Guru Mengajar dengan Hati, Kepala Sekolah Memimpin dengan Visi

Suara Muhammadiyah

18 April 2026

478
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Halal Bihalal BKS SMP/MTs Muhammadiyah DIY: Perkuat Sinergi dan Kepemimpinan Visioner

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah — Badan Kerja Sama (BKS) SMP/MTs Muhammadiyah se-Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar kegiatan Halal Bihalal pada hari Kamis (16/04) di Nanggulan, Kulon Progo. Kegiatan ini mengusung tema “Silaturahmi yang Menggembirakan, Bersinergi, dan Berkemajuan.”

Ketua BKS SMP/MTs Muhammadiyah DIY, Hasanuddin, S.Pd.I., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan ucapan taqabbalallahu minna wa minkum di penghujung bulan Syawal. Ia juga mengapresiasi BKS Kulon Progo atas kesiapan tempat dan penyelenggaraan acara. Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya pembaruan dan modernisasi pendidikan di sekolah Muhammadiyah sebagai bagian dari jati diri gerakan yang sejak awal menjadi pelopor pendidikan modern, bukan sekadar bernostalgia pada masa lalu.

Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kulon Progo, Drs. H. Fauzan, menyampaikan doa bagi dua kepala sekolah dari Kulon Progo, yakni Sarwidi dan Supriyono, yang akan menunaikan ibadah haji 1447 H agar memperoleh predikat haji mabrur. Ia juga menekankan pentingnya sinergi dalam pengelolaan sekolah. “Kepala sekolah bisa menjadi ‘kepolo’ jika tidak membangun sinergi,” ujarnya mengingatkan.

Dalam tausiyahnya, Dr. Achmad Muhammad, M.Ag. mengajak seluruh peserta untuk memaknai Syawal tidak hanya sebagai kembali ke fitrah, tetapi juga sebagai momentum menghadirkan kegembiraan tanpa melupakan nikmat Allah. Ia menegaskan bahwa kemajuan sekolah tidak bisa berdiri sendiri, melainkan lahir dari kolaborasi guru yang mengajar dengan hati, kepemimpinan kepala sekolah yang visioner, serta dukungan seluruh warga sekolah.

Pengajian inti disampaikan oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, H. Gita Danupranata, S.E., M.M. Ia menyoroti pentingnya kepemimpinan berbasis visi yang jelas sebagai peta jalan pengembangan sekolah. Menurutnya, kepala sekolah perlu adaptif dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) yang penuh perubahan cepat dan ketidakpastian.

Ia juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang demokratis dan egaliter, dengan mengedepankan apresiasi terhadap kompetensi guru dan tenaga kependidikan. Pendekatan kolektif-kolegial dinilai menjadi kunci dalam membangun budaya kerja yang sehat.

Dalam menghadapi era digital, Gita mengingatkan agar transformasi tidak hanya pada alat, tetapi juga pada metode. “Kita harus beralih dari sekadar menggunakan digital menuju pembelajaran digital yang total,” ungkapnya. Selain itu, ia menegaskan pentingnya menjaga identitas keislaman dan kemuhammadiyahan serta mengembangkan pendidikan berbasis kearifan lokal.

Menutup tausiyahnya, Gita menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dan jejaring sebagai fondasi pengembangan amal usaha Muhammadiyah dengan growth mindset.

“Keunggulan tidak lahir dengan sendirinya. Sekolah maju karena sinergi, guru mengajar dengan hati, dan kepala sekolah memimpin dengan visi,” pungkasnya. (Naf)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah – SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) menggelar acara &ld....

Suara Muhammadiyah

26 February 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Makassar bers....

Suara Muhammadiyah

17 August 2026

Berita

Launching Buku, Bazar hingga Launching Batik IPM KUPANG, Suara Muhammadiyah - Kota Kupang menjadi s....

Suara Muhammadiyah

2 December 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta ....

Suara Muhammadiyah

29 July 2024

Berita

WONOGIRI, Suara Muhammadiyah - Pondok Pesantren Muhammadiyah (PPM) Qursains Wonogiri menggelar apel ....

Suara Muhammadiyah

2 March 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah