BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Masjid Al Muttaqiin Grand Tanjung Elok Purwokerto dalam kajian subuh di awal Ramadhan tanggal mengundang pembicara Ust.Assoc Prof.Dr.H.Ibnu Hasan,M.Si. Dalam kajian subuh di awal Ramadhan ini disampaikan mengenai 4 pilar kekuatan jamaah yang mengawal kejayan Islam. Dalam kajian subuh ini selain jamaah tetap juga dihadiri jamaah yang lain dengah jumlah yang hadir kurang lebih 300 jamaah.
Dalam kajiannya disampaikan bahwa dengan mengambil QS Al Hajj ayat 41 (Yaitu) orang-orang yang jika Kami beri kemantapan (hidup) di bumi, mereka menegakkan salat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Hanya kepada Allah kesudahan segala urusan. Surat ini mengandung makna bahwa kejayaan Islam ada didukung oleh empat kekuatan yaitu kekuatan Jama’ah, Jariyah, Jam’iyah, Ruhiyah.
Disampaikan dalam kajian bahwa Ramadhan adalah bulan yang Istimewa bagi ummat Islam. Hal tersebut terjadi karena kesadaran umat Islam di seluruh dunia sangat tinggi dalam menghadirkan empat pilar kejayaan Islam tersebut di bulan Ramadhan, melebihi bulan lain.
Kekuatan pertama adalah kekuatan jamaah. Kekuatan jamaah dihasilkan karena shalatnya dikerjakan dengan benar (shollu kamaa roaitumuunii ushalli). Shalatnya bermakna (memiliki pengaruh membentuk akhlak dengan membentuk karakter mulia yaitu bersikap bersih, disiplin, jujur, bersaudara dan lain-lain. Disisi lain menegakkan shalat yang dilakukan di masjid berarti memakmurkan masjid. Kekuatan Islam salat satu tolokukurnya adalah tampak pada jama’ah masjidnya.
Disampikan Ust Ibnu Lebih lanjut bahwa kekuatan kedua adalah adalah kekuatan jariyah. Kekuatan jariyah ditunjukan dengan ketaatan membayar zakat. Membayar zakat berarti kesadaran tinggi di hadapan Allah bahwa harta hanyalah hak pakai, bukan hak milik. Membayar zakat, infak dan sedekah adalah kesadaran berbagi, berempati, berpihak dan kesetiaan (wala’) terhadap sesama muslim. Rasulullah membangun peradaban Islam melalui kesadaran zakat dan Pembangunan Baitul Maal. Abu Bakar RA saat didaulat menjadi Amirul Mukminin memulai memimpin dengan prioritas program penertiban zakat, infak dan sedekah.Umar bin Abdul Aziz (cucu Umar bin Khathab) berhasil menghimpun zakat dan sedekah dalam jumlah sangat melimpah hingga kesulitan mendistribusikan karena mayoritas telah membayar/ menunaikannya.
Kekuatan ketiga adalah kekuatan dakwah.. Hal ini jelas termaktub dalam surat Ali Imran ayat 104. Surat Ali 'Imran ayat 104 menegaskan kewajiban bagi umat Islam untuk membentuk kelompok yang menyeru kepada kebajikan, mengajak berbuat ma'ruf (kebaikan), dan mencegah munkar (kemungkaran) agar menjadi orang yang beruntung. Ayat ini adalah dasar hukum amar ma'ruf nahi munkar (fardhu kifayah).
Dijelaskan dalam kajian Ust. Ibnu bahwa kekuatan dakwah juga dipertegas dengan QS At Taubah ayat 71 yang artinya “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Kekuatan keempat adalah kekuatan ruhiyah karena dipertegas dalam beberapa surat di Quran yang maknanya “kepada Allahlah Kembali segala urusan”. Kekuatan ruhiyyah: adalah keasadar iman, keterikatan dan ketergantungan dengan Allah sebagai sumber kekuatan meraih kejayaan peradaban Islam. RUHIYAH adalah kesadaran spiritual dalam melakukan sesuatu dengan senantiasa mendekatkan diri dan tak mau lepas dengan Allah (Ma’iyyatullah – ma’yyatul hasanaah). (Eka)

