Ikhtiar Melahirkan Generasi Kuat, Sanggar ASI Gelar Aksi Damai World Breastfeeding Week

Suara Muhammadiyah

2 August 2026

182
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Suasana kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta pada Sabtu (1/8) terasa begitu hangat dan penuh energi positif. Di tengah riuk-pikuk kota mulai dari yang berolahraga hingga berwisata, terdapat para ibu pejuang ASI, keluarga, hingga tenaga kesehatan yang menyuarakan pentingnya dukungan menyusui dalam Aksi Damai World Breastfeeding Week 2026.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Sanggar ASI dan diikuti oleh para ibu pejuang ASI, keluarga, konselor menyusui, tenaga kesehatan, organisasi profesi, komunitas perempuan, komunitas parenting, organisasi masyarakat, serta berbagai pihak yang memiliki semangat yang sama dalam mendukung keberhasilan menyusui di Indonesia.

Aksi damai ini merupakan kegiatan pembuka dari  dari rangkaian peringatan World Breastfeeding Week 2026 yang mengusung tema “Breastfeeding for a Sustainable Start in Life: Strengthen What Works” atau “Menyusui untuk Awal Kehidupan yang Berkelanjutan: Perkuat yang Sudah Terbukti Berhasil.”

Selain aksi damai dan orasi publik, kegiatan ini juga menghadirkan edukasi menyusui di ruang publik, kampanye kesadaran masyarakat, serta pengumpulan tanda tangan Petisi Dukungan bagi Keberhasilan Menyusui di Indonesia yang dapat ditandatangani oleh peserta aksi maupun masyarakat yang melintas di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

CEO Sanggar ASI, Raisika Riyanto, menyampaikan bahwa aksi damai ini bertujuan membawa isu menyusui lebih dekat dengan masyarakat luas.

"Selama ini edukasi menyusui sering kali identik dengan ruang klinik, rumah sakit, atau fasilitas kesehatan. Melalui aksi damai ini kami ingin menunjukkan bahwa edukasi menyusui juga dapat hadir di ruang publik. Menyusui bukan isu yang hanya dibicarakan di ruang konsultasi, tetapi isu yang perlu dipahami dan didukung oleh seluruh masyarakat," ujar Raisika.

Menurutnya, keberhasilan menyusui tidak dapat dibebankan kepada ibu seorang diri. Menyusui bukan semata urusan domestik dalam lingkup keluarga, melainkan isu kesehatan masyarakat, pembangunan sumber daya manusia, dan investasi masa depan bangsa.

"Setiap ibu berhak mendapatkan dukungan untuk menyusui. Keberhasilan menyusui tidak hanya ditentukan oleh kemauan seorang ibu, tetapi juga oleh dukungan keluarga, lingkungan sosial, fasilitas pelayanan kesehatan, kebijakan pemerintah, dan dunia kerja yang ramah menyusui. Karena itu, keberhasilan menyusui adalah tanggung jawab bersama," tambahnya.

Melalui petisi yang dikumpulkan dalam aksi damai ini, para peserta dan masyarakat diajak menyuarakan dukungan terhadap penguatan sistem pendukung menyusui di Indonesia. Petisi tersebut ditujukan kepada berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, dunia usaha, fasilitas pelayanan kesehatan, serta masyarakat luas.

Petisi tersebut mengajak seluruh pihak untuk:

  • Memperkuat kebijakan dan program yang mendukung keberhasilan menyusui.
  • Memperluas akses terhadap layanan konseling menyusui yang berkualitas dan mudah dijangkau keluarga Indonesia.
  • Mendorong dunia usaha menciptakan lingkungan kerja yang ramah menyusui, termasuk penyediaan ruang laktasi yang layak dan kebijakan yang mendukung ibu bekerja.
  • Memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam perlindungan, promosi, dan dukungan menyusui berbasis bukti ilmiah.
  • Membangun budaya masyarakat yang menghormati dan mendukung ibu menyusui di rumah maupun di ruang publik.

Sanggar ASI meyakini bahwa keberhasilan menyusui tidak hanya menghasilkan manfaat kesehatan bagi ibu dan bayi, tetapi juga memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, tema World Breastfeeding Week 2026 menjadi pengingat bahwa berbagai program, kebijakan, dan praktik yang telah terbukti mendukung keberhasilan menyusui perlu terus diperkuat dan diperluas.

Melalui aksi damai ini, Sanggar ASI berharap semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa menyusui bukan hanya urusan ibu dan bayi, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

"Kami berharap aksi damai ini menjadi ruang edukasi, ruang kolaborasi, dan ruang penyampaian aspirasi publik. Setiap tanda tangan yang terkumpul adalah suara dukungan bagi ibu dan bayi Indonesia. Karena ketika ibu didukung untuk menyusui, sesungguhnya kita sedang berinvestasi pada generasi yang lebih sehat, lebih kuat, dan lebih berkelanjutan," tutup Raisika.

Salah satu pengunjung, Indah, mengungkapkan bahwa keberhasilan menyusui adalah investasi masa depan bangsa yang membutuhkan peran lingkungan sekitar, tempat kerja, hingga kebijakan pemerintah. "Selama ini isu menyusui terasa sangat privat dan hanya dibahas di ruang konsultasi dokter, tetapi aksi di ruang publik ini berhasil membuktikan bahwa edukasi kesehatan bisa disampaikan secara inklusif, hangat, dan merangkul siapa saja," tuturnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka milad Muhammadiyah yang ke 111 , PDM dan PDA Bantul di duk....

Suara Muhammadiyah

18 November 2023

Berita

ENREKANG, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan menegaskan....

Suara Muhammadiyah

1 February 2026

Berita

Kuliah Umum Perdana Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) den....

Suara Muhammadiyah

16 March 2025

Berita

TERNATE, Suara Muhammadiyah - Di Kota Ternate, masyarakat bisa merasakan dampak langsung dari peruba....

Suara Muhammadiyah

1 September 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Majelis Tabligh PWM DIY menggelar acara penarikan peserta Mub....

Suara Muhammadiyah

23 March 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah