IMM DIY dan Jateng Cetak Kader Tangguh Lewat Pelatihan HERT

Publish

22 May 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
238

MAGELANG, Suara Muhammadiyah – Wilayah DIY dan Jawa Tengah di samping disuguhkan bentang alam mempesona, bersamaan dengan itu, menyimpan risiko dari sisi kebencanaan.

“Sangat tinggi,” demikian Rektor Universitas Muhammadiyah Magelang Lilik Andriyani mengemukakan dihadapan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman dan Wakil Ketua PWM Jawa Tengah Wahyudi.

Di situlah titik temu Holistic IMM Care: Pelatihan HERT (Health Emergency Response TEAM & Psikososial, Jumat-Ahad (22-24/5) di Universitas Muhammadiyah Magelang. “Pelatihan ini sangat visioner,” bebernya.

Pelatihan ini, katanya, lahir kader IMM yang tangguh dan berdampak dengan memiliki keahlian di bidang health dan psikososial.

“Tentu banyak ilmu yang Insyaallah kalian dapatkan semuanya dari pelatihan ini,” tuturnya.

Menguatkan itu, Ketua Panitia Fua’ad Minan Zuhri menyebut, acara ini merupakan kolaborasi antara DPD IMM DIY dan Jawa Tengah. Pangkalnya, memberikan pelatihan keterampilan IMM ihwal psikososial.

“Jadi pelatihan ini akan ada dua kelas yang mana para peserta sudah melewati tahapan seleksi yang difasilitasi oleh fasilitator profesional,” ujarnya.

Fasilitator itu mencakup dokter, psikolog, dan pegiat kebencanaan. Disebutnya, pelatihan ini diharapkan memberikan wadah bagi para kader IMM.

“Yang memiliki dorongan terhadap aktivitas sosial kebencanaan ataupun kesehatan,” jelasnya, menambahkan jumlah peserta yang ikut ada 25 untuk pelatihan health. Dan 30 untuk psikososial.

Sementara, Wahyudi mengapresiasi acara ini. “Ini kegiatan yang sangat mahal,” bebernya.

Pada saat yang sama, ia menyebut, IMM sebagai anak kandung Muhammadiyah.

“Juga anak ideologis dari Muhammadiyah,” imbuhnya.

Menggarisbawahi acara ini, sebut Wahyudi, kader IMM perlu membekali diri dengan pola zikir dan pikir. Yang disepadukan dengan kesehatan fisik, kesehatan mental, dan kesehatan emosional.

“Sebagai calon seorang pemimpin, ketiga hal ini harus kemudian dirawat,” tekannya. Supaya apa?

“Kita memiliki kekuatan kesehatan secara fisik prima,” tambahnya, memperkuat perlunya memiliki mental yang tangguh. Baginya, ini sangat fundamental.

“Ketika dihina kemudian diam, tidak kemudian membalas, tetapi menunjukkan dengan perilaku saya bisa. Mental semacam ini harus kemudian kita pelihara dengan baik,” ujarnya.

Karena apa? Wahyudi menegaskan, kader IMM sebagai calon pemimpin masa depan.

Jika mentalnya tidak sehat, disebutnya menjadi pemimpin yang lemah. Di samping itu, arif menjaga emosional.

“Maka calon pewaris tampuk pimpinan umat nanti, fisik harus kuat, emosional juga harus sehat, mental juga harus kuat,” tegasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan....

Suara Muhammadiyah

24 April 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Baru-baru ini pendeta Gilbert sudah menyinggung perasaan dan melukai k....

Suara Muhammadiyah

19 April 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Muhammadiyah (UM)....

Suara Muhammadiyah

10 August 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) resmi membuka progra....

Suara Muhammadiyah

20 August 2025

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah – Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) be....

Suara Muhammadiyah

10 September 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah