Hari Bermuhammadiyah Jaktim: Meneguhkan Ideologi di Tengah Arus Perubahan Zaman

Suara Muhammadiyah

10 August 2026

152
Istimewa

Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Di tengah dinamika global dan arus informasi yang bergerak sangat cepat, upaya untuk mempertahankan dan memperkuat nilai-nilai dasar persyarikatan menjadi semakin krusial. Merespons tantangan tersebut, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Timur menginisiasi agenda Pengajian Hari Bermuhammadiyah pada Ahad, 9 Agustus 2026. Pada pelaksanaan kali ini, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cipayung diberikan amanah untuk bertindak sebagai tuan rumah pelaksana kegiatan.

Bertempat di Masjid Joko Agung Purnomo (Masjid Griya Agung Dakwah Muhammadiyah Cipayung), acara ini secara khusus mengangkat tema "Meneguhkan Ideologi Muhammadiyah di Tengah Arus Perubahan Zaman". Tema strategis tersebut menjadi benang merah dari seluruh rangkaian pengajian yang berlangsung secara khidmat mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB.

Acara diawali dengan sambutan dari perwakilan PCM Cipayung, Abdul Rahman Tinambunan, M.M., yang menegaskan kesiapan dan komitmen cabang dalam memfasilitasi majelis ilmu bagi umat. Agenda ini terasa semakin istimewa dan solid dengan kehadiran langsung dari inisiator kegiatan, yakni Ketua PDM Jakarta Timur, Prof. Dr. M Nur Rianto Al Arif, M.Si., beserta jajaran Anggota Pimpinan PDM Jakarta Timur. Kehadiran pimpinan di tingkat daerah ini menjadi simbol sinergi yang kuat dengan tingkat cabang dalam merawat pemahaman ideologi persyarikatan hingga ke akar rumput.

Sebagai puncak pencerahan, Sekretaris PP Muhammadiyah, M. Izzul Muslimin, S.IP., hadir selaku narasumber utama.

Menyoroti derasnya arus globalisasi dan digitalisasi, Sekretaris PP Muhammadiyah, M. Izzul Muslimin, mengingatkan bahwa warga persyarikatan harus menjadikan hal tersebut sebagai peluang, bukan hambatan. Ia mendorong agar teknologi dimanfaatkan secara optimal untuk syiar agama.

"Perubahan zaman dan pesatnya arus digitalisasi bukanlah ancaman bagi gerakan kita, melainkan instrumen dakwah baru. Warga Muhammadiyah harus lincah beradaptasi dan menguasai teknologi, namun akarnya harus tetap menancap kuat pada ideologi yang bersumber dari Al-Qur'an dan as-Sunnah," tegasnya di hadapan jemaah pengajian.

Sesuai dengan tema yang diangkat, Izzul secara komprehensif mengupas tuntas bagaimana warga Muhammadiyah seharusnya memposisikan diri, beradaptasi, serta menguatkan fondasi keberagamaan agar teguh dan tidak mudah terombang-ambing oleh pergeseran nilai di era modern.

Antusiasme peserta sangat terlihat dari padatnya lokasi acara. Tidak hanya dihadiri oleh jajaran pengurus, kegiatan ini juga dipenuhi oleh keluarga besar Muhammadiyah Cipayung serta masyarakat di sekitar lingkungan masjid. Membaurnya masyarakat sekitar menjadi bukti nyata bahwa dakwah Muhammadiyah senantiasa membumi, inklusif, dan memberikan pencerahan langsung dalam upaya meneguhkan ideologi Islam yang rahmatan lil 'alamin.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah - Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh yang juga mengkordin....

Suara Muhammadiyah

20 March 2024

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) menggelar Trial Class, Sa....

Suara Muhammadiyah

20 October 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Sebanyak 13 mahasiswa program studi Komunikasi dan Penyiaran Isl....

Suara Muhammadiyah

11 July 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Himpunan Mahasiswa Program Studi Bioteknologi (Himabit) Universi....

Suara Muhammadiyah

6 July 2026

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Di hari kedua penyelenggaraan Diskusi Buku dan Workshop Literasi Digital ....

Suara Muhammadiyah

25 March 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah