Guru Mengajar dengan Hati, Kepala Sekolah Memimpin dengan Visi

Publish

18 April 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
215
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Halal Bihalal BKS SMP/MTs Muhammadiyah DIY: Perkuat Sinergi dan Kepemimpinan Visioner

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah — Badan Kerja Sama (BKS) SMP/MTs Muhammadiyah se-Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar kegiatan Halal Bihalal pada hari Kamis (16/04) di Nanggulan, Kulon Progo. Kegiatan ini mengusung tema “Silaturahmi yang Menggembirakan, Bersinergi, dan Berkemajuan.”

Ketua BKS SMP/MTs Muhammadiyah DIY, Hasanuddin, S.Pd.I., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan ucapan taqabbalallahu minna wa minkum di penghujung bulan Syawal. Ia juga mengapresiasi BKS Kulon Progo atas kesiapan tempat dan penyelenggaraan acara. Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya pembaruan dan modernisasi pendidikan di sekolah Muhammadiyah sebagai bagian dari jati diri gerakan yang sejak awal menjadi pelopor pendidikan modern, bukan sekadar bernostalgia pada masa lalu.

Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kulon Progo, Drs. H. Fauzan, menyampaikan doa bagi dua kepala sekolah dari Kulon Progo, yakni Sarwidi dan Supriyono, yang akan menunaikan ibadah haji 1447 H agar memperoleh predikat haji mabrur. Ia juga menekankan pentingnya sinergi dalam pengelolaan sekolah. “Kepala sekolah bisa menjadi ‘kepolo’ jika tidak membangun sinergi,” ujarnya mengingatkan.

Dalam tausiyahnya, Dr. Achmad Muhammad, M.Ag. mengajak seluruh peserta untuk memaknai Syawal tidak hanya sebagai kembali ke fitrah, tetapi juga sebagai momentum menghadirkan kegembiraan tanpa melupakan nikmat Allah. Ia menegaskan bahwa kemajuan sekolah tidak bisa berdiri sendiri, melainkan lahir dari kolaborasi guru yang mengajar dengan hati, kepemimpinan kepala sekolah yang visioner, serta dukungan seluruh warga sekolah.

Pengajian inti disampaikan oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, H. Gita Danupranata, S.E., M.M. Ia menyoroti pentingnya kepemimpinan berbasis visi yang jelas sebagai peta jalan pengembangan sekolah. Menurutnya, kepala sekolah perlu adaptif dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) yang penuh perubahan cepat dan ketidakpastian.

Ia juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang demokratis dan egaliter, dengan mengedepankan apresiasi terhadap kompetensi guru dan tenaga kependidikan. Pendekatan kolektif-kolegial dinilai menjadi kunci dalam membangun budaya kerja yang sehat.

Dalam menghadapi era digital, Gita mengingatkan agar transformasi tidak hanya pada alat, tetapi juga pada metode. “Kita harus beralih dari sekadar menggunakan digital menuju pembelajaran digital yang total,” ungkapnya. Selain itu, ia menegaskan pentingnya menjaga identitas keislaman dan kemuhammadiyahan serta mengembangkan pendidikan berbasis kearifan lokal.

Menutup tausiyahnya, Gita menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dan jejaring sebagai fondasi pengembangan amal usaha Muhammadiyah dengan growth mindset.

“Keunggulan tidak lahir dengan sendirinya. Sekolah maju karena sinergi, guru mengajar dengan hati, dan kepala sekolah memimpin dengan visi,” pungkasnya. (Naf)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

"Indonesia adalah sepotong surga yang dikirimkan Tuhan ke bumi. Muhammadiyah dan Aisyiyah memiliki t....

Suara Muhammadiyah

6 February 2025

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Masjid Islamic Center UAD, kembali dengan kegiatan ceramah tarawih ke-3....

Suara Muhammadiyah

4 March 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) bersama Pimpinan Komisariat Ikat....

Suara Muhammadiyah

19 March 2025

Berita

LAMPUNG, Suara Muhammadiyah - Salman Amar Raif selaku Ketua Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan (PIP)....

Suara Muhammadiyah

23 November 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Ajang Run To Care (RTC) kembali dihelat pada 9-11 Agustus 2024. Event ....

Suara Muhammadiyah

11 August 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah