Haedar Nashir Ajak Wisudawan Tahfidzul Qur'an untuk Membumikan Al-Qur'an

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1229
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr KH Haedar Nashir, MSi

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr KH Haedar Nashir, MSi

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr KH Haedar Nashir, MSi dalam video conference kegiatan Wisuda Akbar Tahfid Quran Majelis Dikdasmen-PNF PDM Kota Yogyakarta, Sabtu (24/2) di GOR Among Rogo Yogyakarta meminta kepada seluruh wisudawan Tahfid Quran jangan hanya terpaku pada hafalan semata, tetapi harus bisa dibumikan secara nyata dalam kehidupan. Hal ini merespon tema yang diusung dalam kegiatan tersebut yakni "Membumikan Al-Qur'an untuk Membangun Generasi Qurani sebagai Ikhtiar Menyelamatkan Semesta."

"Kami harapkan dibalik wisuda Akbar Tahfidzul Qur'an bukan sekadar atau berhenti dalam hafalan Qur'an yang itu sangat baik dan niscaya, namun bersamaan dengan itu memahami Al-Qur'an dengan isinya dan mampu melaksanakan (isi) Al-Qur'an. Sehingga sebagaimana sekehendak tema Al-Qur'an membumi dalam kehidupan nyata," ujarnya.

Pada saat yang sama, Haedar menjelaskan bahwa Al-Qur'an sebagai kitab suci terakhir yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad Saw. Menurutnya, isi dari Al-Qur'an begitu rupa komprehensif menyangkut seluruh aspek kehidupan.

"Ribuan ayatnya bukan hanya menyangkut aspek-aspek yang bersifat ibadah, akidah semata, tapi juga akhlak dan muamalah dunyawiyah yang multidimensi. Bahkan Al-Qur'an kalau menyangkut ayat-ayat ahkam (hukum) tidak lebih dari sekitar 10 prosen. Selebihnya, Al-Qur'an mengandung berbagai aspek dimensi kehidupan yang luas," katanya.

Dalam kesempatan itu, Guru Besar Ilmu Sosiologi UMY ini mengatakan disamping kekuatan menghafal, pada saat bersamaan juga diperkuat dengan kemampuan membumikan. Yakni memahami arti dan bacaannya secara komprehensif, tidak parsial. Sampai kemudian dapat mengejawantahkan dalam kehidupan.

"Maka diperlukan selain menghafal dan paham dalam arti membacanya, tapi juga diperlukan memahami isi (kandungannya) serta bagaimana melaksanakannya dalam kehidupan," tegasnya.

Haedar berpesan kepada seluruh wisudawan, pimpinan, dan guru untuk senantiasa bersemangat dalam membumikan Al-Qur'an. Hal tersebut sebagai upaya untuk membangun kehidupan yang cerah dan mencerahkan semesta.

"Mari gelorakan dengan semangat Tahfidzul Qur'an ini yakni semangat memahami Al-Qur'an dan melaksanakan isi Al-Qur'an dalam kehidupan multidimensi. Dan lebih jauh lagi menghadirkan Islam sebagai ikhtiar menyelematkan dan mencerahkan semesta tentu membumikan isi Al-Qur'an dalam berbagai dimensi kehidupan yang sangat luas. (Itu) memerlukan topangan ilmu, alam pikiran, dan sistem yang lebih luas lagi," tandasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

LANGSA, Suara Muhammadiyah - Sekolah Dasar Muhammadiyah 2 Kota Langsa melaksanakan sosialisasi mitig....

Suara Muhammadiyah

20 September 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung secara resmi menandatangan....

Suara Muhammadiyah

29 August 2024

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Dua Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembal....

Suara Muhammadiyah

20 October 2023

Berita

GAYO LUES, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Aceh Barat Daya (Abdya) bersama L....

Suara Muhammadiyah

22 December 2025

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Rektor UMSU, Prof. Dr. Agussani, MAP melepas mahasiswa tim Venship Fakul....

Suara Muhammadiyah

22 October 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah