Hilman Latief Tegaskan Sustainable Innovation sebuah Keniscayaan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
280
Prof Hilman Latief, MA., PhD. Foto: Cris

Prof Hilman Latief, MA., PhD. Foto: Cris

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam Risalah Islam Berkemajuan, ditegaskan Muhammadiyah meniscayakan organisasi dan gerakan yang berdasarkan Islam. Hal itu mengerucut menjadi beberapa variabel, pertama gerakan dakwah.

"Jadi misi kemanusiaan itu juga tidak bisa lepas dari gerakan dakwah amar makruf nahi mungkar," kata Hilman Latief.

Dari sisi dakwahnya, lebih-lebih mengajak pada kebaikan dalam konteks sosial, ekonomi, etis, maupun politik. "Itu juga butuh kinerja, butuh kerja keras, butuh effort yang kuat," katanya, demikian termasuk membayar zakat. 

"Ini tugasnya Lazismu di antaranya  mengajak terus orang berzakat, berinfak, bersedekah. Dan ini sebuah tugas yang mulia," tutur Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.

Kedua, gerakan tajdid. Kata tajdid merupakan pembaruan dalam memahami dan menjalankan ajaran Islam. "Bagaimana memberikan gagasan-gagasan baru, inovasi dan lain sebagainya," urai Hilman.

Di sini substansialnya dalam berdakwah. "Harus inovatif. Nah ini penting. Sustainable innovation, inovasi yang tiada henti," tambahnya. Dan tanpa itu, tampaknya akan makin sulit mewujudkan kemaslahatan untuk semua.

"Tanpa inovasi, saya kira ini akan menjadi rutinitas belaka yang harapan untuk memberikan kemaslahatan yang lebih besar itu semakin berat," tekannya.

Ketiga, gerakan ilmu. Implikasi dengan tajdid tadi, niscaya memerlukan topangan ilmu. Mengapa? "Inovasi tanpa ilmu juga akan berat," tegasnya dalam ZiskaTalks Tarhib Ramadhan Lazismu di Lantai 4 Gedung Dakwah Muhammadiyah Menteng Raya, Jakarta Pusat, Kamis (12/2).

Karena itulah, sejak masa awal Kiai Ahmad Dahlan, Muhammadiyah sudah fokus dalam bidang pendidikan. Tujuannya, untuk mengedukasi dan memberikan pencerahan kepada anak-anak.

"Agar mereka ke depannya cara pandangnya bisa lebih terbuka dan lain-lain," urainya.

Dalam konteks ini, Hilman mengapresiasi Lazismu mengenai program-program yang dijalankan sekaligus juga laporan yang disusun. "Tanpa ilmu tidak bisa," celetuknya.

Di sinilah harus ada orang yang mampu melakukan evaluasi, monitoring, audit dan lain-lain.

"Itulah ilmu. Dan itu adalah bagian integral dari sikap keislaman kita," ucapnya.

Keempat, gerakan amal. Aspek amal menjadi pertimbangan yang sangat penting. Dan hal ini, bisa dilakukan di berbagai level.

"Ada orang yang tugasnya memang berdonasi, membantu, menyampaikan sebagian hartanya untuk membantu orang-orang yang terkena bencana," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Hilman menegaskan Muhammadiyah berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dan menjaga ritme bantuan kemanusiaan di tengah prahara kebencanaan.

"Ada tahapan-tahapannya. Kita terus bisa menjalankan program dengan capaian dan output yang kita harapkan," tandasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Wakil Kepala Otorita IKN Raja Juli Antoni mengatakan, etos kerja yang t....

Suara Muhammadiyah

3 September 2024

Berita

ABDYA, Suara Muhammadiyah -  Rasullah SAW bersabda “Aku dan orang yang mengurus (menanggu....

Suara Muhammadiyah

27 February 2024

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid Pi....

Suara Muhammadiyah

28 January 2025

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – ITESA Muhammadiyah Semarang menyelenggarakan kegiatan webinar b....

Suara Muhammadiyah

27 February 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Fenomena lonjakan tekanan darah pada pagi hari atau morning su....

Suara Muhammadiyah

12 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah