Melalui KHGT, Muhammadiyah Ingin Menyulam Kesatuan Dunia Islam

Suara Muhammadiyah

25 June 2025

967
Haedar Nashir. Foto: Cris

Haedar Nashir. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kerangka dasar dari diluncurkannya Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) dilatarbelakangi dengan unsur kesatuan dan persatuan. Bahwa Seluruh umat Islam dari berbagai negara, bangsa, dan golongan selama ini memiliki satu keyakinan dan pandangan bahwa ukhuwah (persatuan) merupakan ajaran Islam yang sangat penting.

"Dalam setiap acara, kaum Muslimin, setiap tokoh dan mubaligh selalu menyuarakan ukhuwah sebagai keniscayaan untuk keutuhan dan persatuan umat Islam," jelas Haedar Nashir.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu melengkapi, bahwa ukhuwah memiliki percabangan yang meliputi ukhuwah dengan sesama umat Islam (ukhuwah Islamiyyah), ukhuwah sesama manusia (ukhuwah insaniyyah), dan ukhuwah dengan satu bangsa (ukhuwah Wathaniyah).

"Dasarnya sangat kuat (Qs al-Hujurat (49): 10). Bahkan kita juga mengutip di mana perintah untuk ukhuwah itu dalam oposisi biner, tidak boleh berpecah belah. Karena sering betapa kita mudah untuk berukhuwah (bersatu), tetapi betapa tidak mudahnya kita selesai atau menghindari perpecahan," ungkapnya saat Peluncuran KHGT, Rabu (25/6) di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan Kampus Terpadu Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA).

Dalam urusan sosial yang bersifat ijtima'iyyah, Haedar yakin, umat Islam bisa berukhuwah. Termasuk urusan diplomatis. "Tetapi, dalam dua urusan sering tidak bisa berukhuwah secara utuh, dalam urusan Palestina. Betapa tidak mudahnya dunia Islam untuk berukhuwah secara politik," bebernya.

Dan, menyangkut urusan kalender hijriah Islam. Baik yang bersifat lokal maupun global. "Ini jalan terjal. Perjuangan Muhammadiyah dengan launching ini jalan terjal," ungkapnya. Namun demikian, Haedar optimis, KHGT ini bisa menjadi jalan penyatuan umat Islam. "Sederhana saja, 1 hari 1 tanggal untuk semua kawasan dunia Islam. Bisakah kita berukhuwah?" tanya Haedar.

Hal-hal yang menyangkut perbedaan yang terjadi (dalam implementasi KHGT), tidak perlu dilakukan dengan tindakan yang mengarah pada kegaduhan. Namun, langkah moderat dengan jalan musyawarah mufakat.

"Prosesnya mungkin lama, bisa 10 tahun, 15 tahun, bisa 50 tahun, bisa 1 abad. Tetapi Muhammadiyah Insyaallah sabar menanti. Dan gagasan ini sudah banyak dirintis pandangan perorangan, tetapi Muhammadiyah sebagai kekuatan besar dari organisasi Islam modern ingin menghadirkan itu dengan rendah hati," jelasnya.

Muhammadiyah, tegas Haedar tidak pernah menutup pintu untuk berdialog. Pintu terbuka lebar, sehingga siapa pun diperbolehkan untuk berdialog. "Mari kita duduk bersama, tetapi tujuannya adalah KHGT," timpalnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PW....

Suara Muhammadiyah

17 November 2025

Berita

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah - Suasana haru, bangga, dan penuh keyakinan menyatu pada Sabtu yang la....

Suara Muhammadiyah

24 November 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pada zaman sekarang, banyak orang begitu rupa untuk membangun....

Suara Muhammadiyah

1 November 2025

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah – Yuharni dan Nuriaty Pimpin Aisyiyah Cabang Medan Tembung periode 2....

Suara Muhammadiyah

11 September 2023

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Berlangsung di Gedung Tenis indoor komplek Stadion Sultan Agung Bantul ....

Suara Muhammadiyah

22 December 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah