Haedar Nashir Ajak Wisudawan Tahfidzul Qur'an untuk Membumikan Al-Qur'an

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1308
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr KH Haedar Nashir, MSi

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr KH Haedar Nashir, MSi

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr KH Haedar Nashir, MSi dalam video conference kegiatan Wisuda Akbar Tahfid Quran Majelis Dikdasmen-PNF PDM Kota Yogyakarta, Sabtu (24/2) di GOR Among Rogo Yogyakarta meminta kepada seluruh wisudawan Tahfid Quran jangan hanya terpaku pada hafalan semata, tetapi harus bisa dibumikan secara nyata dalam kehidupan. Hal ini merespon tema yang diusung dalam kegiatan tersebut yakni "Membumikan Al-Qur'an untuk Membangun Generasi Qurani sebagai Ikhtiar Menyelamatkan Semesta."

"Kami harapkan dibalik wisuda Akbar Tahfidzul Qur'an bukan sekadar atau berhenti dalam hafalan Qur'an yang itu sangat baik dan niscaya, namun bersamaan dengan itu memahami Al-Qur'an dengan isinya dan mampu melaksanakan (isi) Al-Qur'an. Sehingga sebagaimana sekehendak tema Al-Qur'an membumi dalam kehidupan nyata," ujarnya.

Pada saat yang sama, Haedar menjelaskan bahwa Al-Qur'an sebagai kitab suci terakhir yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad Saw. Menurutnya, isi dari Al-Qur'an begitu rupa komprehensif menyangkut seluruh aspek kehidupan.

"Ribuan ayatnya bukan hanya menyangkut aspek-aspek yang bersifat ibadah, akidah semata, tapi juga akhlak dan muamalah dunyawiyah yang multidimensi. Bahkan Al-Qur'an kalau menyangkut ayat-ayat ahkam (hukum) tidak lebih dari sekitar 10 prosen. Selebihnya, Al-Qur'an mengandung berbagai aspek dimensi kehidupan yang luas," katanya.

Dalam kesempatan itu, Guru Besar Ilmu Sosiologi UMY ini mengatakan disamping kekuatan menghafal, pada saat bersamaan juga diperkuat dengan kemampuan membumikan. Yakni memahami arti dan bacaannya secara komprehensif, tidak parsial. Sampai kemudian dapat mengejawantahkan dalam kehidupan.

"Maka diperlukan selain menghafal dan paham dalam arti membacanya, tapi juga diperlukan memahami isi (kandungannya) serta bagaimana melaksanakannya dalam kehidupan," tegasnya.

Haedar berpesan kepada seluruh wisudawan, pimpinan, dan guru untuk senantiasa bersemangat dalam membumikan Al-Qur'an. Hal tersebut sebagai upaya untuk membangun kehidupan yang cerah dan mencerahkan semesta.

"Mari gelorakan dengan semangat Tahfidzul Qur'an ini yakni semangat memahami Al-Qur'an dan melaksanakan isi Al-Qur'an dalam kehidupan multidimensi. Dan lebih jauh lagi menghadirkan Islam sebagai ikhtiar menyelematkan dan mencerahkan semesta tentu membumikan isi Al-Qur'an dalam berbagai dimensi kehidupan yang sangat luas. (Itu) memerlukan topangan ilmu, alam pikiran, dan sistem yang lebih luas lagi," tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Momentum 1 Muharom 1445H diwarnai dengan pelantikan 29 kader muda Tapak....

Suara Muhammadiyah

22 July 2023

Berita

JAMBI, Suara Muhammadiyah - Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah beserta jajaran Pim....

Suara Muhammadiyah

22 December 2024

Berita

Upaya Meningkatkan Kualitas Akademik Calon Mahasiswa Doktoral SURABAYA, Suara Muhammadiyah – ....

Suara Muhammadiyah

4 February 2025

Berita

SUBULUSSALAM, Suara Muhammadiyah  – Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah ....

Suara Muhammadiyah

18 December 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI) menggelar ....

Suara Muhammadiyah

21 April 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah