Melalui KHGT, Muhammadiyah Ingin Menyulam Kesatuan Dunia Islam

Suara Muhammadiyah

25 June 2025

911
Haedar Nashir. Foto: Cris

Haedar Nashir. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kerangka dasar dari diluncurkannya Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) dilatarbelakangi dengan unsur kesatuan dan persatuan. Bahwa Seluruh umat Islam dari berbagai negara, bangsa, dan golongan selama ini memiliki satu keyakinan dan pandangan bahwa ukhuwah (persatuan) merupakan ajaran Islam yang sangat penting.

"Dalam setiap acara, kaum Muslimin, setiap tokoh dan mubaligh selalu menyuarakan ukhuwah sebagai keniscayaan untuk keutuhan dan persatuan umat Islam," jelas Haedar Nashir.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu melengkapi, bahwa ukhuwah memiliki percabangan yang meliputi ukhuwah dengan sesama umat Islam (ukhuwah Islamiyyah), ukhuwah sesama manusia (ukhuwah insaniyyah), dan ukhuwah dengan satu bangsa (ukhuwah Wathaniyah).

"Dasarnya sangat kuat (Qs al-Hujurat (49): 10). Bahkan kita juga mengutip di mana perintah untuk ukhuwah itu dalam oposisi biner, tidak boleh berpecah belah. Karena sering betapa kita mudah untuk berukhuwah (bersatu), tetapi betapa tidak mudahnya kita selesai atau menghindari perpecahan," ungkapnya saat Peluncuran KHGT, Rabu (25/6) di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan Kampus Terpadu Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA).

Dalam urusan sosial yang bersifat ijtima'iyyah, Haedar yakin, umat Islam bisa berukhuwah. Termasuk urusan diplomatis. "Tetapi, dalam dua urusan sering tidak bisa berukhuwah secara utuh, dalam urusan Palestina. Betapa tidak mudahnya dunia Islam untuk berukhuwah secara politik," bebernya.

Dan, menyangkut urusan kalender hijriah Islam. Baik yang bersifat lokal maupun global. "Ini jalan terjal. Perjuangan Muhammadiyah dengan launching ini jalan terjal," ungkapnya. Namun demikian, Haedar optimis, KHGT ini bisa menjadi jalan penyatuan umat Islam. "Sederhana saja, 1 hari 1 tanggal untuk semua kawasan dunia Islam. Bisakah kita berukhuwah?" tanya Haedar.

Hal-hal yang menyangkut perbedaan yang terjadi (dalam implementasi KHGT), tidak perlu dilakukan dengan tindakan yang mengarah pada kegaduhan. Namun, langkah moderat dengan jalan musyawarah mufakat.

"Prosesnya mungkin lama, bisa 10 tahun, 15 tahun, bisa 50 tahun, bisa 1 abad. Tetapi Muhammadiyah Insyaallah sabar menanti. Dan gagasan ini sudah banyak dirintis pandangan perorangan, tetapi Muhammadiyah sebagai kekuatan besar dari organisasi Islam modern ingin menghadirkan itu dengan rendah hati," jelasnya.

Muhammadiyah, tegas Haedar tidak pernah menutup pintu untuk berdialog. Pintu terbuka lebar, sehingga siapa pun diperbolehkan untuk berdialog. "Mari kita duduk bersama, tetapi tujuannya adalah KHGT," timpalnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Pondok Pesantren Darul Fallaah Universitas Muhammadiyah (Unismu....

Suara Muhammadiyah

4 June 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Makassar melalui Majelis Tabl....

Suara Muhammadiyah

15 June 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Ranting 'Aisyyah (PRA) Patehan, Kraton, Yogyakarta hari Sa....

Suara Muhammadiyah

8 June 2026

Berita

Fakultas Teknologi Industri dan Informatika (FTII), Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka....

Suara Muhammadiyah

19 February 2026

Berita

MADRID, Suara Muhammadiyah – Di balik kokohnya pilar-pilar sejarah Islam yang pernah tegak sel....

Suara Muhammadiyah

21 April 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah