MAGELANG, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Sudan menyelenggarakan kegiatan silaturahmi dan halal bihalal pada Sabtu (28/3) di kediaman Ketua Majelis Pendidikan, Achmad Helmi Fuadi, di Magelang. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat ukhuwah sekaligus refleksi perjuangan kader Muhammadiyah di berbagai bidang.
Acara berlangsung dalam suasana hangat, khidmat, dan penuh keakraban. Meskipun dihadiri oleh peserta dalam jumlah terbatas, pertemuan tersebut justru menghadirkan kedalaman makna melalui sesi berbagi pengalaman dan perjalanan perjuangan masing-masing kader.
Dalam kesempatan tersebut, para peserta saling bertukar cerita tentang amanah yang tengah diemban. Di antaranya terdapat kader yang sedang menjalankan tugas sebagai pembimbing ibadah umrah, ada pula yang mengemban peran sebagai musyrif pondok pesantren, serta beberapa lainnya yang tengah merintis usaha di bidang kewirausahaan. Beragam kisah ini mencerminkan dinamika perjuangan kader Muhammadiyah dalam mengintegrasikan nilai dakwah dengan peran profesional dan sosial di masyarakat.
Rif’an Ali Hafidz selaku Ketua PCIM Sudan dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan ruang penguat kebersamaan. “Semoga agenda ini menjadi perekat silaturahmi dan recharge semangat berjuang lagi di kalangan teman-teman. InsyaAllah, selalu ada kemudahan di setiap perjuangan yang kita jalani,” ujarnya.
Senada dengan itu, Sekretaris Umum PCIM Sudan, Muhammad Khoiru Ribath, menegaskan pentingnya momentum kebersamaan ini sebagai sumber energi kolektif. “Ini adalah momen yang seharusnya menjadi sarana penebar semangat dan cinta antar pengurus serta warga Muhammadiyah Sudan. Agar napas perjuangan terus hidup, meskipun kita bergerak di bidang yang berbeda-beda, namun tetap dalam satu wadah, yaitu PCIM Sudan,” ungkapnya.
Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai forum konsolidasi gagasan strategis. PCIM Sudan tengah merancang ikhtiar penguatan wakaf pendidikan dan ketahanan pangan yang ditujukan bagi santri berkebutuhan khusus (ABK) dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di wilayah Gunungkidul.
Sebagai tindak lanjut, PCIM Sudan berencana menyelenggarakan forum wakaf pendidikan yang akan dikolaborasikan dengan Pesantren Al Hadharah Islamic Boarding School. Forum tersebut akan berfokus pada pengembangan wakaf pesantren dan sektor pendidikan, yang dijadwalkan berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026.
Kegiatan silaturahmi dan halal bihalal ini diharapkan dapat menjadi titik awal penguatan sinergi dan kolaborasi antar kader, sekaligus memperteguh komitmen dalam mengembangkan gerakan dakwah yang berkelanjutan dan berdampak luas bagi masyarakat.
Acara ditutup dengan doa bersama serta sesi foto sebagai simbol kebersamaan dan semangat kolektif dalam melanjutkan perjuangan.
