TEMANGGUNG, Suara Muhammadiyah - Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr. Nur Sofyan, S.I.Kom., M.I.Kom., melaksanakan program pengabdian masyarakat bertajuk “Pelatihan Branding dan Pemasaran Produk untuk Meningkatkan Amal Usaha PCNA Kranggan, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah.” Kegiatan yang difasilitasi Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) UMY ini sekaligus diikuti dengan penyerahan hibah oven kue dan perlengkapan produksi untuk mendukung penguatan ekonomi organisasi.
Program pengabdian yang dilaksanakan pada Selasa (7/4) tersebut menyasar Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Kranggan, Kabupaten Temanggung, yang selama ini mengembangkan usaha produk kue kering sebagai salah satu penopang ekonomi organisasi.
Menurut Dr. Nur Sofyan, tema branding dan pemasaran dipilih karena adanya kebutuhan nyata dari mitra dalam memperluas jangkauan pasar produk mereka.
“Selama ini PCNA memiliki kendala dalam memasarkan produk, khususnya kue-kue kering yang menjadi salah satu penopang ekonomi organisasi. Dakwah harus didukung oleh penguatan ekonomi, dan salah satu jalannya adalah melalui branding yang tepat,” ujarnya saat dihubungi pada Rabu (8/4).
Ia menjelaskan, keberhasilan branding produk tidak hanya berdampak pada peningkatan nilai jual, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghidupi Muhammadiyah di akar rumput, khususnya melalui penguatan ekonomi organisasi perempuan muda Muhammadiyah.
Dengan latar kepakaran di bidang komunikasi pemasaran, Nur Sofyan mengimplementasikan pendekatan keilmuannya untuk membantu PCNA Kranggan membangun identitas merek, strategi komunikasi produk, hingga penguatan pemasaran yang lebih efektif.
Antusiasme peserta terlihat tinggi. Selain pengurus PCNA Kranggan, kegiatan ini turut dihadiri unsur Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA), Pimpinan Cabang Aisyiyah, hingga Pimpinan Cabang Muhammadiyah setempat.
Hal tersebut menunjukkan kesadaran bersama bahwa gerakan dakwah organisasi memerlukan dukungan ekonomi yang kuat melalui pengelolaan usaha yang profesional dan berdaya saing.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap keberlanjutan usaha, Nur Sofyan bersama UMY menyerahkan hibah barang berupa oven kue dan perlengkapan pendukung produksi kepada PCNA Kranggan. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi usaha kue kering yang selama ini menjadi amal usaha unggulan organisasi.
Meski pelatihan lapangan berlangsung selama satu hari, pendampingan tidak berhenti pada sesi tatap muka. Tim pengabdian membuka konsultasi lanjutan melalui Zoom sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi implementasi branding produk.
“Pelatihan ini memang satu hari, tetapi konsultasi dan evaluasi tetap dibuka secara online agar implementasi branding bisa terus dimonitor,” jelas Nur Sofyan.
Ia menegaskan, kehadiran kampus dalam pengabdian masyarakat harus mampu melampaui transfer ilmu akademik dan menyentuh penguatan ekonomi sektor riil masyarakat.
“Ketika kampus hadir memberikan pendampingan pada amal usaha Muhammadiyah, maka ekonomi organisasi akan bergerak. Jika ekonomi bergerak, jangkauan dakwah akan semakin luas. Inilah wujud nyata semangat Entrepreneur University yang dijalankan UMY,” pungkasnya.
Melalui program ini, UMY berharap PCNA Kranggan mampu mengembangkan produk unggulannya menjadi lebih dikenal luas, sehingga dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi organisasi perempuan Muhammadiyah di tingkat cabang. (ZA)
