Haedar Nashir: Idul Fitri Momentum Berbagi dan Bangun Persaudaraan Melintas

Suara Muhammadiyah

19 March 2026

558
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Setelah sebulan penuh berpuasa, muslim merayakan Idul Fitri pada Jumat 20 Maret 2026. Jadikan hari besar umat Islam ini untuk berbagi, peduli, dan membangun persaudaraan melintas.

Pesan itu disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir pada Kamis (19/3) dalam Refleksi Idul Fitri 1447 H.

Membangun kepedulian untuk pengaman jaringan sosial ini tidak hanya di tingkat nasional, tapi juga global seperti untuk saudara di Palestina, Iran, dan di berbagai belahan bumi lainnya yang membutuhkan uluran tangan.

“Memberi adalah panggilan dari semangat ke-berislaman kita untuk siapapun tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, golongan, dan bangsa. Dan itulah yang harus kita hidupkan setelah bulan Ramadan,” ungkap Haedar.

Jejak dari Ramadan yang perlu diawetkan oleh muslim, kata Haedar adalah menahan amarah. Meski marah melekat pada setiap insan, tapi menjadi pemarah sampai pada sikap berlebihan tentu harus dieliminasi.

Pesan yang juga ditekankan Haedar adalah memberi maaf – jika pernah marah disebabkan oleh orang lain, maka gudang maaf yang besar itu harus disiapkan untuk diberikan kepada siapapun orang itu.

Sebaliknya, seorang muslim yang baik harus berjiwa besar untuk meminta maaf ketika dirinya berbuat atau berlaku salah. Dengan demikian, puasa yang dijalankan selama Ramadan bisa berdampak pada kehidupan kolektif maupun pribadi.

“Di bulan Syawal ketika kaum muslimin memulai satu Syawal sebagai hari pertama beridulfitri dan sekaligus memulai hari baru, maka kebiasaan yang sangat baik adalah berislaturahmi,” katanya.

Silaturahmi sebagai ruang bersama untuk memperbaiki kualitas hubungan kemanusiaan di level keluarga, masyarakat, bahkan antar bangsa. Di sisi lain rusaknya kemanusiaan disebabkan hancurnya hubungan yang melintas.

“Dari sinilah pentingnya kita membangun persaudaraan. Persaudaraan yang melintas batas, baik sesama iman maupun dengan seluruh anak bangsa dan siapapun yang ada,” tuturnya.

Akan tetapi, membangun persaudaraan melintas ini harus didasarkan pada Al Maidah ayat 2, yaitu membangun persaudaraan – bekerja sama untuk kebaikan dan ketakwaan, bukan bekerja sama dalam keburukan dalam kehidupan antar manusia.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agung Danarto dalam buka pu....

Suara Muhammadiyah

18 March 2026

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah – Acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Univ....

Suara Muhammadiyah

23 September 2025

Berita

GRESIK, Suara Muhammadiyah - Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti Masjid Al-Falah Muhammadi....

Suara Muhammadiyah

17 July 2024

Berita

Kolaborasi Kampus dan Ranting ‘Aisyiyah dalam Pengelolaan Administrasi Keuangan YOGYAKARTA, S....

Suara Muhammadiyah

28 June 2025

Berita

Launching Buku Respons Anak Kampung untuk Umat, Bangsa dan Dunia  KUPANG, Suara Muhammadiyah &....

Suara Muhammadiyah

3 December 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah