TANGSEL, Suara Muhammadiyah — SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi Pamulang (SMAM DUMA) menggelar Graduation Angkatan ke-33 di Gedung Cendikia Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Minggu (7/6/2026). Prosesi berlangsung penuh khidmat sebagai penanda berakhirnya masa pendidikan siswa kelas XII sekaligus awal perjalanan mereka menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan dunia profesional.
Berdasarkan laporan Ketua Panitia Graduation, Budhi Endarwati, sebanyak 229 siswa telah dinyatakan lulus pada tahun ajaran 2025/2026. Dari jumlah tersebut, 55 siswa berhasil diterima di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN), tiga siswa lolos ke sekolah kedinasan, dan satu siswa melanjutkan studi ke perguruan tinggi luar negeri (PTLN).
Acara tersebut dihadiri oleh pimpinan sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, orang tua siswa, Wakil Rektor IV (UMJ), Majelis Dikdasmen PWM DKI Jakarta, Majelis Dikdasmen PWM Banten, Majelis Dikdasmen PDM Jakarta Selatan, Majelis Dikdasmen PDM Tangerang Selatan, PCM Setiabudi Karet, PCM Pamulang, dan Pimpinan Perguruan Muhammadiyah Setiabudi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan, pemberian penghargaan kepada siswa berprestasi, serta penyematan medali kelulusan kepada para lulusan kelas XII.
Kepala SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi Pamulang, Dr. Hartono Rahimi, M.A., dalam sambutannya menyampaikan bahwa hari kelulusan ini merupakan panen kebahagiaan yang tidak hanya dirasakan oleh para siswa, tetapi juga oleh orang tua yang telah mendampingi perjuangan mereka sejak awal.
Ia menyampaikan bahwa, “Kelulusan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih luas. Teruslah menuntut ilmu dan mengembangkan potensi, meskipun terkadang semua itu harus dipaksakan (Allahuma paksain). Jadilah generasi yang berakhlak, berprestasi, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua dan guru yang telah menjadi bagian penting dalam proses pendidikan para siswa. Menurutnya, keberhasilan para lulusan hari ini merupakan hasil kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang peserta didik.
Suasana haru dan bahagia semakin terasa saat prosesi penyematan medali kelulusan di hadapan orang tua dan keluarga. Momen tersebut menjadi simbol keberhasilan atas perjuangan yang telah mereka lalui selama menempuh pendidikan, sekaligus bentuk penghargaan atas dukungan dan doa yang senantiasa diberikan oleh keluarga dan para pendidik.
Selain prosesi kelulusan, acara juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dan kreativitas siswa SMAM DUMA, seperti penampilan dari tari Ratoeh Jaroe, Tari Tradisional, Paduan Suara, dan Tapak Suci. Penampilan para siswa itu pun mendapat sambutan hangat dari para tamu undangan. Penampilan tersebut menunjukkan sebuah cerminan bakat, potensi, dan karakter positif yang berhasil dikembangkan selama berada di lingkungan sekolah.
Pada kesempatan yang sama, sekolah juga memberikan penghargaan kepada sejumlah siswa yang meraih prestasi akademik maupun non akademik sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras, kedisiplinan, dan pencapaian yang telah mereka torehkan.
Mewakili para lulusan, Fito Faliqul Isbah menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh guru dan orang tua yang telah memberikan bimbingan, dukungan, dan doa selama masa pendidikan.
“Kami menyadari bahwa keberhasilan kami hari ini tidak terlepas dari perjuangan dan pengorbanan para guru serta orang tua. Hari ini adalah puncak dari hasil pembelajaran selama tiga tahun dan menjadi bekal untuk melangkah menuju masa depan,” ungkapnya.
Generasi yang Mengingat Allah
Ketua PCM Setiabudi Karet, Jakarta Selatan memberikan pesan terkait kemajuan teknologi, derasnya arus informasi, dan semakin terbukanya persaingan global menghadirkan banyak peluang bagi generasi muda. Namun di balik kemajuan-kemajuan itu, ada satu hal yang tidak boleh ditinggalkan, yakni akhlak dan keimanan sebagai fondasi utama kehidupan.
Sosok yang akrab disapa Ustaz Gofur itu mengingatkan, bahwa generasi muda hari ini hidup pada zaman yang penuh perubahan. Menurutnya, kemajuan zaman hanya akan membawa manfaat apabila diiringi oleh lahirnya manusia-manusia yang memiliki ilmu pengetahuan, karakter kuat, serta keimanan yang kokoh.
Ia mengatakan, “generasi terbaik itu ada di dalam Islam. Maka jadilah generasi yang berilmu, berakhlak, dan tetap berpegang teguh pada ajaran Islam dalam setiap langkah kehidupan,” ujar Ustaz Gofur.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan seseorang tidak semata-mata diukur dari tingginya nilai akademik, gelar pendidikan, ataupun jabatan yang berhasil diraih. Lebih dari itu, kesuksesan sejati terletak pada kemampuan menjaga integritas, kejujuran, dan ketakwaan di tengah berbagai godaan kehidupan modern.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi generasi saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya. Kehadiran teknologi digital dan media sosial telah membuka akses terhadap ilmu pengetahuan dan kesempatan yang luas, tetapi pada saat yang sama juga menghadirkan berbagai tantangan moral yang perlu disikapi dengan kebijaksanaan.
Karena itu, ia mengajak kepada para lulusan SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi Pamulang angkatan 33 untuk menjadikan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan sebagai sarana untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat, sekaligus memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
“Siapa pun kalian nanti dan setinggi apa pun cita-cita yang berhasil diraih, jangan pernah melupakan Allah SWT. Tetaplah mengingat Allah dalam setiap keadaan, karena dari-Nya datang pertolongan, kemudahan, dan keberkahan,” pesannya.
Suasana di gedung itu semakin terasa khidmat sepanjang prosesi kelulusan. Satu per satu nama lulusan dipanggil menuju panggung untuk menerima pengakuan atas perjuangan mereka selama menempuh pendidikan menengah. Senyum bahagia para siswa berpadu dengan rasa syukur yang terpancar dari wajah orang tua yang turut menyaksikan momen bersejarah tersebut.
Di beberapa sudut ruangan, terlihat ada beberapa orang tua yang menitikkan air mata kebanggaan saat melihat putra-putri mereka resmi menuntaskan perjalanan pendidikan di bangku SMA dan bersiap melangkah menuju jenjang yang lebih tinggi.
Momen itu menjadi pengingat bahwa keberhasilan seorang anak tidak hanya lahir dari kerja keras pribadi, tetapi juga dari doa, pengorbanan, dan dukungan keluarga yang tak pernah putus.
Bagi SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi Pamulang, graduation adalah momentum yang dapat meneguhkan kembali nilai-nilai keislaman, karakter, dan semangat berkontribusi yang selama ini ditanamkan kepada para peserta didik agar mereka dapat melanjutkannya pada jenjang pengalaman belajar berikutnya.
Sekolah berharap para lulusan dapat tumbuh menjadi generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, mampu bersaing di tingkat global, memiliki kepedulian sosial, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Di tengah kebutuhan Indonesia untuk melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing, pesan yang disampaikan oleh Ustaz Gofur dalam sambutan itu menjadi pengingat, bahwa kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi atau tingginya capaian akademik. Masa depan akan lebih bermakna ketika lahir generasi yang mampu memadukan intelektualitas dengan keimanan, prestasi dengan akhlak, serta kesuksesan dengan integritas.
Sebab, perubahan zaman akan terus berlangsung. Namun tanpa akhlak yang membimbing dan keimanan yang menguatkan, kemajuan yang diraih tidak akan memiliki arah dan makna yang sesungguhnya.

