KOTIM, Suara Muhammadiyah - Di tengah krisis air bersih akibat musim kemarau panjang dan kabut asap yang masih menyelimuti sebagian wilayah Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah Kotawaringin Timur (LAZISMU Kotim), bersama Disaster Management Center (MDMC), Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mentaya Hilir Selatan, serta Pemerintah Desa Samuda Besar, kembali menghadirkan aksi nyata kemanusiaan, menyalurkan 15.000 liter air bersih kepada masyarakat Desa Samuda Besar, Sabtu (5/9/2026).
Program kolaborasi bertajuk "Join Program Air Bersih", itu menjadi jawaban (solusi) atas kebutuhan mendesak warga yang selama beberapa waktu terakhir mengalami kesulitan memperoleh air layak konsumsi akibat kemarau (kekeringan).
Penyaluran bantuan dihadiri Ketua LAZISMU Kotim Ahirul Agus, S.P., Ketua MDMC Kotim, H. Muhamad Alexander, S.Pd., Ketua PCM Mentaya Hilir Selatan Kusnadi, S.Pd., perwakilan organisasi otonom Muhammadiyah (Ortom), serta Kepala Desa Samuda Besar, Mastuki.
Ketua LAZISMU Kotim, Ahirul Agus mengatakan bantuan (program) ini merupakan bentuk kepedulian Muhammadiyah kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Air bersih menjadi kebutuhan paling mendasar yang harus segera dipenuhi agar aktivitas sehari-hari warga tetap berjalan terkhusus untuk memasak dan minum.
“LAZISMU hadir untuk memastikan masyarakat dalam menghadapi musibah kekeringan ini tidak sendirian. Semoga bantuan air bersih ini dapat meringankan beban warga, terutama untuk kebutuhan memasak, minum, dan keperluan rumah tangga lainnya,” ujarnya.
Sebanyak 15.000 liter air bersih didistribusikan langsung kepada warga 90 kepala keluarga yang tersebar di sejumlah titik Desa Samuda Besar. Warga tampak gembira dan berbondong - binding membawa berbagai wadah penampungan, mulai dari jeriken hingga drum, untuk mendapatkan pasokan air bersih yang telah disiapkan tim relawan.
Ketua MDMC Kotim H. Muhamad Alexander, S.Pd., menegaskan krisis air bersih merupakan salah satu dampak nyata bencana hidrometeorologi yang harus direspons secara cepat. Menurutnya, sinergi antara lembaga kemanusiaan Muhammadiyah dalam semangat one Muhammadiyah one respone (OMOR), pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci agar bantuan dapat tersalurkan tepat sasaran serta tepat manfaat (berdampak) langsung.
“Semua relawan yang tergabung dalam MDMC tidak hanya bergerak dalam melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), pembagian nutrisi langsung kepada para relawan, menyiapkan rumah oksigen, tetapi hadir juga pada kondisi (kekeringan) dalam pembagian air bersih, Kami berharap kolaborasi ini mampu membantu masyarakat, hingga kondisi kembali normal dan hujan segera turun,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Samuda Besar, Mastuki mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan LAZISMU dan MDMC Kotim. Kemarau panjang menyebabkan persediaan air bersih di desa semakin menipis bahkan mulai kekurangan sehingga warga harus berjuang mendapatkan air untuk kebutuhan sehari -hari.
“Kami sangat berterima kasih kepada LAZISMU, MDMC, PCM Mentaya Hilir Selatan, dan seluruh pihak yang telah peduli kepada warga. Bantuan ini sangat berarti karena air bersih memang menjadi kebutuhan yang paling mendesak saat ini,” ungkap Mastuki.
Aksi kemanusiaan tersebut sekaligus menjadi wujud semangat gotong royong Muhammadiyah dalam melayani masyarakat tanpa memandang latar belakang. Melalui program ini, LAZISMU Kotim menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat yang sedang menghadapi bencana maupun kesulitan sosial. (mf)

