Ikhwan Ahada Dorong Rekatkan Ukhuwah Agar Kehidupan Tidak Goyah

Suara Muhammadiyah

7 April 2025

1184
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Syawalan dan Pamit Haji Keluarga Besar Muahammadiyah Berbah, Sleman, Ahad (6/4) berlangsung di Gedung Serbaguna Kalurahan Sendangtirto, Berbah. Acara ini menghadirkan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY Muhammad Ikhwan Ahada.

Ikhwan menyampaikan bahwa momen pasca-Idulfitri merupakan saat yang tepat untuk menegaskan pentingnya menjaga tali persaudaraan (ukhuwah). Sebab, menjaga ukhuwah merupakan ajaran yang sangat ditekankan dalam Islam.

"Allah tidak hanya memerintahkan kita untuk mendekat kepada-Nya, tetapi juga untuk saling mendekat satu sama lain dalam bingkai ukhuwah,” ucapnya.

Ukhuwah menjadi Ukhuwah menjadi medium untuk mempererat hubungan antarsesama dan memperkuat solidaritas dalam kehidupan bermasyarakat. Dibentangkan Ikhwan, ukhuwah ada banyak ragamanya, salah satunya Ukhuwah Wathaniyah (persaudaraan sesama anak bangsa).

“Ukhuwah jenis ini penting untuk terus dipelihara demi menjaga keutuhan dan harmoni dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Terlebih, tidak dapat dipungkiri bahwa di antara sesama warga bangsa terdapat berbagai perbedaan. Tak jarang, perbedaan tersebut memicu perselisihan. Namun, menurut Ikhwan, di sinilah pentingnya sikap arif dan bijaksana untuk ditegakkan.

“Ketika berbuat kesalahan hakikatnya secara universal, mereka akan minta maaf dan kita memaafkan,” jelasnya.

Selain Ukhuwah Wathaniyah, Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu, mengetengahkan pula hal ihwal Ukhuwah Basyariyah. Yaitu persaudaraan dalam kemanusiaan yang dikonstruksi tidak atas dasar agama, bahasa, etnis, suku dan golongan, akan tetapi berbasis pada kemanusiaan itu sendiri.

“Maknanya kita semua tetap menjalin hubungan yang baik dengan lingkungan, maka dalam Islam itu tidak diperbolehkan merusak alam ini dengan semena-mena,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa menjaga ukhuwah menjadi salah satu dari empat indikator keberhasilan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa. Keempat indikator tersebut meliputi semangat yang tinggi dalam ibadah (himmatun ‘āliya(tun) bil ‘ibādah), penyucian jiwa (bi tazkiyatin nufūs), amal perbuatan (bil ‘amal), dan kebersamaan (bil jamā‘ah). (Nad/Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Dosen UAD Kenalkan Software Hadis dan Inovasi AI di Sekolah Islam Songkhla Thailand YOGYAKARTA, Sua....

Suara Muhammadiyah

24 April 2025

Berita

Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) menyambut kedatangan guru dan siswa dari SMA Muham....

Suara Muhammadiyah

10 November 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Indonesia kini dinilai sebagai salah satu negara paling rentan....

Suara Muhammadiyah

2 December 2025

Berita

SIDRAP, Suara Muhammadiyah – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program P....

Suara Muhammadiyah

16 July 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran uma....

Suara Muhammadiyah

3 February 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah