Guru Mengajar dengan Hati, Kepala Sekolah Memimpin dengan Visi

Suara Muhammadiyah

18 April 2026

434
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Halal Bihalal BKS SMP/MTs Muhammadiyah DIY: Perkuat Sinergi dan Kepemimpinan Visioner

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah — Badan Kerja Sama (BKS) SMP/MTs Muhammadiyah se-Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar kegiatan Halal Bihalal pada hari Kamis (16/04) di Nanggulan, Kulon Progo. Kegiatan ini mengusung tema “Silaturahmi yang Menggembirakan, Bersinergi, dan Berkemajuan.”

Ketua BKS SMP/MTs Muhammadiyah DIY, Hasanuddin, S.Pd.I., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan ucapan taqabbalallahu minna wa minkum di penghujung bulan Syawal. Ia juga mengapresiasi BKS Kulon Progo atas kesiapan tempat dan penyelenggaraan acara. Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya pembaruan dan modernisasi pendidikan di sekolah Muhammadiyah sebagai bagian dari jati diri gerakan yang sejak awal menjadi pelopor pendidikan modern, bukan sekadar bernostalgia pada masa lalu.

Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kulon Progo, Drs. H. Fauzan, menyampaikan doa bagi dua kepala sekolah dari Kulon Progo, yakni Sarwidi dan Supriyono, yang akan menunaikan ibadah haji 1447 H agar memperoleh predikat haji mabrur. Ia juga menekankan pentingnya sinergi dalam pengelolaan sekolah. “Kepala sekolah bisa menjadi ‘kepolo’ jika tidak membangun sinergi,” ujarnya mengingatkan.

Dalam tausiyahnya, Dr. Achmad Muhammad, M.Ag. mengajak seluruh peserta untuk memaknai Syawal tidak hanya sebagai kembali ke fitrah, tetapi juga sebagai momentum menghadirkan kegembiraan tanpa melupakan nikmat Allah. Ia menegaskan bahwa kemajuan sekolah tidak bisa berdiri sendiri, melainkan lahir dari kolaborasi guru yang mengajar dengan hati, kepemimpinan kepala sekolah yang visioner, serta dukungan seluruh warga sekolah.

Pengajian inti disampaikan oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, H. Gita Danupranata, S.E., M.M. Ia menyoroti pentingnya kepemimpinan berbasis visi yang jelas sebagai peta jalan pengembangan sekolah. Menurutnya, kepala sekolah perlu adaptif dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) yang penuh perubahan cepat dan ketidakpastian.

Ia juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang demokratis dan egaliter, dengan mengedepankan apresiasi terhadap kompetensi guru dan tenaga kependidikan. Pendekatan kolektif-kolegial dinilai menjadi kunci dalam membangun budaya kerja yang sehat.

Dalam menghadapi era digital, Gita mengingatkan agar transformasi tidak hanya pada alat, tetapi juga pada metode. “Kita harus beralih dari sekadar menggunakan digital menuju pembelajaran digital yang total,” ungkapnya. Selain itu, ia menegaskan pentingnya menjaga identitas keislaman dan kemuhammadiyahan serta mengembangkan pendidikan berbasis kearifan lokal.

Menutup tausiyahnya, Gita menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dan jejaring sebagai fondasi pengembangan amal usaha Muhammadiyah dengan growth mindset.

“Keunggulan tidak lahir dengan sendirinya. Sekolah maju karena sinergi, guru mengajar dengan hati, dan kepala sekolah memimpin dengan visi,” pungkasnya. (Naf)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Program 'Bilik Literasi Rabu Krama' dari tim Program Kreativitas Mahasisw....

Suara Muhammadiyah

20 September 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) secara resmi menurunkan 30....

Suara Muhammadiyah

29 July 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara resmi mengumumkan 1 Ramada....

Suara Muhammadiyah

20 January 2024

Berita

MAUMERE, Suara Muhammadiyah - Prestasi gemilang kembali mengharumkan nama Universitas Muhammadi....

Suara Muhammadiyah

24 February 2026

Berita

MADIUN, Suara Muhammadiyah - Lembaga Layanan Pendidikan Tinggil Wilayah VII Jawa Timur (LLDIKTI VII ....

Suara Muhammadiyah

12 October 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah