AMBON, Suara Muhammadiyah – Dalam upaya mendukung digitalisasi kampus dan transparansi layanan akademik, dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melaksanakan program pengabdian masyarakat di Universitas Muhammadiyah Maluku (UM Maluku). Program tersebut diwujudkan melalui pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) Admisi berupa website Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) yang interaktif dan berbasis kebutuhan calon mahasiswa.
Sosialisasi sekaligus implementasi sistem baru ini berlangsung di Aula Lantai 6 Kampus UM Maluku, Kota Ambon, Selasa (7/4/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh 45 peserta yang terdiri atas dosen dan tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan UM Maluku.
Website PMB yang dikembangkan dirancang untuk memangkas jalur birokrasi pendaftaran sekaligus menjadi pusat informasi akademik yang akurat dan mudah diakses. Melalui platform ini, calon mahasiswa dapat memperoleh informasi mengenai program studi, biaya kuliah, hingga persyaratan pendaftaran secara lebih terintegrasi.
Tidak hanya berfungsi sebagai media pengisian formulir pendaftaran, website tersebut juga dilengkapi berbagai fitur interaktif, seperti live chat, forum diskusi, serta integrasi langsung dengan media sosial universitas, termasuk YouTube dan Instagram. Integrasi ini memungkinkan calon mahasiswa untuk melihat profil dosen, bidang kepakaran, hingga aktivitas kemahasiswaan secara lebih dekat.
Dosen KPI UMY sekaligus pengembang program, Imam Suprabowo, menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi dalam sistem admisi menjadi kebutuhan penting bagi perguruan tinggi di era digital.
“Kami merancang SIM Admisi ini dengan memprioritaskan user experience calon mahasiswa. Melalui fitur interaktif seperti live chat, calon pendaftar dapat berinteraksi langsung dengan staf admisi maupun mahasiswa aktif secara real time. Kehadiran teknologi ini bukan hanya soal efisiensi teknis, tetapi juga strategi komunikasi digital untuk meningkatkan daya tarik promosi dan mendongkrak jumlah pendaftar di UM Maluku,” ujarnya saat diwawancarai pada Rabu (20/5/2026).
Pihak rektorat dan civitas academica UM Maluku menyambut positif implementasi sistem admisi baru tersebut. Dengan adanya sistem pengelolaan data yang terintegrasi, proses seleksi dan verifikasi berkas calon mahasiswa dinilai dapat berjalan lebih transparan, akuntabel, dan minim kendala administratif.
Siapkan Lulusan Hadapi Dunia Kerja
Selain itu, Imam Suprabowo juga menginisiasi program pengabdian masyarakat berupa Pelatihan Public Speaking intensif bagi siswa kelas 12 SMK Muhammadiyah Kota Ambon, Maluku. Tantangan dunia kerja yang makin kompetitif menuntut lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak hanya unggul dalam kemampuan teknis (hard skills), tetapi juga cakap dalam berkomunikasi (soft skills).
Meskipun pelatihan tatap muka telah sukses dilaksanakan di Ambon pada 8 April 2026 lalu, pemantauan terhadap perkembangan para siswa terus berjalan. Saat diwawancarai pada Rabu (20/5/2026), Dr. Imam Suprabowo mengungkapkan bahwa pelatihan ini dirancang spesifik untuk mempersiapkan mental dan kompetensi bicara para siswa dalam menghadapi tahapan krusial pasca-kelulusan, seperti tes wawancara kerja (job interview) dan teknik negosiasi kerja.
"Siswa SMK sering kali memiliki keahlian praktik yang luar biasa, namun terkadang terkendala saat harus mempresentasikannya atau saat berhadapan dengan HRD dalam wawancara kerja. Oleh karena itu, dalam pelatihan yang diikuti oleh 134 siswa kelas 12 ini, kami membekali mereka dengan teknik berbicara efektif, pengaturan bahasa tubuh (gesture) yang tepat, hingga strategi psikologis untuk mengatasi rasa gugup di depan publik," ujar Dr. Imam saat memberikan keterangan pada Rabu (20/5).
Untuk menjamin mutu dan keberhasilan materi, program pengabdian ini menerapkan metode evaluasi ketat melalui pre-test di awal pertemuan dan post-test di akhir sesi. Tidak hanya teori, setiap siswa diwajibkan melakukan praktik public speaking satu per satu guna mendapatkan umpan balik (feedback) dan evaluasi instan dari instruktur serta rekan sejawat.
"Kunci utama dari komunikasi adalah jam terbang dan konsistensi. Melalui metode simulasi langsung dan feedback interaktif, para siswa diajak untuk belajar dari kesalahan taktis saat presentasi, mengenali kelemahan mereka, sekaligus mengadopsi berbagai gaya komunikasi yang profesional. Ini adalah modal besar untuk mendongkrak rasa percaya diri mereka," tambah Dr. Imam.
Dampak dari pelatihan ini diharapkan mampu memperbesar peluang kelulusan para siswa SMK Muhammadiyah Kota Ambon dalam menembus tahapan seleksi kerja di perusahaan atau instansi yang mereka cita-citakan. Peningkatan kemampuan komunikasi ini juga menjadi bekal krusial bagi mereka dalam melakukan presentasi sehari-hari maupun adaptasi awal di lingkungan industri formal.

