suara Muhammadiyah - SMP Muhammadiyah 5 Surabaya Surabaya (Spemma) melaksanakan program sister school internasional pertukaran pendidikan dan budaya dengan SMP/SMA Daejeo Busan kota metropolitan Republik Korea.

Kunjungan SMP Muhammadiyah 5 Surabaya ke Korea tersebut diikuti 16 siswa pilihan dari kelas VII hingga IX, Jumat-Sabtu (8-16/11/24).

Direktur program internasional SMP Muhammadiyah 5 Surabaya Ika Puspa Arianti SPd menyatakan bahwasanya program pertukaran pendidikan dan budaya dibuka awal tahun 2019 yang kemudian sempat berhenti karena pandemi.

"Di Spemma kami fokus anak-anak supaya bisa mempelajari beberapa pelajaran bilingual dengan memakai bahasa Inggris dengan prakteknya," ujarnya.

Lebih lanjut Ika Puspa Arianti menambahkan, ada program pendukung yakni, english camp dengan native juga, serta program pertukaran pelajar.

"Program pertukaran pelajar ini khusus untuk kelas internasional, bisa melanjutkan dari siswa SD Muhammadiyah 4 Surabaya maupun SD lainnya, ada juga yang masih benar-benar baru," jelasnya.

"Untuk masuk kelas internasional, ada tes tiga pelajaran yakni, matematika bahasa inggris, sains bahasa inggris, serta bahasa inggris itu sendiri," imbuhnya.

Spemma sendiri, sambung Ika Puspa Arianti, sudah ada kerja sama dengan Korea mulai tahun 2013 resminya dengan memberangkatkan siswa untuk memperkenalkan sekolah, karena sebelumnya siswa dari pihak Busan Korea yang berkunjung ke Spemma, dan sempat terhenti karena pandemi pada tahun 2020-2022.

"Kemudian akhir tahun 2022 mereka menawarkan kita meneruskan MoU, tahun 2023 awal ke Daejeo karena sudah dibuka dan bebas visa, baru kita memperbarui MoU," paparnya.

"Kemudian kita memberangkatkan lagi pada tahun 2023 akhir bulan Desember, awal Januari 2024 mereka yang datang ke Spemma," imbuhnya.

Masih dengan Ika Puspa Arianti, banyak yang dipelajari dari program tersebut, ada sains, ketrampilan, para siswa juga masuk ke kelas berinteraksi dengan siswa Korea, dan itupun juga terjadi sebaliknya ketika kunjungan di Spemma.

"Di Korea para siswa menampilkan budaya seperti tari saman, ketika kembali ke Spemma, mereka ditugaskan secara berkelompok menjelaskan tentang kultur, transportasi, makanan, etos, dan lain sebagainya selama disana," tandasnya. (Yuda)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Majelis Pengurus Wilayah Pemuda Ikatan Cendekiawan Muslim Ind....

Suara Muhammadiyah

20 May 2026

Berita

NGAWI, Suara Muhammadiyah - Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen (Dimsa) kembali melaksa....

Suara Muhammadiyah

1 September 2025

Berita

PALU, Suara Muhammadiyah  - Meskipun microfinance syariah di Tanah Air  memiliki banyak va....

Suara Muhammadiyah

10 December 2023

Berita

Mimpi Besar Targetkan  Masuk Ring Asia   MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Wakil Ketua ....

Suara Muhammadiyah

13 August 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pusat Data Penelitian Pengembangan dan Jurnal Suara Muhammadiyah me....

Suara Muhammadiyah

21 October 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah