Harus Menjadi Unggulan: Enam Ranting Cabang Kesugihan Dikukuhkan

Publish

30 March 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
107
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Pengukuhan Enam PRM, PRA, JATAM, dan KL Lazismu Cabang Kesugihan

CILACAP, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kesugihan menyelenggarakan acara silaturahmi sekaligus pengukuhan enam Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA), Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM), dan Kantor Layanan (KL) Lazismu Cabang Kesugihan.

Acara ini berlangsung di halaman kompleks Muhammadiyah Children Center (MCC) LKSA Panti Asuhan An Nur, Jalan Pisang Timur, Karangkandri, Kesugihan, Cilacap, pada Ahad (29/03).

Keenam ranting yang dikukuhkan adalah PRM Planjan, Kalisabuk, Menganti, Slarang, Kesugihan Kidul, dan Karangkandri. Selain itu, turut dikukuhkan pula PRA Planjan, JATAM Cabang Kesugihan, dan KL Lazismu Cabang Kesugihan.

Pengukuhan dilaksanakan oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Cilacap, Habib Ghozali, dan dihadiri oleh Suwarno selaku Ketua Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Habib Ghozali menyampaikan pesan kepada seluruh jajaran PCM Kesugihan, khususnya ranting, JATAM, dan KL Lazismu yang baru saja dikukuhkan.

"Enam ranting sekaligus, ditambah PRA, JATAM, dan Lazismu. Ini menggambarkan proses yang luar biasa dan membuktikan bahwa kita sesungguhnya memiliki kemampuan. Namun, koordinasi yang berkelanjutan tetap perlu ditingkatkan," tegasnya.

Ia juga mendorong agar ranting-ranting tersebut berkembang menjadi ranting unggulan. Salah satu cara terbaik untuk mencapai hal itu, menurutnya, adalah dengan mendirikan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang khas dan belum ada di tempat lain.

"Pengukuhan JATAM dan KL Lazismu ini membuka potensi besar bagi pengembangan Cabang Kesugihan," harapnya.

Sementara itu, Ketua LPCR PWM Jawa Tengah, Suwarno, menegaskan bahwa ranting-ranting yang baru dikukuhkan harus menjadi ranting yang unggul. Ia menyebutkan sejumlah kriteria yang harus dipenuhi, antara lain memiliki Surat Keputusan (SK) dari PCM, SK pendirian ranting, papan nama, kantor, serta keanggotaan yang aktif.

"Jika belum memiliki kantor, salah satu program prioritasnya adalah membangun kantor baru," sarannya. "Jika jumlah ranting bertambah, jumlah anggota pun harus bertambah," tambahnya.

Suwarno juga memaparkan bahwa Jawa Tengah memiliki sekitar 8.600 desa dan kelurahan, sementara ranting Muhammadiyah yang telah berdiri baru mencapai 4.700. Dari 573 kecamatan, sudah terbentuk 589 cabang.

"Target kami menjelang Muktamar ke-49 adalah 5.200 ranting. Ini bisa tercapai jika setiap cabang membentuk minimal satu ranting baru," ujarnya. Ia menambahkan bahwa pembentukan ranting cukup memerlukan lima orang, dengan susunan pengurus minimal terdiri atas ketua, sekretaris, bendahara, dan anggota. "Yang terpenting, setelah berdiri harus ada kegiatan, setidaknya pengajian rutin," jelasnya.

Suwarno juga menyampaikan bahwa Muhammadiyah Jawa Tengah terus berkembang bersama AUM di bidang pendidikan dan kesehatan. "Alhamdulillah, Muhammadiyah Jawa Tengah adalah yang terbesar di Indonesia," ujarnya bangga.

Ketua PRM Karangkandri, Cholid, menyatakan bahwa langkah pertama setelah pengukuhan adalah berkoordinasi dengan PCM Kesugihan guna memetakan dan menjalankan program secara terstruktur. "Kami siap mendukung program-program yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah Pusat," ucapnya.

Ketua PCM Kesugihan, Subagyo, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini. "Alhamdulillah, dengan semangat dan motivasi dari pimpinan daerah serta seluruh kader, hari ini kita resmi mengukuhkan enam ranting, PRA, JATAM, dan KL Lazismu. Bismillah, semoga amanah ini dapat diemban dengan sebaik-baiknya," ucapnya.

Acara silaturahmi juga diisi dengan pengajian yang dibawakan oleh Ustaz Ibnu Hasan, Wakil Ketua PWM Jawa Tengah. Ia menyampaikan bahwa silaturahmi merupakan kunci untuk membangun dinamika organisasi.

"Muhammadiyah harus membangun dirinya melalui silaturahmi. Dengan silaturahmi, organisasi akan hidup dan dinamis, sehingga banyak hal yang bisa diwujudkan bersama, baik dengan pemerintah maupun organisasi lain," tegasnya. Menurutnya, dinamika yang dibangun melalui silaturahmi harus mengarah pada dua hal: kesalehan pribadi sebagai landasan spiritualitas, dan aksi sosial sebagai wujud kepedulian.

"Muhammadiyah harus menghadirkan keduanya sekaligus," tandasnya.

Acara ini dihadiri oleh berbagai tamu undangan, di antaranya Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Cilacap, Ketua STIE Muhammadiyah Cilacap, Unit Pembantu Pimpinan (UPP) PDM Cilacap, serta Ketua PCM dan AUM dari Distrik Kota dan Distrik Kroya.

Hadir pula perwakilan MWC, PAC Fatayat, dan Muslimat Kesugihan, RS PKU Aghisna Kroya, Klinik Pratama Rawat Inap PKU Muhammadiyah Sampang dan Cilacap, Kepala SMP Muhammadiyah 2 Cilacap, Kepala SMA Muhammadiyah 1 Cilacap, Ketua JATAM Cilacap, Sekretaris MPM PDM Cilacap, Manajer Lazismu Cilacap, Forkopimcam Kesugihan, Pemerintah Desa Karangkandri, serta para jamaah pengajian. (Wasis/Naf)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah — Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), Dr H Saidul Amin,....

Suara Muhammadiyah

2 December 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa yang melaksanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata) Mandiri 3T (Te....

Suara Muhammadiyah

12 December 2023

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Wilayah Sulawe....

Suara Muhammadiyah

10 December 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Fitri Arofiati....

Suara Muhammadiyah

28 September 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Para kader Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kalimantan Te....

Suara Muhammadiyah

6 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah