YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Menjalankan ekonomi tidak bisa dilakukan personal. Semua itu, tegas Imam Bayu Nugroho, mesti ada kolaborasi yang berkelanjutan dengan beberapa stakeholder terkait.
Demikian Ketua PCM Jetis Kota Yogyakarta itu mengemukakan sebagai bentuk respons melihat adanya kans besar yang amat potensial dalam menjalankan ekonomi di Kemantren Jetis.
"Wilayah kita memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, sangat disayangkan jika tidak kita berdayakan dengan maksimal," beber Bayu saat Halaqah Pemberdayaan Ekonomi kolaborasi PCPM dan PCNA Jetis Kota Yogyakarta, Sabtu (2/5) di Masjid Noor Pakuningratan Yogyakarta.
Kolaborasi, imbuh Bayu sekali lagi, niscaya menjadi substansial. Dengan potensi ekonomi sangat terbuka lebar itu, Bayu mendorong kolaborasi harus terus dilakukan.
"Jika kita berjalan sendiri-sendiri, hasilnya tidak akan maksimal," tekannya.
Sungguh betapa fundamentalnya kolaborasi. Terlebih lagi, era saat ini tidak lagi berlaku karakter superhero fiksi ikonik dari DC Comics karya Jerry Siegel dan Joe Shuster, Superman.
"Sekarang bukan lagi zamannya "Superman" yang melakukan segalanya sendirian. Sekarang adalah eranya "Super Team," tegasnya.
Orang yang memiliki tim yang kuat, sebut Bayu, niscaya menciptakan manfaat lebih besar. Di samping landasan dasar yang mesti terkonstruksi kuat; jaringan dan relasi dengan sesama.
"Oleh karena itu, mari kita bangun jaringan untuk memasarkan produk-produk dari teman-teman kita sendiri," ajak Bayu.
Mengambil sampel pergerakan PCPM dan PCNA Jetis Kota Yogyakarta yang belum lama ini melakukan rapat kerja. Bayu sebut, sudah ada cetak biru program ekonomi yang memberdayakan dan memberikan kemanfaatan bagi masyarakat.
"Misalnya rencana Pemuda Muhammadiyah untuk membuat kafe yang bisa dikolaborasikan dengan kantin. Lalu, menghadapi momen kurban, ada keinginan untuk berjualan hewan kurban," sebutnya.
Karena itu, Bayu mendorong kepada PCPM dan PCNA Jetis harus mempersiapkan sebuah tim pemasaran bagi para pengusaha yang ada di Jetis.
"Silakan jika teman-teman pemuda ingin membantu memasarkannya," tandasnya.
Wakil Bendahara PDM Kota Yogyakarta Noviar Handi Al Fani menyebut potensi ekonomi di Jetis sangat tinggi.
Mencontohkan sebuah bisnis kopi, yang kian menyeruak di Kota Yogyakarta, disebut menjadi sampel yang bisa diejawantahkan.
"Banyak kopi juga. Kopi banyak di Timur jalan juga kopi juga banyak. Masuk ke jalan sini, Kranggan, Poncowinatan, Kranggan, Pakuningratan, kopi-kopi juga banyak. Itu fenomenal sampai parkirnya saja ramai, penuh," bebernya.
Bisnis kopi itu menjadi kans yang sangat menarik. Ophit, begitu sapaannya, menilai bisnis saat ini sarat dengan kans dan kesempatan.
Di sinilah is mendorong PCPM dan PCNA Jetis Kota Yogyakarta untuk bergerak bersama mengembangkan ekonomi yang memberdayakan umat dan masyarakat.
"Kalau kesempatan dari Muhamadiyah Jetis ini punya lokasi pinggir jalan juga, Ini kesempatan kita. Jadi monggo dimanfaatkan apa yang peluang-peluang usaha itu dicari kira-kira yang pantas apa," serunya.
Acara ini menghadirkan jajaran PDM Kota Yogyakarta seperti Abdus Samik Sandi, Agni Sutanta, Aris Saptono, Supriyo (ekonom), Ketua PCA Jetis Kota Yogyakarta Mimi Chandra berikut jajaran, juga para penggerak ekonomi lainnya. (Cris)

