Khutbah Idul Adha 1447 H di Masjid Muhammadiyah Al-Muhajirin Tekankan Makna Qurban di Tengah Tantangan Zaman
BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah — Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 H di Masjid Muhammadiyah Al-Muhajirin berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan pada Rabu, 10 Dzulhijjah 1447 H bertepatan dengan 27 Mei 2026. Ribuan jamaah sejak pagi memadati kawasan masjid untuk mengikuti pelaksanaan shalat Idul Adha dalam suasana pagi yang cerah dan sejuk.
Jamaah terlihat memenuhi halaman depan, samping, hingga teras belakang masjid. Bahkan, Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah (GPDM) yang berada di belakang masjid turut dipenuhi jamaah karena tingginya antusiasme masyarakat dalam menunaikan ibadah Idul Adha tahun ini.
Shalat Idul Adha dipimpin oleh Ustadz Ahmad Zaidan selaku imam. Pelaksanaan ibadah berlangsung lancar, tertib, dan penuh kekhusyukan. “Sementara itu, khutbah Idul Adha disampaikan oleh H. Ibnu Sina, S.Pi., M.Si., yang saat ini menjabat sebagai Tenaga Ahli Gubernur Kalimantan Selatan serta pernah menjabat sebagai Wali Kota Banjarmasin selama dua periode (2016–2024). Dalam khutbah bertema ‘Ibadah Qurban untuk Meraih Ridha Allah SWT’, beliau menekankan pentingnya keikhlasan, ketakwaan, dan kepedulian sosial dalam ibadah qurban.”
Dalam khutbahnya, khatib menegaskan bahwa ibadah qurban bukan sekadar menyembelih hewan, melainkan simbol ketundukan total kepada Allah SWT sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Nilai utama qurban terletak pada keikhlasan, ketakwaan, dan kesiapan seorang hamba untuk mengorbankan kepentingan duniawi demi meraih ridha Allah SWT.
Khatib juga mengingatkan bahwa semangat qurban harus melahirkan kepedulian sosial dan memperkuat solidaritas umat. Menurutnya, Idul Adha menjadi momentum untuk membangun masyarakat yang saling berbagi, membantu sesama, dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah berbagai tantangan kehidupan modern.
Dalam salah satu bagian khutbahnya, H. Ibnu Sina menekankan bahwa qurban mengajarkan manusia untuk membersihkan hati dari sifat egois dan cinta dunia yang berlebihan. Semangat pengorbanan tersebut dinilai sangat relevan dalam kehidupan saat ini, ketika masyarakat dihadapkan pada berbagai ujian sosial, ekonomi, dan moral.
Selain pelaksanaan shalat Idul Adha, panitia qurban Masjid Muhammadiyah Al-Muhajirin tahun ini juga menyelenggarakan penyembelihan sebanyak 30 ekor hewan qurban, terdiri dari 28 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Hewan-hewan qurban tersebut merupakan amanah dari jamaah dan masyarakat yang mempercayakan pelaksanaan qurbannya kepada panitia masjid.
Pelaksanaan Idul Adha di Masjid Muhammadiyah Al-Muhajirin diharapkan semakin memperkuat fungsi masjid sebagai pusat ibadah, dakwah, dan pemberdayaan umat, sekaligus mempererat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

